
Suasana di menjadi horor setelah Mas Tono pergi. Mereka berlima bergelut dengan pikirannya masing-masing.
"Eemmm... A-aku mau ke kamar mandi dulu." Ucap April canggung. Lalu beranjak pergi tanpa menunghu respon dari yang lain.
"A-aku juga." Ucap Febi cepat. buru-buru Febi mengekori April.
"Emmmm... Akuuu mau mengecek stok di gudang." Ucap Resa cepat. Lalu pergi tanpa melihat ke belakang.
Tinggal lah Agung dan Ambar sendirian. Mereka saling tatap dalam diam,lalu
"Emmmmm... Akuuu." Ucap Mereka bersamaan.
"Kamu dulu." Lagi-lagi mereka berucao bersamaan.
"Ckkk.." Decak Ambar sebal.
"Kamu gak sekaliam pergi juga gitu?" Tanya Agung.
"Ini aku mau pergi." Ucap Ambar cepat.
"Alu mau ke belakang." Setelah berucap,Ambar langsung lari terbirit meninggalkan Agung sendirian.
"Lahh lahh lahh..." Cengo Agung.
"Kenaoa semuanya pergi ? Lalu,aku disini sendirian dong. Nasibbb.... Nasibbb." Ucap Agung sambil geleng-geleng kepala.
"Fyuhhhh... Akhirnya kita bisa keluar dari suasana yang gak nyaman tadi ya Pril." Ucap Febi mengelus dada. April dan Febi sudah berada di depan pintu kamar mandi.
"Lah kamu ngikuti aku Feb?" Tanya April.
"Iya,di belakang suasananya gak enak. Yaudah deh aku iku kamu kabur ke toilet...." Cengir Febi.
" Siapa yang kabur Feb? "
"Ya kamu lah Pril. Kamu mau ke kamar mandi itu hanya alasan aja kan? Biar bisa kabur dari sana?"
" Siapa bilang?" Bingung April.
"Emangnya enggak ya?"
" Enggak dodol. Aku memang beneran mau ke kamar mandi. Dari tadi aku nahan pengen pipis." Jelas April.
"Yahh.. Kirainn."
April langsung masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya. Akhirnyya Febi pun juga iku masuk ke dalam kamar mandi. Namun bukan untuk buaang air kecil maupun buang air besar. Melainkan hanya cuci tangan dan cuci muka saja.
Setelah selesai,Febi menunggu April keluar. Dengan maksud hendak mengajak April kembali bersama. Sesaat kemudian pintu bilik kamar mandi yang ditempati April terbuka.
April keluar sambil merapikan baju dan hijabnya.
" Yokk..." Ajak Febi langsung mengapit lengan April.
"Etetetttt... Ayok kemana sih Feb?" Apeil menahan tarikan Febi.
"Kembali ke belakang lah. Emangnya mau kemana lagi sih?" Heran Febi.
__ADS_1
"Apa kamu gak dengar?" Tanya April.
"Dengar apa? Ada orderan baru ya?" Tanya Febi menajamkan pendengaran.
"Bukannn ihhh.... " Sebal April.
"Apa sihhh ?.. Jangan main tebak-tebakan dong. Kamu kan tau kalau IQ ku itu rendah,di bawah 300."
" Ehh Bambankkk. Orang yang menyandang gelar Profesor aja IQ nya gak nyampe 300 dodol." April menonyor pelan kepala Febi.
" He he he..."
"Kamu gak dengar kalau ada yang manggil?" Tanya April lagi.
"Siapa sih?" Febi celingukan.
"Siapa yang manggil? Kok gak kelihatan ? Dia sembunyi ya?" Sambung Febi.
" Ckk... Tajamin lahi deh telinga kamu." Pinta April.
Febi kembali menajamkan pendengarannya. Namun tetap nihil,Febi tak mendengar apapun.
"Mana sihh? To the poin saja lah Pril. Kasih tauuu aku siapa yang manggil kita? Kayaknya kuping aku budeg deh,perlu di korekin pakek linggis." Ucap Febi sambil mengoreki telinganya dengan jari kelingkingnya.
"Ihh jorok ihh... Sana cuci tangan dulu." Pinta April.
" He he he..." Febi langsung mencuci tangannya. Kebetulan di samping Febi ada keran tempat berwudu. Jadi Febi tak lerlu jaih-jauh untuk mencici tangan.
"Yang manggil kita itu Allah. Kamu gak denger tuh azan isya?" Jelas April.
"Yaelahh.. Ternyata si tukang azan yang manggil." Jawab Febi memutar bola matanya.
" Aku lagi M." Ucap Febi.
" M apa? Males maksutmu?" Tanya April penuh selidik.
" Yeeee Fitnah aja lu Maemunahh..." Kesal febi.
" La terus M apa? Kamu kan sudah haid bulan ini." Cecar April.
April memang bagaikan alaram oengingat solat bagi lara karyawan. April akan solat tepat waktu jika dalam keadaan longgar. Dan Apeil akan mengajak siapa saja yang ada di sampingnya untuk menunaikan ibadah solat bersamanya.
" Tau nih,mungkin gara-gara kecapekan aku haidnya sampai 2 kali sebulan." Keluh Febi.
" Tapi udah lebih dari 2 minggu kan kalau dihitung dari hari pertama haidmu yang awal?"
" Udah lebih sih. Kan aku kalau haid pasti awal bulan. Sekitar tanggal 3 atau 4. Lah ini akhir bulan aku sudah haid lagi." Jelas Febi.
" Ya kalau begitu sih namanya masih normal Febi. Kan siklus haid yang baik itu 28 hari."
" Ohh gitu ya,aku gak tau. Untung aja kamu kasih tau. Jadi aku bisa lebih tenang deh sekarang."
" He.em."
" Kamu kok pinter banget sih. Paham banget soal yang begituan?"
__ADS_1
" La kan aku Sma ambil jurusan IPA. Ya jadi wajar lah aku paham soal begituan. Itu mah pelajaran dasarnya." Jawab April.
" Oiyaaa juga ya. Dulu orang tuaku juga nyuruh aku pilih jurusan IPA. tapi aku gak mau."
" Kenapa gak mau?"
" Ya karena otak ku gak nyampe lah. Mana kuat aku jika harus berhadapan dengan segala kesulitan di jurusan IPA,bisa ngebul kepalaku. Akhirnya aku pilih jurusan bahasa saja. Kan enak cuma tinggal ngomong aja tanpa ngitung-ngitung. " Ucap Febi sambil menaik turunkan alisnya.
" Issshh kau ini. Sudah ah,aku mau solat isya dulu. Keburu ramai nanti musolanya. Nanti aku gak kebagian mukena lagi." Ucap April melepas peniti hijabnya.
" Yaudah... Aku kebelakang duluan ya?" Ucap Febi.
"Iya,kalau pada tanya kenapa aku lama. Jawab aja kalau sekaloan solat isya ya." Pinta April
" Siyappp... " Febi mengacungkan jempolnya Lalu pergi menghilang di balik bilik bambu.
April langsung menggukung lengan bajunya sebatas siku. Tak lupa pula Ia menggukung sedikit ujung celananya sampai di atas mata kaki. Diselipkannya hijabnya di belakang telinganya.
Biar lah hijabnya basah karena terkena air wudhu. April tak mau melepas hijabnya saat wudhu. Karena tak mau auratnya dilihat seseorang yang bukan mahromnya. Karena tempat wudhu yang berbaur menjadi satu antara pria dan wanita.
April membaca niat dalam hati sambil membasuh telapak tangannya 3 kali. Lalu dilanjutkan gerakan berikutnya dengan urut.
Setelah selesai berwudhu. April berbalik badan lalu mengangkat kedua tangannya membaca do'a selesai wudhu.
April menurunkan lipatan baju dan celananya. Lalu membenahi hijabnya dan masuk ke dalam mushola. Keadaan Mushola masih sepi. Hanya ada April seorang diri di dalamnya.Pengunjung sepi,jadi mushola terasa longgar.
April memakai mukenah yang sudah di sediakan. Saat April sedang menunduk karena menali ikatan mukena. Ada seorang lelaki masuk ke dalam mushola.
" Mau berjama'ah dengan saya?" Tanya orang itu.
Aprik mengangguk meng-iyakan tawaran orang itu. Karena memang pahala orang yang solat berjama'ah akan lebih besar dari pada solat sendiri.
" Allahuakbar..." Takbirotul ihrom terdengar. April mengikuti setiap gerakan imam solat.
April solat dengan khusyuk. Entah mengapa solat kali ini terasa amat damai bagi April.
" Assalamualaikum warahmatullah.... Assalamualaikim warrahmatullah."
Solat selesai. April berdo'a memohon kepada Tuhannya. Setelah selesai berdo'a April hendak beranjak untuk melepas mukenah nya.
Tapi pergerakan April tertahan karena orang yang menjadi imam solatnya membalikan badan.
" Lohh Bapakk..." Tegur April.April menyalami tangan lelaki itu.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like,komen,vote serta Favorit yah readerss.
__ADS_1
Happy reading...
Babayy...