Takdirku?

Takdirku?
S-2 °•°Part 22


__ADS_3

Kini, tepat satu tahun usia pernikahan April dan Andi. Keduanya hidup damai serta bahagia dalam balutan kesederhanaan.


Selama satu tahun ini, Andi sudah berusaha keras bekerja agar dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginan April. Namun, April berbeda dari kebanyakan wanita di luaran sana. April sama sekali tak pernah meminta hal apapun pada Andi.


April tak pernah mengajak Andi untuk keluar liburan. April tak pernah merengek minta belanja ke mall. April tak pernah meminta ini itu yang harganya mahal.


Andi lah yang selama satu tahun ini berinisiatif mengahak April jalan-jalan dan liburan. April lebih suka diajak jajan makanan gerobakan yang dijual di pinggir jalan, dibandingkan makanan mahal di mall atau cafe.


April selalu menyimoan uang penghasilan kerja keras Andi. April hanya memakai seperlunya untuk belanja kebutuhan rumah dan yang lainnya. Itu pun, April selalu izin pada Andi jika akan memggunakan uangnya. Walaupun 2000 rupiah, April akan tetap meminta izin kepada Andi.


Hal itulah yang membuat Andi senang sekaligus terharu. Begitu rapih dan bertanggung jawabnya dang istri dalam mengelola keuangannya. Karena itu, tanpa pikir panjang Andi memberikan semua gaji kerjanya kepada April. Tanpa ada rasa takut jika sang istri akan menyalah gunakan nafkah pemberiannya.


" Happy aniversari pernikahan yang ke 1 tahun sayangg..." Ucap Andi lembut dengan setumpuk donat di tangannya.



April yang tengah melipat baju pun menoleh. Senyuk terukir du bibir ranum milik April. Andi pun menampakkan jajaran gigi rapihnya untuk memberi kesan kesenangan yang tak terkira.


April menutup mulutnya yang terngaga. Matanya berkaca-kaca saat menyadari jika suaminya begitu manis. Suaminya mengingat hari pernikahan mereka. bahkan memberikan kejutan sederhana.


" Mas Andi... Kau mengingatnya ?"


" Tenti saja sayang, ditanggal ini adalah hari yang sangat spesial untukku. Hari di mana aku mengucapkan janji suci dihadaoan semua orang. Hari di mana aku mempersuntingmu menjadi istriku."


Andi bertekuk lutut di hadapan April. Menyodorkan sepiring donat dengan satu lilin yang menyala diatasnya. Lilin yang Andi gunakan sanhatalah luar biasa. Bagaimana tidak, Andi menghunakan lilin putih besar yang biasanya digunakan saat sedang mati lampu.


" Tiup lilinnya dulu sayang." Cengir Andi yang dituruti April.


Andi melepas lilin yang telah padam di tiup April. Andi mencomot satu donat yang tertumpuk di bagian paling atas. Andi menyuapkan donat itu ke April.


Dengan senang hati, April menggigit donat yang disodorkan Andi. Krim toping donat yang melimpah serta lumer menempel di sekitaran bibir April.


Andi dengan senangnya menyatukan bibirnya di bibir April. Andi menyapu semua krim yang menempel disana. Sedangkan April hanya tergugu dengan perlakuan Andi.


" Maniss.." Ucap Andi sembari menjilat bibir bawahnya.


Spontan April menutup mulutnya dengan tangannya. Malu dengan keromantisan sang suami.


" Yang manis kan donatnya."


" Bukan, ini yang paling manis." Ucap Andi sembari menyentuh bibir April.


Gemass, April malah membuka mulutnya lalau melahap tangan Andi. Digigitnya pelan jari telunjuk Andi hingga terdengar Andi mengaduh lirih.

__ADS_1


" Kok digigit sih sayang." Ringis Andi.


" He he he.." April hanya terkekeh geli.


Setelahnya, mereka berdua memakan habis donat-donatnya. Kini keduanya tengah kekeyangan. Berbaring manja sembari menonton tv dengan berpelukan.


" Mas." April buka suara.


" Hee umm ?"


" Sudah 3 bulan aku mengkonsumsi obat itu. Tapi kenapa masih belum ada khasiatnya ?" Tanya April sedih.


" Kita harus berjuang Dek, jangan patah semangat." Ucap Andi mencoba menguatkan.


" Tapi Mas." April membalikkan badannga menjadi menghadap Andi.


" Aku baca-baca di google dan di grup-gruo yang ada di Facebook. Jika mengkonsusmsi obat itu dalam jangka panjang, akan meninbukkan dampak buruk bagi kesehatan Mas."


" Bernarkah ? Bukankah katamu obat itu baik untukmu? Bahkan baik juga di minum oleh laki-laki." Heran Andi


" Benar Mas... Ada seorang temanku yang habis periksa ke dokter. Dokternya menyarankan agar temanku mengkonsumsi obat itu. Dan hasilnya memang benar, 2 bulan kemudian perubahan mulai terlihat." Jelas April.


" Lalu?"


" Ya, setelahnya temanku tak mengkonsumsi obat itu lagi. Dokter memberinya obat yang baru." Samung April.


" Rajin Mas. Aku selalu meminum sebutir obat itu sebelum aku tidur. Bukankah Mas Andi yang membantuku untuk menghancurkan obat itu ? Mas Andi kan tahu jika aku tak bisa menelan obat yang utuh. Aku hanya bisa menelan obat yang sudah dihancurkan menjadi bubuk lalu diberi air."


" Iya juga ya... Pasti itu sangat menyiksa untukmu sayang. Rasa pahit dari obat itu sangatlah tak enak." Ucap Andi dengan membelai pipi mulus April.


April menangkap tangan Andi yang membelai lembut pipinya.


" Memang benar Mas. Sebenarnya aku sangat tak tahan dengan rasa pahitnya. Tapi demi dirinya, aku rela melakukan apapun." Ucap April mantab.


" Kami gadis yang kuat." Ucap Andi bangga, Andi mencium lama kening April.


" Tapi Mas.."


" Tapi kenapa sayang?"


" Aku sudah mengkonsusmsi obat itu lebih dari 3 bulan, dan ternyata belum ada hasilnya sama sekali. Aku bingung dan bimbang. Haruskah aku berhenti mengkonsumnya atau lanjut mengkonsumsinya Mas?" Tanya April meminta saran.


" Mana yang lebih baik ? Dampak buruknya atau dampak baiknya ?" Tanya Andi.

__ADS_1


" Keduanya seimbang, namun memang sudah ada peringatan agar tak mengkonsumsi obat itu dalam jangka waktu yang panjang."


" Ya sudah, berhenti saja. Kita coba cari alternatif lain." Putus Andi.


" Aku tak mau kamu kenapa-kenapa karena ngeyel untuk mendapatkannya." Ucap Andi serius. Andi tak ingin sang istri terkena dampak buruk dari obat yang selama 3 bulan lebih di minum istrinya.


" Tapi kan belum ada hasilnya Mas." Ucap April sendu, bahkan bulir bening terlihat menggenang di sudut matanya.


" Tak apa sayang, jangan memaksakan diri. Semua hal yang terlalu dipaksakan itu tak baik."


" Aku tak memaksakan kehendak Tuhan Mas, aku hanya sedang berusaha." Ucap April dengan isakan kecil.


" Jangan menangiss.." Hati Andi pilu mendengar isakan tertahan sang istri.


Andi memeluk erat sang istri dalam dekapannya. Membetikan April kemuatan dalam balutan kasih sayang yang Ia berikan. Sungguh, Hati Andi rapuh jika harus melihar sang pujaan hati mengeluarkan air mata, menanhis tersedu-sedu.



# Foto di atas bersumber dari google.


.


.


.


.


.


.


Bersambungg..


Hai hai haii...


Jangan lupa like komen vote serta favorit dan berikan author sedikit bingkisan hadiah ya readerss.


Maafkan author yang kemarin tak update. Kerabat author sedang menikah. Author di sana seharian, jadi gak ada wakti buat menulis.


Semoga kalian tetap stay bareng April dan andi. Memberikan kemuatan serta dukungan penuh untuk merek ya.


Maaf jika banyak typo.

__ADS_1


Happy reading..


Babayy 😍


__ADS_2