
Sepanjang perjalanan pulang Putra tak ada bosannya menggenggam tangan April.Karena sudah malam,dan angin yang cukup kencang membuat April merasa dingin.Dengan peka,Putra memasukkan tangan April kedalam kantung hoodie-nya.Yang pasti dengan tangannya yang masih tetap menggenggam tangan April.
20 menit kemudian mereka sampai di depan gapura desa tempat dimana April menjemput Putra tadi.Putra turun dari motor lalu April berbalik duduk didepan.
"Kamu pulangnya hati hati ya,kalo sudah sampai rumah kabari aku" Putra mengelus kepala April.
"Iya"
"Gak mau salim dulu nih sama pacarnya yang ganteng ini hmm?" Putrq mengulurkan tangan kanannya pada.
"Kayak suami istri aja minta salim kalo mau pergi" manyun April.
"Itung-itung belajar dulu sebelum jadi Istri ku,calon Istrinya Saputraa" genit Putra sambil menaik turunkan alisnya
"Ha ha ha mana ada" April meraih tangan Putra ,dicium tangannya seperti April salim pada orang tua atau Guru disekolah.
"Nahh calon istriku pinter bangett sii" ucap Putra gemas.kemudian Putra juga mengecup tangan April lama.
"Ihh Putraa udah dong lepasin,aku mau pulang sudah malem" April gugup menerima perlakuan manis Putra.
"Iya iya,kamu sini deh,agak kesinian kepalanya,aku mau bilang sesuatu" Putra membungkukkan badannya ke arah April.
"Apaan"ucap April mendekatkan wajah pada Putra.
Cup Cup.
Putra mencium kedua pipi April.
Dasar gak tau malu,masak dijalan dia sembarangan cium cium aku sih.Tapi aku sukaaa aaaa. Batin April menggigit bibir.
"Ihhh Putra,malu tauu ini kan dipinggir jalan,kalo dilihat orang gimana" ucap April dengan pipi merona.
"Gak akan,inikan sepi,sampai jumpa lagi di malam takbiran sayang.."Cup,Putra berbalik berlari kecil menghindari omelan April.
"Dasar moduss,tapi aku sukaa he he he"
"Cepat pulang,nanti kemalamannn" ucap Putra berbalik menunggu April menjalankan motornya.
"Iya iya,ini mau pulang" April memacu motor maticnya.
"Dadahhh" Putra melambaikan tangan sambil tersenyum.
.
.
Disepanjang jalan otak April berfikir keras. April takut jika saudara Nenekku itu sampai membocorkan rahasia ini ke Nenek,atau bahkan sampi ke Ibu dan Bapak.Pasti mereka akan sangat marah,apalagi hubungan April dengan Ibu baru saja membaik.
__ADS_1
Ini semua memang salah April.Andai saja April jujur dari awal,pasti tak akan serumit ini jadinya.
Saat melewati kedai yang menjual jus buah, April berinisiatif untuk membelikan Ibu da Mira jus.Anggap saja sebagai sogokan agar Ibu tak marah.
April berhenti di depan kedai penjual jus.
"Mbak,jus alpukatnya dua ya" ucap April sedikit berteriak.
"siap neng,ditunggu sebentar ya"jawabnya.
Hanya 10 April menunggu,
"Ini neng jus alpuketnya,totalnya jadi 14 ribu ya neng" ucap penjual jus.
"Ini mbk,uangnya pas ya mbk"
"Makasih neng,datang lagi ya,jangan kapok kapok he he he" canda tukang jus itu.
April meletakkan 2 jus itu di cantolan motor.April melanjutkan perjalanan pulang,sebenarnya April ngeri-ngeri sedap karena saat ini yang Ia lewati kanan kiri jalan hanya ada sawah,tak ada satu rumah pun.Penerangannga pun hanya remang remang.
April lirik sepion memastikan apakah ada kendaraan lain atau tidak dibelakangnya.Ternyata nihil tak ada satu motorpun.April buru-buru menambah kecepatan motornya agar cepat sampai dirumah.
Malam ini udara terasa sangat dingin,apalagi saat ini April melewati tempat yang sepi dan gelap sendirian.Bulu kuduk April berdiri semua.April takut jika tiba-tiba ada dedemit yang menghalangi jalannya.
10 menit kemudian April tiba digang rumahnya.Dari kejahuan April lihat Ibu dan Mira sedang duduk di kursi bambu depan pagar.
"Waalaikum salam"
April parkir motor lebih dulu,lalu April keluar kembali dengan membawa dua bungkus jus untuk Ibu dan Mira.
"Ini Buk,Dek.Tadi beli dijalan pas mau pulang" April menyerahkan kresek yang berisi jus pada Mira.
"Waahhh jus alpukat,makasih Kakak" kata Mira senang.
"Iya,kamu masuk dulu ya,Kakak mau bicara sama Ibuk dulu"
"Siap kak,Bu ini punya Ibu mau diminum atau taruh dikulkas saja?" tanya mira pada Ibu.
"Taruh kulkas saja,tarohnya di frezeer ya.Mau Ibuk minum besok aja,malam ini dingin Ibu gak kuat kalo minum es"
"Ok Ibu."jawab Mira berjalan ke dalam.
April duduk disamping Ibu,Ia bingung dari mana harus memulai menjelaskan.
"Mau bicara apa Pril? Ngomong aja gak usah takut !" kata Ibu yang sepertinya tahu kegelisahan April.
"Emmm itu eemmm ii iituu Buu" gagap April sangat takut sampai tak bisa merangkai kata.
__ADS_1
"Bicara yang jelas April !" tegas Ibu.
"Emm ma maafin A aapril ya Buu.Ap aprill udah bohongin Ii.. Ibuu." April menunduk meremas tangannya takut.
"Bohongin apa? Jelaskan !" dingin Ibu tanpa menatap April.
"Ta..ta...tadi Aprill perginya bu..bukann karena bukka bersama di..di sekolahan,te..tetapii,tapiii April perginya sama pacar April Buu" April memejamkan mata,siap menerima omelan dari Ibu.
"Tadi kamu bohong sama Ibu,ijinnya mau buka bersama disekolahan,tapi ternyata kamu buka bersama dengan pacarmu.Lalu kenapa sekarang kamu jujur? Kenapa tidak jujur dari awal?" tanya Ibu memandang April.
"A..April takuut gak diijinin sama Ibu,April takut Ibu marah.Jadi Aprill putuskan untuk jujur sama Ibuu, dari pada Ibu tahu dari oorang lain" jawab April takut.
"Jadi jus alpukat tadi sogokan agar Ibu gak marah? Iya hmm?"
"Emmm enggakk buu" Gelemg april cepat.
"kamu sudah besar,kamu tau mana yang baik mana yang buruk.Lain kali kalo mau pergi pergi bilang sama Ibu.Jujur dari awal lebih baik dari pada jujur di akhir.Kalo ada apa apa sama kamu nanti Ibu dan Bapak juga yang susah.Kamu sudah kelas 3 sma,kalau mau punya pacar kenalin ke Ibu dan Bapak.Biar Ibu dan Bapak yang menilai pacarmu,apakah dia baik atau tidak.Ibu nggak mau kamu jadi seperti Ibu kandungmu Sari,jadi lain kali jangan diulangi lagi" terang ibu lembut.
"Maaf Bu" lirih April.
"Lain kali bawa pacarmu kesini jika Bapakmu dirumah" ucap Ibu lagi.
"Malam takbiran nati dia mengajak April jalan ke alun alun kota,dan April sudah bilang kalo dia harus ijin sama Bapak Ibu dulu.Katanya dia mau Bu" jawab april sedikit tenang.April lega ternyata respon Ibu tak seburuk yang Ia bayangkan.
"Bagus,biarkan dia kesini menemui Bapak dan Ibu,setelah itu baru akan Ibu dan Bqpak putuskan,apakah mengijinkanmu jalan atau tidak." ucap Ibu berjalan masuk kerumah.
"Huhhhh" April menarik nafas dalam-dalam,saking tegangnya April sampai menahan nafasnya.
"Ternyata tak seburuk yang ku kira,kupikir Ibu akan marah marah padaku,tapi ternyata tidak,syukurlahh" ucap April pelan.
"Oh iya,aku belum mengabari putra" April mengirim pesan singkat pada putra.
-*A**ku sudah sampai dirumah dengan selamat*.
-*Ya*udah,langsung tidurr ya.
April masuk kerumah dan menuju kamar.April lelah Ia ingin tidur cepat malam ini.Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan sekaligus menegangkan bagi April
Lain kali April tak akan membohongi Ibu lagi.Ini pertama dan yang terakhir kalinya,April sungguh kapok.
.
.
.
.
__ADS_1
.bersambunggg