Takdirku?

Takdirku?
Part 133


__ADS_3

" Jiika kamu telah bertemu dengan Sari dan April waktu itu. Kenapa kamu tak bertanggung jawab Haaaa?" Bapak berucap dengan emosi yang membuncah.


" Saya... saya...."


" Kenapa kamu membiarkan Sari hidup dalam penderitaann ?"


" Apa kamu tahu bagaimana menderitanya April selama ini? Apa kamu tahu hahhh?" Cecar Bapak menggebu-gebu. Toni tak diberi celah untuk berucap.


" Pakkk.... Sabar Pakk..." Lirih Ibu mengusap lengan Bapak.


" Bapak tak ter---"


" Beri waktu untuk saya bicara." Potong Toni dengan nada tak kalah tinggi.


" Kaliak terus saja memojokkan saya. Apa kalian tahu hal yang sebenarnya terjadi? Aku akui,aku memang lelaki bejat yang merusak Sari. Tapi aku tak seburuk yang kalian fikirkan." Ucap Toni lantang.


Bapak langsung terdiam mendemgar ucapan Toni yang begitu lantang.


" Aku beri waktu padamu untuk menjelaskan secara versimu." Ucap Bapak sedikit melunak.


#Flashback on.


Terlihat ke empat orang laki-laki sudah mabuk,begitu juga Sari. Bahkan Sari sudah tak dapat mengendalikan tubuhnya,Sari sudah ambruk lemas karena pusing.


"Kenapa obatnya belum bereaksi?" Tanya Wina.


"Tunggulah sebentar lagi,lihatlah para lelaki ! Mereka sepertinya sudah bereaksi." Ucap Siska .


" Aku muak bersandiwara baik di depan Sari. Aku muak dengan Miko yang terus terusan memuji Sari didepanku. Biarlah kini Sari dirusak oleh mereka. Aku iklas jika Miko ikut menikmati tubuh Sari. Pastti Miko akan jijik dengan Sari yang sudah dijamah oleh banyak orang." Ucap Wina dengan tatapan tajam.


" Aku pun juga iklas jika Rendi ikut merusak Sari. Aku sudah sering melihat Rendi berfantasi dengan foto Sari yang disimpan di ponselnya. Bahkan banyak Foto Sari yang di edit Rendi menjadi telanjang. Sekarang akan aku wujudkan fantasi Rendi menjadi kenyataan. Malam ini,Rendi akan menjamah tubuh Sari." Ucap Siska marah.


"Padahal mereka hanya bertemu sekali. Bahkan Sari pun tadi tak mengingat mereka. Namun mengapa ingatan Miko dan Rendi bisa terkunci di Sari. Pasti Sari menggunakan sihir pemikat." Ucap Wina.


" Entahlah,yang jelas aku sudah muak melihatnya."


" Lihatlah,Ke empat pria itu sudah mulai kepanasan." Ucap Wina.


Siska mendekat ke arah Rendi. Siska membisikkan kata ke telinga Rendi.


" Sekaramg kamu bisa menguasai Sari,tak seperti sebelumnya yang hanya dapat memandang fotonya saja. Ajak kawanmu yang lain masuk ke dalam kamar bersama sari. Bersenang-senanglah kalian ber-empat bersama Sari." Bisik Siska.


Rendi yang sudah di liputi oleh nafsu pun terprofokasi. Rendi mengajak temannya untuk membopong Sari masuk ke dalam kamar.


Lalu terjadilah hal yang tak pantas itu. Setelah Sika dan Wina melihat hal itu dengan dengan kedua mata nya semsiri. Mereka merasa puas.


Mereka berdua pergi meninggalkan Sari bersama ke empat pria yang menggagahinya.


Setelah kejadian selesai. Ke empat pria itu sadar dari pengaruh obat yang mulai hilang.


" Astaga,apa yang kita lakukan padanya." Pekik Toni terkaget saat melihat Sari yang terbaring memprihatinkan.


" Entahlah Ton,semua terjadi begitu saja." Ucap Rendi lemas.


" Aku ingatt... Kau yang mengajak kami untuk melakukan ini semua Ren." Ucap Miko menyalahkan Rendi.


Rendi diam mengingat-ingat.


" Siskaa... iya Siska,Siska yang menyuruhku melakukan ini semua dan mengajak kalian." Ucap Rendi.

__ADS_1


" Astaga,sepertinya kita dijebak oleh kedua wanita sialan itu." Ucap Miko.


" kau benar,aku memang merasa aneh setelh mebengguk beberapa gelas Amer tadi." Ucap Rendi frustasi.


" Siapa yang akan bertanggung jawab atas hal ini." Tanya Alfi yang sedari tadi diam.


" Toni... Kau yang pertama mwnjamahnya. Kau pula yang mendapatkan keperawanannya. Jadi kamulah yang harus bertanggung jawab atas semua ini." Cecar Rendi.


" Apa katamu? Kalian semua juga melakukan hal bejad ini. Kenapa semua kesalahan kalian limpahkan ke aku?" Protes Toni tak terima.


" Karena kamu yang pertama." Ucap Miko.


" Tak bisa... Bukan aku saja yang melakukannya,aku tak mau bertanggung jawab." Tegas Toni.


" Sebaiknya kita pergi sebelum Sari sadar. Aku tak siap jika harus bertanggung jawab. Apa lagi keta berempat sudah menanam benih di rahimnya." Ucap Alfi.


Akhirnya mereka berwmpat sepakat meninggalkan Sari yang pingsan dengan keadaan yang memprihatinkan.


#Flashback off.


" Kurangg ajarrr..."


Buggg....


Bogem mentah dilayangkan Bapak pada Toni. Bapak sangat emosi mendengar kejujuran yng diungkapkan Toni. Selama ini Bapak dan Ibu hanya sebatas tahu jika Sari menjadi korban pemerkosaan.Tapi ternyata kenyataannya lebih keji dari itu.


Toni yang teraungkur mencoba bangkit. Diusapnya ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.


April yang mendengar penjelasan dari Toni pun tak kuasa menahan tangisnya.


April memegang dadanya yang tiba-tiba sakit. Nafasnya sesak.


" Kamu kenapa Nak..." Toni yang melihat April kesusahan bernafas pun juga ikut panik.


" Tidakk... Tidakk... Jangan mendekatt,jangannn mendekatt..." Panik April beringsut mundur menjauhi Toni.


April gemetar,nafasnya memburu,April terus saja menggelengkan kepalanya,tangannya menutup kuat kedua telinganya,matanya terpejam erat hingga terlihat garia kerutan yang jelas.


" Tidakkk ...Tidakk... Jangannnn mendekatt..." April histeris.


Traumanya kambuh kembali. Mendengar pengakuan Toni,April dapat merasakan posisi Ibunya saat itu. Apa lagi April juga pernah hampir menjadi korban pelecehan.


" Dekk... Tenang Dek..." Andi berusaha mendekat hendak menenangkan April.


Tapi April terus saja menghindar,menjauh dari semua orang dianggapnya ancaman.


" Trauma April kambuh lagi Pak." Tangis Ibu Iba melihat keadaan April.


" Dekkk...Sayanggg... Kamu tenang yaa..." Ucap Andi lembut sembari terus mendekat.


Grepp...


Andi berhasik memeluk April. Aprik terus merinta dan bergumam merancau tak jelas. Andi membiaikkan kata-kata yang membuat April tenang.


" Sayangg.... Tenang ya. Jangan takut lagi,semuanya sudah berlalu. Kamu aman bersamaku,aku disinii..." Ucap Andi lembut sembari mengusap kepala April. sesekali Andi mencium pucuk kepala April.


April berangsung tenang. April merasa aman berada dalam dekapan Andi. Harum maskulin tubuh Andi membuat April nyaman.


" Aku disini.. Aku akan selamu melindungimu,kamu aman bersamaku." Bisik Andi lembut.

__ADS_1


April mengeratkan pelukannya. Nafasnya masih tersenggal,badannya pun masih bergetar.


Hati Toni mencelos melihat keadaan anaknya.


"Trauma apa yang dialami anakku?" tanya Toni pada Bapak.


Bapak langsung menatap Toni cepat,tatapannya tajam seakan dapat menghunus hati Toni.


" Trauma dengan laki-laki. Gadis yang kau sebut anak itu mendapatkan hukuman dari Tuhan akibat perbuatanmu di masa lalu." Ucap Bapak penuh penekanan.


" Karena kelakuan bejadmu dulu,April yang harus menerima ganjarannya. April hampir menjadi korban pemerkosaan,seperti Ibunya." Ucap Bapak dengan sorot mata tajam.


Toni merosot,tataoannya memandang lekat ke arah Apeil yang masih di dalam pelukan Andi.


" Karena akuu...Karena aku,anakku menderitta. Karena dosaku,anakku yang menerima akibatnya..." Lirih Toni dengan air mata penyesalan.


April mulai dapat menguasai ketakutannya. Kini April lebih tenang dari sebelumnya.


" Lanjutkan." Ucap April dingin.


" Heii,jangan paksakan dirimu jika tak kuatt.." Ucap Andi khawatir.


" Aku ingin mendengar semuanya. Lanjutkan." Bentak Apeil dengan tatapan kosong.


" A-anakku.." Lirih Toni manatap lekat April.


Toni menunduk,mencoba berdamai dengan hatinya.


" Waktu itu kamu baru berusia 2 tahun. Saya baru saja lulus sekolah kedokteran. Saya magang di Rumah Sakit X. Di hari terakhir saya magang,saya bertemu dengan Ibumu,Sari." Ucap Toni dengan menunduk.


.


.


.


.


.


...Bersambung......


... Hai hai haiii......


... jangan lupa ...


...like ...


...komen...


...vote...


...favorit yah.....


...ayo dong beri hadiah gift untuk April yang lagi bersedihh......


... Happy Readingg.....


... babayy...

__ADS_1


__ADS_2