
Kata tetangga April,April bukan anak kandung dari orang tuanya.April hanya anak yang diasuh oleh kedua orag tuanya dari kecil karena kasihan dengan April.Dan lagi..orang tua April waktu itu belum memiliki anak.Padahal usia pernikahannya sudah 2 tahun.Jadi orang tua April yang sekarang mengadopsi April untuk dijadikan sebagai pancingan agar mereka segera memiliki keturunan. April diadopsi umur 6 tahun lalu tak lama ibu April mengandung.April tak ingat apa apa tentang orang tua kandungnya karena kepala April terbentur pondasi rumah dengan keras saat ia kecil hingga April tak mengingat apapun.
Ucapan Bu Lastri tetangga April membuatnya bertanya-tanya apakah benar yang Bu Lastri katakan.
"Eh April sendirian aja,yang lain kemana?" tanya Bu Lastri yang ikut duduk disamping April
"Ibu sama Mira pergi ke rumah Nenek Bu,Bapak udah berangkat kerja lagi hari Sabtu kemarin." jawab April
Mumpung gak ada orang mending aku komporin aja si April,biar dia berantem sama Ibunya dan dilihatin tetangga hehehe!! .Batin Bu Lastri.
"Pril,kamu mau denger crita saya nggak?" Tanya Bu Lastri.
"Cerita apa bu?" Tanya April.
"Kamu tau nggak kalo kamu itu sebenarnya bukan anak kandung Ibu dan Bapakmu?" Tanya Bu Lastri serius.
"Haah? Ibu jangan bercanda lah Bu,saya kan anak Ibu Yani dan Bàpak Hadi " ucap April setelah berhasil mengontrol keterkejutannya.
"Asal kamu tau,kamu itu anak pungut.Makanya Ibu Bapakmu lebih sayang dan perhatian sama Mira." ucapnya sambil tersenyum sinis.
April diam menunggu kelanjutan crita Bu Lastri.
__ADS_1
"Tante kamu ada yang sudah meninggal kan?Ituloh Adik Ibumu yang namanya Sari,yang meninggal sudah lama,yang tiap mau lebaran kamu nyekar dimakamnya.!" jelasnya lagi.
"I iiiyya bu" jawab April memandang kosong lurus kedepan.1
"Nah itu Ibu kandungmu.Tapi kamu itu anak haram,Ibu kandungmu itu sangat nakal waktu muda.Pergaulannya bebas,pergi malam pulang sore.Nenekmu sampai sakit sakitan lalu meninggal ya gara-gara ulah Ibumu Sari itu.Nenekmu syok gara-gara liat Sari lairan.Pinter banget dia nyembunyiin perut besarnya.Selama 9 bulan orang rumah dan tetangga gak ada yang tau kalo dia hamil.Eh tiba-tiba langsung brojol kamu,gimana gk kaget.Pas ditanya siapa Bapakmu,Ibumu bilang kalo nggak tau pasti,karena dia mainnya nggak cuma sama satu orang saja".jelasnya
"Bu Lastri ngarang cerita kan?" ucap April yang sudah merasakkan sasak didada.Nafas April tercekat mendengar penuturan Bu Lastri.
"Ngapain saya bohong.Kamu tau nggak kenapa Ibumu Sari meninggal?" tanya Bu Lastri yang dijawab gelengan oleh April.
"Dia setres ngurusin kamu sendirian.Waktu umur kamu 6 tahunan dia mau buang kamu.Malem malem dia lari sambil gendong kamu lewat belakang rumahnya bu Wahyu yang ada kalinya itu.Waktu itu habis hujan,jadi tanahnya licin.Kamu tau kan kalo belakang rumah Bu Wahyu itu gelap banget.Nah gara gara licin trus gelap Ibumu kepleset.Dia jatuh kekali yang airnya sedang besar,arusnya juga lagi gede kan habis ujan.Tapi kamu nggak ikut kejebur kali,kamu jatoh di pinggir kali,trus kepalamu berdarah gara gara kebentur pondasi rumah Bu Wahyu.Kamu ditemuin Bu Wahyu pas mau buang sampah.Bu Wahyu liat kamu pingsan dan kepalamu berdarah.Trus Bu Wahyu bawa kamu ke rumah Ibumu yang sekarang dan kamu dibawa ke puskesmas." jelas bu Lastri
"Trus nih ya,Sari ditemukan mengapung didesa sebelah.Diakan gak bisa berenang jadi keleleb deh.Sari mati lalu kamu dirawat Yani sama Hadi.Karena gak ada sodara lagi dan Nenekmu sudah gak ada juga." ucapnya lagi.
April memandang rumput didepannya yang bergoyang tertiup angin.Pandangan mata April kosong menerawang jauh kebelakang.Otakku mencoba mencerna semua informasi hari ini.Kepala April berdenyut,sakitt,pusingg karena memaksakan mengingat kejadian itu.Tanpa sadar bulir bening jatuh di sudut mata April.Buru-buru April menyekanya,karena bu Lastri masih ada di sampingnya.
"Saya masuk dulu ya bu.Saya lupa kalo ada PR yang belum ku kerjakan." kata April berbohong.April hanya ingin sendiri menenangkan diri.
"Eh iya,kalo gitu saya pulang aja kali ya hehehe." ucap Bu Lastri tanpa penyesalan setelah melihat April bersedih karena kenyataan yang diceritakannya.
April berjalan gontai menuju kamar.April menangis mengingat kenyataan sebenarnya.
__ADS_1
"Apa benar semua ini hikss hikss....Ibuuu huuu uu hikss." tangis April pecah.
April memeluk erat gulingnya untuk meredam suara tangisannya yang lumayan kencang.Gulingpun basah dengan airmata April.Sesekali April buang ingus pada guling itu juga.Biarlah kali ini guling menjadi pelampiasan tangis dan ingus April.Besok akan April cuci sarung gulingnya dan dijemur di atas genteng guling.
April tertidur karena kelelahan menangis.Entah berapa lama April tidur,rasanya sangat damai sekali.April selalu merasa tenang jika sedang tidur.Mungkin karena hanya alam mimpi yang memberinya kenyamanan.Berbeda dengan saat matanya terbuka,banyak kesan luka yang menghiasi kenyataan takdir hidup April.
.
.
.
.
selamat membaca🤗
jangan lupa like komen dan vote kakak kakak
dukung karyaku ya
agar aku semangat membuat cerita yang menarik bagi pembaca sekalian.
__ADS_1