
Andi sudah duduk di kursi putarnya.Andi menghadap ke jendela,memandangi ramainya jalanan dari lantai dua.Yeaahh,ruangan Andi berada di lantai dua Rumah Makan miliknya.
Dukk...Duk....Duk...
Begitu mendengar suara langkah kaki memasuki ruangannya.Andi membalikkan kursinya dengan posisi punggung yang tetap menyender.
Begitu Seseorang itu sampai di depan Andi.Andi hanya diam menatapnya sambil menopang dagu.
"Duduk." Kata Andi dingin tanpa memandang wajah sosok tersebut.
Seseorang itu menurut.Ia mendudukkan pantatnya pada kursi di depan Andi.
Padahal cuaca hari ini bisa dibilang mendung.Tapi atmosfer di ruangan Andi sungguh terasa amat panas bagi seseorang itu.Keringat sebesar biji jagung menetes melalui pelipisnya.
"Ada yang ingin kamu jelaskan pada saya?" Tanya Andi dingin.
"Ma-maksudd Masss apa? Sa-saya tak mengerti." Ucap Seseorang itu tergagap. Dan hal itu pulang semakin menguatkan tuduhan Andi padanya.
"Tak perlu berkilah lagi. Saya sudah menetahui semuanya, saya hanya ingin mendengar kejujuranmu sebelum saya mengatakan semuanya."
Seseorang itu hanya diam menunduk tak berani menatap pandangan Andi yang tajam menusuk hatinya.
"Kenapa kamu diam saja...SOFYAN." Andi berucap sembari menggebrak meja. Sungguh kesabarannya benar-benar di uji saat ini.
Sofyan terperanjat.Nyalinya semakin menciut.
"Maafkan saya Mas...Maafkan saya." Sofyan bergerak cepat ke arah Andi.Sofyan berlutut sambil memegangi kaki Andi memohon ampunan.
Andi tak bergeming.Andi diam hanya menatap lurus kedepan. Melihat respon Sofyan seperti itu.Menjadi pembenaran atas tuduhan Andi.
"Apa salah saya Sofyan?" Tanya Andi pelan.
"Apakah saya pernah berbuat buruk padamu ? "
"Inikah balasanmu pada saya ? Setelah semua bantuan yang saya berikan padamu ?"
Terdengar isakan tangis Sofyan.Namun Andi masih tetap diam.
"Bangunlah...Kamu tak pantas berlutut di hadapanku. Berlututlah kamu dihadapan Allah. Akui lah semua kesalahanmu." Andi mundur melepaskan pegangan Sofyan dari kakinya.
Sofyan bangkit sambil menyeka air matanya.
"Sungguhh Mas...Sungguh saya sangat terpaksa melakukan ini semua. Saya....Saya dibutakan oleh uang Mas...Maafkan saya,maafkan saya." Sofyan menunduk dalam.Andi dapat melihat raut penyesalan tergambar jelas diwajah Sofyan.
"Kamu mau tahu kenapa saya bisa berfikir dalang di balik semua ini adalah kamu? "
Sofyan mengangkat kepalanya mendengar ucapan Andi.
"Permainanmu terlalu ceroboh.Kamu terlalu banyak meninggalkan jejak di setiap aksimu. Kamu sangat amatir dalam menjalankan peranmu."
"Kamu orang terakhir yang memegang kunci pintu belakang.Dan kamu juga yang bilang jika kunci itu hilang."
" 3 hari sebelum kejadian pencurian ini,aku sempat melihat ada solatip yang sudah ada jiplakan kunci diatasnya.Solatip itu menempel pada bawah jendela. Saya melihatnya saat sedang menali tali sepatu saya yang terlepas. Tapi bodohnya saya,saya berfikir itu adalah ulah anak kecil dari pengunjung. Saya berfikir itu mainan, tapi ternyata itu adalah cetakan duplikat kunci pintu utama."
Sontak Sofyan terperanjat mendengar ucapan Andi.Sofyan merutuki kebodohannya kala itu.Memang saat itu dia menempelkan solatip itu karena dirasa cetakan kunci yang terbentuk kurang jelas. Jadi Ia membuat lagi yang lebih jelas.Namun na'as,ternyata Ia lupa tak membuangnya.
"Lalu beberapa hari sebelum kejadian ini terjadi.Saudaraku melihatmu sedang berbicara dengan seseorang di area sekitar sini.Kamu terlihat celingukan seperti takut ketahuan melakukan sebuah kejahatan."
Lagi-lagi Sofyan tersentak mendengarnya. Tak menyangka jika ternyata pergerakannya selama ini teramat bodoh.
__ADS_1
"Dan kau ingat saat insiden keracunan masal?"
Sofyan mengangguk dengan kaku.Hatinya dag dig dug tak karuan.Kali ini apa lagi yang Andi ketahui ?.
"Kamu bersikap seolah olah menangkap salah satu dari pembohong itu. Lalu menjadikam dirimu sebagai pahlawan yang berhasil menangkap penjahat."
"Sebenarnya waktu itu saya sempat melihat Ibu itu melirikmu.Namun dengan bodohnya,lagi-lagi aku mengabaikan hal kecil seperti itu lagi. Karena semakin kesini semuanya nampak jelas. Saya jadi mengingat semua kejadian janggal di beberapa hari sebelumnya."
Andi berdiri di samping jendela.Tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.Sedangkan pandangannya ter arah lurus kedepan menatap kendaraan yang berlalu lalang.
Andi terlalu muak melihat wajah Sofyan yang tak tau terima kasih itu. Hatinya tercubit tak kala menyadari bahwa orang yang selama ini di percayai malah menjadi perantara dari kebangkrutan bisnis Rumah Makannya.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Andi tetep pada posisinya.
Sofyan masih diam.
"Siapa yang menyuruhmu? " Andi kembali mengulangi pertanyaan yang sama dengan nada yang lebih menekan dari yang sebelumnya.
Namun Sofyan masih saja bungkam.
"SIAPA YANG MENYURUHMU....KATAKANN !!!" Andi berucap dengan kerasnya. Terlihat urat-urat dileher serta pelipisnya yang menonjol. Menandakan bahwa Andi sedang dalam kuasa amarah.
Sofyan terperanjat.Saking terkejudnya,Sofyan sampai jatuh terduduk karena tak siap mendengar ucapan Andi yang begitu keras dan tegas.
"Kunn...Kuncoro Mas... Kuncoro yang menyuruh saya melakukan semua ini. Saya gelap mata karena di iming-imingi bayaran 70 juta jika misi saya membuat Rumah Makan ini bangkrut berhasil."
Sofyan berucap sembari terduduk dilantai karena terjatuh tadi. Lututnya lemas melihat amarah Andi,sampai-sampai tak dapat bangkit berdiri.
"Apa kamu tahu siapa juga yang mensabotase Rumah Makan saya? Siapa yang membuat seluruh bahan masakan menjadi basi dan busuk dalam sekejap mata? " Tanya Andi dengan nada yang masih sama kuatnya namun tak sekuat tadi.
Sofyan kembali bungkam.Tak mau mengatakan kebenaran pada Andi.
"JAWABBB....!!!" Sekali lagi Andi berteriak menghadap ke arah Sofyan yang masih setengah terlentang di lantai.
"Kamu tau motif apa yang membuatnya melakukan hal biadap seperti ini pada saya?" Tanya Andi melunak.
Sebenarnya Andi sudah tau dalang di balik semua rusaknya bahan makanan. Andi pernah singgah ke rumah ustad.Dan Ustad itu menjelaskan jika ada seseorang yang tak suka pada bisnis Andi yang mengalami kemajuan pesat
Sehingga dengan teganya orang itu mengirimkan hal gaib untuk merusak bisnis Andi.Tak lain dan tak bukan,orang itu adalah Kuncoro.
Rival Andi dari semasa Sma. Kuncoro memang seolah mengikuti setiap pergerakan Andi. Kuncoro memang selalu ingin berada di atas Andi.
Kuncoro juga membuka Rumah Makan yang letaknya tak jauh dari Andi,Sebulan setelah Rumah Makan Andi beroperasi. Namun sayang,Rumah Makan milik Kuncoro tak seramai milik Andi.
Dalam kurun waktu 5 tahun ini Kuncoro telah berbuat berbagai kecurangan pada Rumah Makan milik Andi.Namun hal itu selalu gagal,dan kali ini Kuncoro berhasil.Berhasil membuat Andi gulung tikar hanya dalam waktu satu bulan.
"Apa selama ini kebaikan saya tak pernah kau anggap ? Saya yang menolongmu saat kamu di keroyok rentenir karena tak membayar hutang untuk biaya Rumah Sakit Ibumu."
"Saya yang melunasi semua hutangmu pada rentenir itu. Saya memberikan pekerjaan yang layak untukmu. Apakah kurang ? 5 tahun bersama saya kamu telah mendapatkan hunian yang layak untuk keluargamu. Kamu dapat makan dengan enak bahkan kamu dapat menabung dari uang gaji serta bonus yang saya berikan."
" Kamu dan Dito selalu saya bedakan dari karuawan yang lain. karena apa? Karena kalian sudah saya anggap sebagai saudara saya. Namun tak disangka,ternyata kamu begitu tega menusuk saya dari belakang."
"Kamu begitu tega membuat usaha saya bangkrut. Bahkan jika bukan karena usaha saya ini,kamu tak akan bisa memberi makan keluargamu. Kalau bukan karena usaha Rumah Makan saya ini,kamu tak akan bebas dari kejaran rentenir itu."
"Dan kalau bukan karena Rumah Makan ini.Mungkin kamu sudah mati bunuh diri karena di kejar hutang dan frustasi karena hidupmu yang kau anggap tak beruntung itu."
"Kamu ingat siapa yang menolongmu saat kamu akan terjun dari jembatan sesaat setelah saya menolongmu dari keroyokan rentenir ? Kamu ingat saat saya membujukmu agar tetap hidup walaupun dalam keadaan paling buruk sekali pun? Kamu ingattt? Apa kamu ingatt ?"
Andi mengungkapkan rasa kecewanya yang teramat besar pada Sofyan.
__ADS_1
Sofyan mengingat semuanya. mengingat segala kebaikan Andi. Mengingat semua jasa Andi dalam Hidupnya. Sofyan menyesal karena telah mengkhianati Andi.
"Kamu yang membuat saya mengungkit semua hal ini. Kamu yang memaksa saya untuk menjabarkan semua kebaikan saya terhadap hidupmu." Sambung Andi dengan padangan yang menatap dalam pada Sofyan.
Sofyan menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya.
"Maafkan saya Mas...Maafkan kebodohan saya...Ampuni saya Mas." Isak penyesalah Sofyan yang menyadari kesalahannya.
"Hanya karena uang 70 juta kamu rela membuat usaha saya bangkrut dalam satu bulan ini. Sungguh,uang 70 juta itu tak sebanding dengan uang yang sudah saya keluarkan untukmu."
"Apakah semua gaji dan bonus yang saya berikan padamu kurang? Jika kurang,kamu bisa bilang pada saya. Maka saya akan membantumu.Tak perlu kamu melakukan hal sekeji ini pada saya Sofyan."
"Saya- saya terpaksaa Mas... Saya kalah judi,saya membutuhkan uang 100 juta untuk melunasi hutang judi saya. Saya sedang kebingungan saat itu.Lalu datanglah Kuncoro yang menawarkan ide bodoh ini. Dan dengan bodohnya saya menyetujui penawarannya." Sofyan berucap sembari menepuk-nepuk kepalanya. Melampiaskan kebodohannya.
"Saya sungguh kecewa padamu Sofyan."
Andi berjalan menuju pintu hendak meninggalkan ruangannya dan mebiarkan Sofyan sendirian di dalamnya.
"Oiya...Ada satu hal lagi yang lupa saya katakan padamu." Andi berhenti di ambang pintu.
"Selamat atas keberhasilanmu. Selamat karena misimu membuat saya bangkrut telah berhasil. Dan semoga kau bersenang-senang dengan keberhasilanmu setelah ini."
"Jika sudah selesai mengagumi keberhasilanmu.Tolong segera tinggalkan ruangan saya. Dan segeralah memberesi barang-barangmu.Lalu segera pergi untuk merayakan kemenanganmu."
Ucap Andi tanpa menoleh ke arah Sofyan. Setelah mengucapkan kalimat itu,Andi langsung keluar dari ruangannya dan meninggalkan Sofyan sendirian didalamnya.
.
.
.
.
Bersambungg...
Hai hai haiii...
Gimana nih kabarnya para Readerss tercinta?
Ini episode terpanjang lohhh...Mencapai 1500 kata.
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Serta Favorit yahhhh...
Mohon dukungannya untuk kelanjutan cerita ini..
Dan maafkan saya juga jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisannya yah.
Terimakasihh..
dann
__ADS_1
Happy Readingg
Babayyy...😜😜😄