
Hampir satu bulan April dan Putra berpacaran tapi tak pernah bertemu secara langsung.April selalu menolak jika Putra mengajak bertemu,dengan alasan tidak berani ijin ke orang tua.
Memang benar, April tipe anak yang tidak pernah keluar rumah selain mengerjakan tugas sekolah.April tak akan keluar rumah malam hari jika tidak dengan keluarganya.April dilarang untuk main keluar.
Pernah waktu April smp,Ia diajak temannya untuk membolos lalu main ke bendungan yang jaraknya cukup jauh,butuh waktu 1 setengah jam perjalanan.April menolak karena alasan takut dimarai Ibu.Teman-teman April memintanya untuk berbohong pada Ibu.April tak berani,akhirnya teman-teman April tetap membolos dan pergi ke bendungan dan mereka memutuskan mengakhiri pertemanannya dengan April.Katanya April tak asyik karena tak pernah bisaa jika diajak pergi jalan jalan.
Seperti rutinitas biasa,Putra akan menelfon April jika malam,
"Yang,kita ketemuan yuk sekalian buka bersama" pinta Putra lewat telepon.
Sekarang sudah dapat 15 hari berpuasa.Dan jika ada kegiatan buka bersama disekolah Ibu selalu mengijinkan April keluar.April berfikir tentang ajakan Putra, April ingin berbohong pada Ibu dan Bapak lalu meminta izin berbuka puasa bersama teman sekolah.
"Emmm gimana ya,aku harus izin bagaimana sama Ibu dan Bapak?" Tanya April pada Putra
"Kamu bilang aja kalau mau buka bersama dengan teman sekolah" jawab Putra sepemikiran dengan April.
"Iya deh nanti aku bilang ke Ibu." Ujar April mengiyakan
"Beneran yah yank" ucap Putra memastikan.
"Iya,tapi nanti,Ibu sedang pergi menjenguk tetangga yang baru keluar dari rumah sakit" Jelas April.
"Iya,emm tapi aku gak ada motor yang,gimana dong?" tanya Putra terdengar lemah.
"Pakai motor aku aja" jawab April menawarkan.
"Beneran gak papa yang kalo pakai motormu?" jawab Putra semangat.
"Iya gak papa" jawab April meyakinkan.
"Tapi kamu jemput aku disamping sekolah ya? Berani kan?" tanya Putra lagi.
"Emm,berani kok kamu tenang aja" ucap April ragu,sebenarnya April takut kalo malam-malam naik motor sendirian.Apalagi jalan menuju sekolah itu kanan kirinya sawah semua tak ada satupun rumah,gelap pula.Tapi sekali-kali berkorban demi kebahagiaan mungkin tak apa.
"Beneran berani kan? Nanti uang bensinnya aku ganti deh !" ucap Putra meyakinkan April,sungguh manis mulut si Putra.
"Iyaa,jadi kapan kita bukbernya?" tanya April mengalihkan.
"Gimana kalau besok saja? Lebih cepat lebih baik kan.Biar aku bisa cepet ketemu kamu.Bisa pegang tangan mu dan cium kamu he he he" ucap Putra senang.
"Eh,gk boleh cium cium loh ya" tolak April.
"Dikit doang kok,cuma cium pipi gak lebih deh,ya ya ya boleh ya sayang" bujuk Putra dengan nada genit.
"Gak boleh" tegas April.
__ADS_1
"Yaudah deh iya iya,yang penting kita ketemu dulu" jawab Putra mengalah.
"Kayaknya besok aku gak ada acara bukber deh,jadi kita bisa jalan" jelas April.
"Beneran kan? Yaudah jam 5 aku tunggu di depan gapura desa ya.Nanti kamu tunggu aku disana" ucap Putra memberi tau.
"Ok,bentar Ibu sudah pulang,aku mau ijin Ibu dulu.nanti telpon lagi ya daahh." April mematikan telepon.
April berjalan keluar kamar menemui Ibu yang sedang minum didapur.
"Buu,besok ada acara buka bersama di sekolah,April mau pergi,boleh kan Bu?" tanya april pada Ibu.April merasa bersalah karena ini kali pertama Ia berbohong pada Ibu.semoga saja April tak kualat dan terkena karma instan.
"Kalo sama temen temen gak pa pa" jawab Ibu lalu pergi ke kamarnya.
Ibu memang seperti itu,tapi setidaknya sekarang Ibu tak pernah membentak atau memukul April lagi.Walaupun Ibu terkesan cuek tapi April senang.
April buru buru kembali ke kamar hendak menelfon Putra.
Ditekan kontak bernama sayang.Menggelikan,April sudah ketularan virus virus kebucinan.
"Haloo " ucap April saat panggilan tersambung
"Iyaa halo,gimana yang,boleh nggak?" tanya Putra tak sabaran.
April menjauhkan ponselnya karena suara Putra yang begitu keras sampai kupingnya berdengung,
"Yang kok diem aja sih.Kamu dimarahin ya?" tanya Putra lagi.
"Eh nggak kok,aku dibolehin keluar Ibuk" ucap April senang.
"Beneran yang..yesss akhirnya kita bisa ketemuan.Gak sabar banget aku" Putra kegirangan
"Iya yang aku juga senang"
"Yaudah kamu tidur ya.I love youu sayangg eemmwahh" kata Putra gombal.
April menutup telepon lalu segera tidur.
Pukul 4 sore
April sudah selesai mandi,tapi Ia bingung harus pakai baju yang mana.April tak ingin terlihat buruk dikencan pertamanya ini.April harus tampil maksimal.
Diraihnya baju panjang merah marun,celana leviss dan hijab segi empat berwarna hitam.
Setelah berganti baju April duduk di sisi ranjang hendak berias,
__ADS_1
"Aku kan cuma punya bedak bayi sama gincu yang sudah setaun lalu.Tak apa lah daripada kelihatan buluk." ucap April sambil mengoleskan bedak bayi kewajahnya.lalu memakai tipis tipis gincu yang harganya 12.000 yang Ia beli dipasar secara sembunyi sembunyi saat Ia mengantar nenek membeli sayuran.
April memasang jilbabnya dengan jarum pentul sebagai pengaitnya.
"Siap,aku gak buluk buluk amat kok he he he" Gumam April menyemangati diri.
"Aku kan gak punya tas selain tas sekolah,yaudah deh hpnya kumasukin ke kantong celana aja.Aku bawa uang 50.000 cukup kali ya.Pasti nanti yang bayar kan si Putraa jadi gk usah bawa uang banyak banyak lah he he he" girang April mengingat akan makan bersama Putra.
April berjalan keluar.Dilihat Ibu sedang sibuk didapur,April menghampiri Ibu lalu berpamitan,
"Buk April berangkat dulu ya" kata April menyalami Ibu.
"Hemm,hati hati.Pulangnya jangan malam malam" tegur Ibu mengingatkan.
"Iya Bu,asaalamualaikum"
April berjalan keluar,saat sampai dimeja makan April menengok ke Ibu,Ibu masih sibuk didapur.April berlari kecil ke meja rias Ibu lalu memakai minyak wangi Ibu agar tak bau asem.
April mengendarai motor selama 20 menit hingga sampai di tempat janjia bersama Putra.Putra belum terlihat,April melihat jam ditangannya,ternyata baru jam 4.40.Masih ada 20 menit lagi April harus menunggu Putra dipinggir jalan ini.
"Duhh,saking semangat nya aku sampai dateng kecepatan.Masih 20 menit lagi,bisa bau asap dong bajuku gara gara nunggu dipinggir jalan.Apa aku telpon aja ya si Putra buat buru buru?" gumam April lalu mengambil ponsel dan menelpon Putra.
"Halo ada apa yang" tanya Putra saat telpon terhubung.Suara Putra terdengar parau,seperti bangun tidur.
"Emm anuu,aku sudah sampai di tempat janjian he he he" cengir April menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kan masih 20 menit lagi yang,emm aku tahu,kamu sudah gak sabar pengen ketemu aku ya? Mangkanya cepet cepet dateng kan?" godanya jahil.
"Iiisssshh,enggak ,tadi aku sengaja berangkat lebih awal takut macet dijalan trus kamu kelamaan nunggu" kilah April berbohong.mana ada macet di jalan pedesaan
"Yaudah deh iya,bentar ya aku mandi dulu.10 menit lagi sampai." Ucap Putra lalu mematikan telepon.
.
.
.
.
.
.
jangan bosen ya dengan ceritaku
__ADS_1
aku masih berusaha membuat cerita yang menarik buat kalian
semoga kalian suka🙃