Takdirku?

Takdirku?
Riri


__ADS_3

Semenjak kejadian di depan gudang dengan Putra dan Riri.April menjadi pribadi yang panakut jika berdekatan dengan laki-laki.April memang merasakan trauma setiap ditempat yang sepi dan terdapat laki-laki.


April tetap sekolah seperti biasa.Seluruh siswa sekolah tak ada yang mengetahui kejadian yang April alami.Pak Ridwan dan Joko menyimoan rapat-rapan masalah April,demi kenyamanan April.


Sekarang Riri menjadi pendiam dan tak pernah mengganggu April lagi.Riri akan selali menunduk jika bersimpangan demgan April.Tapi siang ini berbeda,saat April sedang membaca buku dikelas,tiba-tiba Riri mendekatinya,


"A-apakah kita bisa bicara?" Tanya Riri dengan wajah menunduk tak berani memandang April.


April diam memandang novel yang Ia baca.Sejujurnya April sudah tak ingin berusan dengan Riri.Karena setiap melihat Riri,Ia akan mengingat kejadian yang sangat memyakitkan baginya.


"A-aku berbicar denganmu sebentar saja" Ucapnya lagi.


"Emm,ada apa ya Riri?" Tanya April setelah menormalkan nafasnya yang tiba-tiba terasa sesak.


"B-bisa kita cari tempat yang agak sepi" Ucap Riri mengangkat wajahnya memandang April.


"Eemm" Angguk April lalu menutup bukunya dan berjalan mendahului Riri.April memimpin jalan menuju tempat kesukaannya jika akan berbicara serius dengan Vani atau menyendiri.Tempat sepi samping sekolah yang berada dikantai dua.


"Ada apa?" Tanya April sambil memposisikan duduk lesehan di pinggiran lantai.


"A-ku ingin minta m-maaf padamu" Ucap Riri setelah duduk disamping April.


Riri meraih tangan April dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Maafkan aku April,aku terlalu terobsesi unyuk mengalahkanmujadi aku selalu melukaimu.Maafkan aku,karena sudah membuatmu tak memiliki teman disekolah ini.Maafkan aku sudah ingin mencelakaimu dengan Putra waktu itu.Ma--" Riri menangis terisak menggenggam erat tangan April.


"Aku sudah memaafkanmu Riri" Potong April.


"A-aku sungguh telah berdosa padamu April.Mungkin kata maaf dariku tak akan bisa merubah segala sesuatu yang sudah terjadi.Tapi aku benar-benar tulus meminta maaf April.Aku benar benar menyesal."

__ADS_1


"Tak ada perlu disesali,toh semuanya sudah terjadi." Jawab April datar melepaskan tangannnya yang digenggam Riri.


"Aku tahu,kesalahanku sudah terlalu banyak padamu.Jangankan kamu,mungkin Allah saja tak akan mengampuni dosa-dosaku." Ucap Riri tertunduk dengan airmata yang setia mengalir.


"Bertaubatlah,meminta ampunan pada Allah." Ucap April tanpa memandang Riri.


"Aku sudah begitu jahat padamu,Allah pasti tak akan mengampuniku April." Ucapnya terisak


"Kesalahanmu padaku tak seberapa Riri.Aku sudah benar-benar memaafkanmu.Allah akan mengampunimu jika kau benar-benar bertaubat" Jawab April memandang Riri.


"Terumakasih sudah memaafkanku April.Tapi,apakah Allah akan memaafkanku? Aku begitu kotor April ! Aku telah berzina dengan laki-laki yang bukan muhrimku April.Apakah masih ada pintu taubat bagiku? Apakah Allah akan mengampuni semua dosaku?" Tanya Riri semakin menangis.


"Bahkan aku pernah membunuh anak yang aku kandung April." Sambung Riri.


April tertegun mendengar oengakuan Riri.Mungkin saat ini Riri benar-benar sedang terpuruk,hingga Ia memceritakan semua hal buruk yang peenah Ia lakukan pada April.


"Allah maha pemaaf Riri,terdapat Hadis yang berbunyi,


Nabi saw. bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah ta’ala dari pada pemuda yang taubat dan tidak adalah yang lebih dibenci Allah ta’ala dari pada orang tua yang selalu istiqamah pada kemaksiatan-kemaksiatannya.” Hadis tersebut merupakan potongan hadis riwayat imam Abul Mudhaffar dari sahabat Salman Al-Farisi r.a."


"Allah adalah sebaik-baiknya Dzatt yang maha memaafkan Riri.Jika kau sungguh-sungguh ingin bertaubat dan merubah diri menjadi yang lebih baik,maka Allah akan membukakan pingu maafnya padamu.Allah SWT berfirman, "Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka, kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan." (QS az-Zumar [39]:53-54)."


"Apakah Allah benar-benar akan mengampuni seluruh dosaku? Apakah aku belum terlambat untuk memohon Ampun? " Tanya Riri menatap April dengan pandangan berharap.


"Lihatlah bagaimana Allah SWT justru mengundang orang-orang yang berbuat dosa untuk datang kepada-Nya. Allah SWT membuka pintu maaf seluas-luasnya bagi orang yang ingin kembali.Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Toh, setiap kita yang tampak alim sekali pun pasti tak luput dari setiap dosa-dosa yang terus mengintai. Datanglah kepada Allah dan pasti Allah akan menerima tobat kita.


"Dan, barang siapa yang bertobat dan beramal saleh maka sesungguhnya Allah akan menerima tobatnya." (QS al-Furqaan [25]: 71) " Ucap April tersenyum mengelus pungguh Riri.


Sebelumnya April mengira bahwa Riri hanya akan meminta maaf padanya karena kejadian waktu itu atas perintah Pak Ridwan.Tapi ternyata tebakannya salah.Riri memang meminta maaf padanya,tapi setelah itu, Riri malah mencurahka semua isi hatinya pada April.

__ADS_1


April melihat mata Riri yang seolah mengisyaratkan beban yang teramat berat.Mungkin Riri tak sanggup lagi untuk memendamnya sendiri.Hingga memutuskan meminta solusi pada April sembari meminta maaf pada April.


"Maafkan aku April,setelah meminta maaf padamu,aku malah membebanimu dengan ceritaku yang penuh dengan dosa ini.Hatimu sungguh mulia,mau memaafkan dan memberi semangat padaku yang selama ini memiliki banyak salah padamu.Terimakasih sudah mengingatkanku untuk bertaubat dan mengingat Allah.Aku berjanji,aku akan berubah menjadi lebih baik,Aku berjanji." Ucap Riri menatap April sambil menyeka Air mata yang mesih mengalir.


"Kita teman,sudah sepantasnya jika kita saling mengingatkan.


lupakan semua masalah yang peenah terjadi diantara kita.Lalu kita mulai lembaran baru dengan hal yang lebih baik." Ucap April tersenyum.


"Kamu memamg benar-benar baik hati April.Dan terimakasih karena kamu sudah membayarkan tunggakanku sehingga aku bisa ikut ujian kenaikan kelas waktu itu.Aku beejanji,kalo aku sudah ada uang,pasti uangmu akan segera kuganti." Kata Riri beraungguh-sungguh.


Pasti Pak Ridwan bilang yang sama Riri kalo aku yang bayarin tunggakannya.Padahal aku sudah menyuruh Pak Ridwan agar tak memberitahu Riri,tapi kenapa sekaramg Riri malah mengetahuinnya. Batin April


"Aku tak pernah menganggapnya sebagai hutang Ri.Aku ikhlas membantumu." Jawab April tersenyum.


"Terimakasih,terimakasih banyak April." Ucap Riri memeluk erat April.


Tapan disadari oleh keduanya,ternyata terdapat seseorang yang mengamati mereka dari ujung tangga.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


 


__ADS_2