Takdirku?

Takdirku?
Uji nyali


__ADS_3

April memantabkan hatinya untuk melangkah menuju jalanan yang gelap,sunyi,senyap dan sangat menakutkan itu.


Glegggg.April menelan salivanya dengan susah payah.April melangkahkan kaki telanjangnya menyentuh dinginnya aspal jalanan.


April melangkah dengan ragu,pikirannya membayangkan berbagai jenis dedemit yang mungkin saja berada disekitarnya.Mata April berlarian mencadi sesuatu yang tak pasti.


Langkah yang awalnya pelan seketika menjadi cepat.


WUUUUSSSSS


"Aaaaaaaa..Apa ituu, Astagfirullah....." Ucap April berteriak ketakutan.


Pohon bambu yang semula tenang tiba-tiba bergerak melambai dengan sangat cepat.Dibagian atas pohon bambu terdapat siluet tubuh berwarna hitamm yang terduduk dipucuk dahan bambu.April menunduk menghindari hempasan cepat pohon bambu yang mengarah padanya.Dahan bambu yang melengkung bergerak cepat melewati atas kepala April.


"Allahuakbar Allahuakbar " April memohon peelindungan dengan terus menyebut nama Allah disetiap derap langkah kakinya yang cepat.


Jalan yang semula ter aspal halus,tiba-tiba berganti menjadi jalan tanah yang penuh bebatuan.Aprik terjatuh karena kakinya tersandung batu.Jempol kakinya berdenyut,mungkin memar karena berlari tanpa alas kaki


"Sepertinya sudah semakin dekat dengan kuburan desa.Jalanan yang beraspal sudah terputus dan terganti dengan jalanan yang berbatu.Aku harus berlarii" Ucap April bermonolog pada diri sendiri.April bangkit lalu berlari demgan cepatt.


April tak tahu harus berlari kemana.April berlari mengikuti jalan setapak hingga sampai di depan jembatan.Sebelum melangkah menyebrangi jembatan,April melihat bayangan putih disamping bawah jembatan.


April semakin ketakutan,pikirannya berkelana membayangkan segala bentuk makhluk astral yang mungkin menempati jalanan disamping kuburan ini.


April berlari menyebrangi jembatan.Tiba-tiba langkahnya terhenti.April bingung,diujung jembatan terdapat jalan yang bercabang.


"Kemana aku harus pergi? Ke kanan? Atau ke kiri? Kenapa Kakak pembina tak memberitahuku?" Gumam April yang dilanda kebingungan


April memegang kepalanya bingung,kakinya berjingkarak-jingkrak saking gugupnya.


"Pssttt pssstttt" April diam mendengar suara.


"Pssttt psstttt pstttt" April menoleh lalu berjalan ke arah kanan.Ternyata jalan buntu,terdapat banyak sekali tumpukan kayu yang membentang memenuhi jalan.


"Berarti bukak ke kanan !" Serunya.


"Psstttt psttttt sinii" Terdengar suara lagi yang membuat April merinding.


"Apalagi ini ya Tuhann??" Tanya April takutt.


"Pssttt Psstttt" April menoleh ke arah kiri.April melihat sosok berdiri disana.Entah itu orang atau dedemit April tak tau.Keadaan yang gelap membuat April tak dapat melihat dengan jelas.Di bawah cahaya bulan purnama,April menangkap bayangan yang melambai kearahnya.


Entah keberanian dari mana,seolah April terhipnotis melangkah maju mendekati sosok yang berdiri melambai-lambai padanya itu.


Setelah dekat dengan sosok itu,tangan April ditarik dan digandeng olehnya.


"Lihatlah !!" Seru sosok itu pelan menunjuk sesuatu yang berdiam di depannya.April menoleh melihat mkhluk putih yang berdiam disebelah kanan jalan didepannya.


"Aku menunggumu disini karena ada makhluk itu.Mari kita berlari bersama melewati makhluk itu" Ucap Sosok yang menggandeng tangan April.

__ADS_1


April bingung,saat ini April sedang digandeng dengan sosok yang tak Ia ketahui.Dan kini ada satu makhluk lagi yang berdiam di depannya.


"Ayoo" Ucap Sosok yang menggandengnya.April ditarik untuk berlari melewati makhluk yang berdiam dikanan jalan.


April ikut berlari,tapi saat mereka berada didepan mkhluk yang diam tadi.Tiba-tiba makhluk itu bergerak menjatuhkan dirinya ditengah jalan dan menghalangi langkah April.


DUGG


"Astaga...Aku tak sengaja menendangnya" Pekik Aprik menutup mulutnya.


"Itu tak penting,entah itu manusia atau dedemit.Ayo lari" Ucap Sosok yang menggandeng April menariknya berlari.


April menoleh melihat makhluk yang tadi Ia tendang.Makluk itu bergerak mengusap kepalanya.April mengernyit heran menatapnya.


"Apa setan bisa merasakan sakit ya?" Gumam April heran.


"Akhirnya kita bisa keluar dari tempat terkutuk itu" Ucap sosok yang sejak tadi menggandeng lengan April.


"Lili?" Ucap April terkejut melihat sosok yang sejak tadi menggandengnya.


"Kenapa terkejud April?" Heran Lili menatap April.


"Ternyata yang sejak tadi menggandeng tanganku itu kamu?"


"Iya,memang kamu kira siapa?"


"Aku tak tau,aku tak bisa berfikir tadi.Aku sempat berfikir kalo yang menggandengku dedemit" Jawab April nyengir.


"Itu Kak Salim sudah menunggu kita" Sambung Lili menunjuk Kak Salim yang sedang berdiri dibawah pohon.


"Ahhh i-iya"


April dan lili berjalan menuju tempat berdirinya Kak Salim.


"Jadi bagaimana uji nyalinya?" Tanya Salim dengan tersenyum mengejek.


"Ohhhh...Sungguh sangat sangattt mengasyikann" Jawab Lili dengan muka yang dibuat buat.


"Ha ha ha...Ini akan jadi pengalaman pertama kalian berjelajah di kuburan tengah malam" Ucap Salim


"Tidak kok Kak.April sudah 2 kali jelajah melewati kuburan.Emmm,sebenarnya samping kuburan sih lebih repatnya.Yaa,seperti tadi" Jawab April yang sejak tadi diam.


"Oh benarkah? Berarti kamu sudah biasa dan tidak takut dong tadi?" Tanya Kak Salim.


"Emmm,sedikit takut sebenarnya.He he he" Jawab April tertawa.


"Katanya ini kali ke 3 kamu jelajah malam,kenapa masih takut?" Tanya Lili.


"Iya memang ini yang ke 3 kalinya.Tapi aku kan cuma perempuan yang berjalan sendirian di samping kuburan,pastilah aku takut Lili.Apalagi saat bambunya berayun tadi,aku sungguh sangat terkejud,sampai aku terjatuh dan kakiku terluka lagi" Ucap April memperlihatkan telapak kakinya yang tergores cukup dalam.Sedari tadi April berjalan dengan berjinjit-jinjit karena sakit.

__ADS_1


"Astaga aku tak tahu.Maaf ya sudah menarikmu berlari tadi,pasti kakimu sangat sakit saat berlari." Ucap Lili tak enak karena melihat kaki April yang terkuka.


"Kamu ini kenapa tak hati-hati April.Yang tadi jatuh diselokan saja masih basah lukanya.Eh,sekarang malah buat luka baru." Ucap Kak Salim menggelengkan kepala dengan wajah yang cemas melihat kaki April.


"It's ok No problem" Ucap April santai.


Saat asyik bercerita,Kak Wahyu datang mengendarai motornya.


"Ayo,April atau Lili yang bonceng saya?" Tanya Wahyu saat samlai dihadapan mereka.


"April denganku" Ucap Salim cepat mendahului Lili yang hendak berucap.


"Ahhh dasar Kak Salim mau modus" Ketus Lili.


"Biarkan saja,ayo lili" Ucap Kak Wahyu.


Wahyu dan Lili sudah menjauh,dan kini tersisa Apeil dan Salim yang masih berdiri ditempat.


"Emmm,kembali sekarang atau masih mau disini menunggu 2 orang yang dibelakang?" Tanya Salim memecah kecanggungan.


Sebenarnya April takut berduaan dengan Salim ditempat yang sepi dan tengah malam pula.April masih trauma dengan kejadian beberapa bulan lalu saat digudang sekolahan.


"Emm,lebih baik kota kembali kesekolahan sekarang.Tak baik kan jika oerempuan dan laki-laki berduaan ditempat yang sepi" Ucap April


"Ah iya kau benar,apalagi kita didekat kuburan.Pasti akan lebih banyak setannya." Ucao Salim menakut nakuti April


April bergidik mendengar ucapan Salim,April merapatkan diri kesamping Salim.Sedangkan Salim malah tersenyum melihat April mendekat ke arahnya.


"Ayo kita kembali"


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like Komen Vote serta Favorit ya Readerss


Dukung terus karyaku


Maaf ya bila banyak typo yang menghiasi

__ADS_1


selamat membaca


Happy readingg😍


__ADS_2