
"Iya Pak,April menerima perjodohan ini" Ucap April setelah lama berperang sengit dengan pikiran dan perasaannya.
"Apa kamu tertekan dengan perjodohan ini Pril? Bapak tak ingin kamu bersedih,jika kamu keberatan Bapak akan membatalkannya saja" Ucap Bapak menatap April sendu.
Mendengar perkataan Bapak,spontan April memandang wajah Bapak yang sedang menatapnya.April ingin mengatakan jika Ia keberatan,tapi Ia juga tak mau mengecewakan Bapak,apalagi kalau beneran dukun bertindak jika April menolak Andi.
"April gak papa kok Pak,April mau menerima lamaran Mas Andi" Jawab April dengan wajah yang dibuat meyakinkan,agar Bapak tak meragukan ucapan April.
"Baiklah,terimakasih ya Nak" Ucap Bapak sambil mengelus kepala April.
"Iya Pak"
"Kami tak ingin kamu salah pergaulan diluar sana.Setwlah ini Bapak akan tenang karena sudah ada Andi yang menjagamu" Ucap Bapak tersenyum menatap April.
"Kami hanya ingin yang terbaik untukmu Nak" Sambung Ibu.
"Iya Pak Buk April mengerti,tak akan ada orang tua yang ingin melihat anaknya kesusahan.Pasti orang tua akan berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya.Dan April percaya kalau pilihan Bapak dan Ibu tak akan keliru,InsyaAllah Mas Andi yang terbaik untuk April" Ucap April panjang lebar.
"Kalau begitu Bapak mau menelfon Ridwan dulu,mau mengabari kalau kamu menerima perjodohannya" Ucap Bapak.
Tuttt...tutttt...tutttt
Di nada sambung ketiga Ridwan mengangkat teleponnya yang berdering.
"Haloo Assalamualaikumm" Ucap Ridean disebrang telepon.
"Waalaikum salamm"
"Ada apa Di? Kamu meneleponku harus memberi kabar bahagia ya,aku tak mau ada kabar yang tak enak didengar" Ucap Ridwan blak-blakan.
"Ha ha ha...Tenang saja Wan,aku membawa kabar baik bagi kita semua" Jawab Bapak Hadi tertawa.
"Aku tahu apa maksudmu,pasti April menerima perjodohannya kan?" Ucap Ridwan optimis.
"Wah wah wahhh...Ternyata kamu sudah mengetahuinya" Jawab Hadi.
"Ha ha ha"
"Jadi kapan rombonganmu datang?" Tanya Hadi to the poin.
"Ternyata kau sangat tak sabaran untuk menjadi besanku Hadi,ha ha ha" Ucap Ridwan sembari tertawa-tawa.
"Bukannya begitu,aku hanya memastikan saja Wan"
"Baiklah baiklah..Kami beserta rombongan akan datang 3 hari lagi.Tapi bukan untuk melamar,lebih tepatnya silaturahmi terlebih dulu sebelum acara lamaran.Sekalian menentukan hari baik untuk lamarannya." Ucap Ridwan.
"Baiklah,3 hari lagi"
"Ya sudah aku tutup dulu,aku akan memberitahukan kabar bahagia ini pada yang lain" Ucap Ridwan hendak mematikan telepon.
"Baiklah,sampai bertemu 3 hari lagi calon besan" Canda Hadi.
"Ha ha ha....Iya sampai ketemu 3 hari lagi calon besan" Jawab Ridwan tak kalah jenaka.
"Wasalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalamm" Ucap Hadi lalu menutup panggilan teleponnya.
"3 hari lagi rombongan Ridwan datang,tapi bukan untuk lamaran,tapi untuk silaturahmi dan menentukan hari lamaran.Mungkin hanya beberapa orang saja yang ikut." Ucap Bapak menjelaskan memandang Ibu dan April yang sedari tadi menguping pembicaraan Bapak.
"Baiklah Pak,yasudah April mau mandi dulu ya" Ucap April beranjak pergi masuk ke kamar.
Karena sudah sore,April hendak mandi untuk menyegarkan tubuh dan otaknya.Seusai mandi,April mengenakan kaos berlengan pendek dan celana panjang bermotif koran yang sudah sobek sedikit dibagian ujung kakinya.
...🌻🌻🌻...
Sementara dikediaman Ridwan,Ridwan tengah menyampaikan kabar bahagia yang baru saja Ia peroleh.
"Ayah kelihatannya seneng banget,Ada apa?" Tanya Ibu penasaran,Ibu Risma yang baru selesai memasak duduk didekap Ayah Ridwan.
"Sebentar lagi kita punya mantu Bu" Ucap Ridwan semangat.
"Jadi April menerima dijodohkan dengan Andi Yah?"
"Iya Bu,barusan Hadi telpon kalau April menerima perjodohan ini.3 hari lagi kita kesana buat silaturahmi sambil menentukan tanggal lamarannya."
"3 hari? Apa gak terlalu cepat Yah?"
"Nggak lah bu,kan lebih cepat lebih baik"
"Apanya yang tiga hari lagi?" Tanya Andi yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Ayah Ridwan.
"Eh kamu sudah pulang And? Sini-sini duduk dulu !" Ucap Bapak dengan senyuman merekah.
"Ada apa sih?" Tanya Andi setelah duduk disamping Ayah Ridwan.
"April menerima perjodohannya!! 3 hari lagi kita kesana buat menentukan hari lamaran" Ucap Ayah Ridwan penuh semangat.
"Ohhh" Ucap Andi sok cuek,padahal hatinya bersorak sorak.
"Kok cuma oh? Kamu gak merasa seneng gitu?" Ucap Ibu Risma mengernyit.
"Bukannya kemarin kamu seneng saat rau mau dijodohkan dengan April? Tapi jenapa sekarang biasa saja?" Giliran Ayah Ridwan yang bertanya pada Andi.
Respon Andi yang biasa saja membuat kedua orang tuanya heran.
"Lalu Andi harus bagaimana? Teriak-teriak? Lompat-lompat gitu?" Ucap Andi mengangkat sati kakinya berjegang.
"Setidaknya tampakkan senyum diwajahmu yang menandakan kamu senang mendengar kabar baik ini And" Geram Ayah menatap sikap Andi.
Andi tersenyum terpaksa dengan wajah yang kaku Ia menampakkan giginya.Sangat jelas tergambar jika itu senyum yang dibuat-buat.
"Cihh" Ayah Ridwan berdih muak melihat tinggah Andi.
"Lalu aku harus bagaimana sih? Kalau mau aku senang,kita berangkat malam ini ke rumah April !! Gak usah nunggu-nunggu sampai 3 hari lagi !!" Ucap Andi tanpa memandang orang tuanya.
Ayah Ridwan dan Ibu Risma membelalak mendengar ucapan enteng Andi.Tak habis pikir dengan pemikirannya yang sangat abstrak itu.
"Apa kamu sudah gila And? Lihatt !! Sekarang sudah pukul 5 sore.Kita tak punya persiapan apapun untuk dibawa kerumah April.Lalu kau dengan entengnya bicara seperti itu? Apa kau mau kita kerumah April hanya lambaian tangan? Alias tak membawa apa-apa? Mau ditaroh mana muka Ayah dan Ibumu?" Ucap Ayah Ridwan menggerutu panjang lebar,tak menyangka dengan tingkah anaknya.
"Itu urusan gampang,biar Andi yang atur semuanya!! Selesai solat magrib kita langsung berangkat kerumah April" Ucap Andi santai lalu beranjak pergi ke kamar meninggalkan Ayah dan Ibu yang mematung.
__ADS_1
Andi menutup pintu kamar,senyuman yang sejak tadi Ia tahan kini mengembang sempurna.Detik berikutnya,Andi meloncat loncat kegirangan dengan tangan mengepal dan meninju keudara
"Yes yes yesss uhuyyy" Soraknya meninju angin
"Aprilll i'am cominggg...Ha ha ha"
"Ngapain kamu Andi? Sorak-sorak kayak orang gila,mana sambil loncat-loncat lagi" Ucap Ayah Ridwan yang berada di pintu,tangan Ayah masih memegang gagang pintu.
Sontak Andi diam mendengar suara Ayah dari balik punggungnya.Andi menoleh perlahan,Ia melihat Ayah sedang berdiri di tengah-tengah pintu dengan tangan memegang gagang pintu yang sudah terbuka sebagian itu.
Sialll,mampus aku,ketahuan kan. Batin Andi merutuki kebodohannya karena tak mengunci pintu kamar.
"Sejak tadi diam saja memasang wajah dingin,gikiran dikamar saat tak ada orang jingkrak-jingkrak tak karuan.Cihhh,malu sama umurr,sudah 32 tahun kelakuannya masih kayak anak SD yang baru menang lotre." Cibir Ayah menatap Andi yang hanya diam sembari menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
"He he he" Cengirnya lalu berjalan mendorong Ayah keluar dari kamar lalu mengunci pintunya.
"Dasar anak bandel,heii buka pintunya!! Ayah mau bicara!!" Teriak Ayah dibalik pintu,tangannya menggedor-gedor menuntut Andi agar segera membuka pintu.
"Ngomong apa lagi sih Yah? Ngomong saja,Andi dengerin kok dari sini." Ucap Andi di dalam kamar.
"Bocahh tengikkk...Yasudah,sebentar lagi magrib,kamu siap-siap lalu jemput kakungmu untuk diajak kerumah April" Ucap Ayah kesal lalu pergi mejauh dari depan kamar Andi.
Andi yang mendengar kangkah kaki Ayah menjauh segera berjalan keatas ranjang,dilemparkan tubuhnya ke ranjang dengan senyum mengembang.
JEDUGG
"Auuu" Ringis Andi mengusap belakang kepalanya yang terantuk sandaran ranjang.Karena terlalu bersemangat,Ia sampai tak memperhatikan jika terlalu minggir saat menjatuhkan tubuhnya.
"Aku padamu April" Gumam Andi dengan tangan yang masih setia mengelus kepalanya yang berdenyut.
.
.
.
.
.
.
Bersambungg....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa Like Komen Vote serta Favorot yah Readers.
Dukungan kalian adalah semangatku untuk menulis.
Semoga para Readers tercinta selalu diberikan kesehatan di musim pandemi ini.
jaga jarak,jaga imun dan tentunya jaga kuota😁😄
Agar tetap setia membaca cerita author.
__ADS_1
Salam sehat dari Authorr..
lavyuu😍😍