
"Fyuuhhhh...." April menyeka keringat yang membasahi pelipisnya.
"Memecah 10 butir kelapa ternyata sangat menguras tenaga.Badanku jadi lengket karena keringat.Habis ini aku mau mandi saja ah,sekalian istirahat sejenak." Gumam April.
"Febi mana Dek?" Tanya Mbak Ambar yang datang menghampiri April.
"Gak tau Mbak...Tadi sih bikin orderan,tapi sampai aku selesai mecah kelapa dan mengerok dagingnya.Febi sama sekali gak kembali." Adu April pada Mbak Ambar.Berharap mendapat sedikit pembelaan.
"Ohh yaudah biarin saja.Diakan anak baru." Ambar menggidikkan bahunya acuh.
"Tap---"
"Ckkk...Sudahlah,kebanyakan ngeluh kamu.Jadi orang itu harus pandai bersyukur." Ketus Ambar sinis menatap April.
"Hahh? Sedari awal semua pekerjaan berat aku yang ngelakuin Mbak..." Protes April membela diri..
"Cihhh..." Ambar hanya berdecih lalu meninggalkan April.
"Aku aku akuuu semuaa...Sekalian saja semua pada pulang,biar aku semua yang menghandel." Gerutu April kesal.
April melempar goloknya di pojokan.April menuju kamar mess hendak mengambil handuk dan peralatan mandi.
Pokoknya April harus mandi.Harus mandi sekarang,tak bisa diganggu gugat.April sudah tak tahan dengan bau badannya.
"Sepi nihh,cuman tinggal nunggu orang yang di dalem kamar mandi selesai." Gumam April yang sedang berdiri di ambang pintu mess.
April berjalan hendak duduk di tempat mengantri mandi.
Set set set....
Penuh sudah tempat duduknya oleh 5 orang.April ternganga berdiri mematung.
"Ba-bagaimana bisa seperti ituu...Tadi sepi,kenapa saat aku mau duduk langsung pada nyerobott..." Protes April cemberut.
"Ya bisa lah...Siapa cepat,dia dapat." Ucap Devi ketus.
"Lagian ini kan sudah jam 5...Biasanya Pramusaji kan sebelum jam 4 harus sudah selesai mandi semua.." April menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan balon.
"Suka-suka kita lah." Sambung Deli tak kalah ketus.
"Hiksss..." Batin April menangis lalu mendudukan oantatnya pada lantai yang dingin.
April menunggu antrian dengan rasa dongkol di hatinya.Tak seperti biasanya,Biasanya setiap orang yang mandi paling lama akan memakan waktu 10 menit saja.Karena jika terlalu lama akan digedor-gedor dari luar.
Antrian kali ini berbeda.Setiap orang mandi dengan waktu yang lama,20 menit setiap orangnya.
Sepertinya mereka memang mempersulitku.Tak ada sejarahnya mandi 20 menit per orangnya.Coba saja aku yang mandi selama itu.Mungkin pintunya sudah didobrak dari luar.
Batin April menggerutu.
Hingga selesai magrib April baru mendapat giliran untuk mandi.Yang lainnya sedang makan malam,sedangkan April malahan mandi di bagian terakhir.
Selesai mandi,April pun juga hendak makan.Perutnya sungguh lapar karena sudah bekerja keras seharian.Apalagi tadi April melihat menu makanan hari ini.Pecel,sungguh makanan yang menggugah selera untuk April.
Alangkah kecewanya April.Lauk sudah habis ludes hanya tersisa nasi dengan kecap.April menggigit sendoknya dengan kuatt.
Terpaksa April makan hanya menggunakan nasi dengan kecap yang di cecerkan pada atas nasinya.
"Sungguh tega kalian semua.Ada apa sih dengan hari ini? Kenapa semua seolah-olah menjahuiku? Apa karena mereka sudah tau jika aku sudah bertunangan?" Gumam April sembari menyuapkan nasi yang berwarna coklat.
Setelah makan Aprio mendekat ke arah tempat tukang es.Disana sudah ada Resa,Ambar dan febi yang sedang bersantai.Rumah Makan sepi,jadi semua karyawan bebas.
Tapi berselang 1 jam,tiba-tiba Rumah makan kedatangan tamu rombongan 25 orang.Dapur pun mulai mengepul lagi.
__ADS_1
"Prill kamu buat es cincau...."
"Prill kamu bikin es lemontea..."
"Prill bikinn soda gembira..."
"Prill bikin es teler.."
"Prill bikin es semar mendem..." Es dengan porsi besar untuk 3 orang.
"Aprill ambil galon cepetan...Galonya habis,cepat larii.Orderan banyak yang numpuk nih.." Teriak Ambar memaksa.
April April April.April bikin ini...April bikin itu...Semua saja limpahkan pada April.
April langsung berlari kebelakang mengambil galon air.
"Bismillahh...Huggg..." April mengangkat galon air itu.Lalu berlari ke depan dengan tangan yang memegang kuat galon air.
"Astagaa....Bakul es memang jiwa lelaki semua.Tadi siang April mengangkat panci gula yang berat sendirian.memecah 10 butir kelapa muda sendirian.Dan sekarang mengangkat galon air sambik berlari.Ck ck ck..." Mas Agung bergumam sembari melihat April.
"Hati-hati jangan sampai jatuh." Tegur Mas Tono.
"Nanti kalau jatuh galonnya pecah.Bisa rugi aku." Sambungnya lagi.
Ahhhh sungguh April sangat kesal mendengarnya.Difikir Mas Tono mengkhawatirkan keselamatan karyawannya.Ternyata malah mengkhawatirkan galon.
"Langsung buat es cokcin." Perintah Ambar lagi.
"Nih nota pesanan pegang.habis bikin cokcin nanti bikin es gunung pelangi sama es milkshake stoberi.Habis itu cek udah keluar semua belum minumannya." Pinta Resa tanpa senyum yang terukir.
April tak menjawab.Ia ikutan dongkol karena selalu disuruh-suruh hari ini.
April membuat 3 pesanan terakhir itu.Sedangkan yang lain malah sibuk duduk sembari mengurutkan nota orderan.
Pyarrrr.....
"April mecahin gelas Mas..." Jawab Ambar cepat
Sialan Mbak Ambar. Batin April kesal karena Ambar langsung bocor pada Bos.
"Maafkan saya Mas.Nanti gelasnya yang pecah saya ganti." Ucap April tak kalah lantang.
"Bersihin dulu sana." Pinta Ambar demgan ketus.
April lantas memunguti pecahan gelas yang berserakan.Lalu mengambil solatip untuk mencari pecahan gelas yang sangat kecil.
"Pakek acara mecahin gelas segala lagi.Ckkk kenapa sih hari ini kok sial banget." Gerutu April.
Semua tugas telah selesai,kini sudah pukul 8.30.
"Kalii...Kamu cek stok barang di gudang.Ini list-nya.Kalau ada barang yang habis atau tinggak sedikit langsung centang aja.Biar besok sekalian belanjanya." Ucap Mas PW menyodorkan selembar kertas dan juga bolpoin.
"Kenapa wajahmu masam? Gak mau ? " Tannya PW saat melihat wajah cemberut April.
"Saya ke gudang dulu." Ucap April sembari melangkah menuju gudang.
"Jangan sampai ada barang yang terlewat." Ingat Mas PW.
April tak menjawab karena sudah masuk ke dalam gudang.Di gudang April duduk di tumbukan kertas minyak sembari mengecek bahan-bahan.Dan tentunya sambil menggerutu juga.
"Aahhhh....Capek sekali hari ini..." Keluh April sembari meregangkan otot-ototnya.
April mengecek keseluruhan barang yang ada di gudang.Awalnya tak ada hal yang janggal.
__ADS_1
Tapi saat April tengah fokus menghitung.
Gludakk.....Gludakk.....Gubrakk....Gubrakk...
Terdengar bunyi grasak-grusuk dari arah tumpukan kardus.Gudang memang cukup luas,dan terletak di daerah paling pojok.Cahaya lampu pun hanya ada 1 di tengah-tengah.
Gresekkk....Gresekkk...
April menoleh,memicingkan mata melihat keadaan.
"Tikus apa ya?" Gumam April berspekulasi.
Gedebugg...
"Astagfirulloh."
Kardus berukuran sedang terjatuh tepat di belakang April.Terdapat cairan berwarna merah yang merembes melalui celah kardus.
"Ca-cairan apa itu? ." Otak April mulai treveling.
April hendak mendekat memeriksa,namun.
PET
Gelapp...Satu-satunya lampu yang berada digudang padam.
"Aaaaaaaaaaaa." Pekik April ketakutan.
.
.
.
Bersambung...
Haloo hai hai haii para readersskuuhh...
Gimana nihhh..Author sudah kibur 3 hari gak update,maaf ya...
Hari ini aku update lagi untuk mengurangi rasa rindu kalian.
Jangan lupa dukung aku terus yah..
Tetap berikan
Like
Komen
Vote
Serta Favorit untuk karya ini ya..
Satu like dan komentar kalian adalah semangatku untuk menuliss...
Dan terimakasih untuk readerss yang masih setia stay di cerita saya...
Semoga segala urusan kalian dimudahkan yang maha kuasaa...
Udah duku ya cuap-cuapnya...
Sehat selalu yahh..
__ADS_1
Dadahhh..
Happy Readingg😄