
Dikamar orang tua Andi, ternyata sepasang orang tua itu juga terjaga dari tidurnya. Karena mengejek Andi malam itu, Ayah juga ikut menginginkannya. Jadilah Ayah mengajak Ibu Risma untuk berolah raga malam pula.
Ceklekk...
Suara kompor terdengar sangat nyaring di tengah kesunyian dini hari.
" Itu siapa yang nyalain mompor jam 3 pagi Yah?" Ucap Ibu merinding.
" Hantu kali." Jawab Ayah asal dengan mata terpejam karena lelah.
Ibu langsung merapatkan tubuhnya ke Ayah.
" Coba cek dulu gih Yah, nanti takutnya si hantu gak tau cara matiin kompor. Kan bahaya Yah." Ucap Ibu Risma bergiduk ngeri.
" Udahh ayo tidur lagi aja Buk." Ayah langsung mengapit kepala Ibu di bawah ketiaknya.
" Ckk, bau kecut Yahh.." Sebal Ibu.
"He he hee... Maklum, kan habis olah raga malam Buk. " Cengir Ayah sambil menciumi ketiaknya sendiri.
Syoorrrr....Bunyi air di tuang dalam wadah.
" Yahh... Itu bunyi Apa lagi." Ibu semakin merinding takut.
" Udah deh Buk, ayo kita tidur saja. Ayah capek banget ini loh."
" Ta-tapi, tapi tapii...."
Ayah langsung menutup mulut Ibu dengan tangan.
"Udah diem, ayo tidur." Akhirnya Ibu diam dan tertidur.
" Dasar anak durhaka, bisa-bisanya berisik di jam segini." Gumam Ayah kesal.
Ayah tahu jika yang sedang berisik di dapur adalah anak sulungnya. Karena sudah jelas, saat Ayah akan ke kamar tadi malam. Tanpa sengaja, Ayah mendengar suara lucnut dari kamar sang anak.
Dan karena itulah, Ayah juga meminta jatahnya kepada Ibu. Tentunya karena tak mau kalah saing dengan Andi. Andi saja bisa, lalu kenapa Ayah tidak?.
Kembali lagi pada Andi dan April. Andi menurunkan April dengan perlahan di dalam kamar mandi.
" Sini Mas bantu buka gamisnya." Tawar Andi.
" Aku bisa sendiri Mas." Tolak April halus.
April masih malu jika Andi teeus memandanginya tanoa berkedip. Apalahi saat ini Ia tak memakai dalaman. Jika gamisnya dibuka, pastilah tubuhnya polos.
Aandi tak menggubris, Andi tetap membantu April melepaskan pakaiannya. Diletakkan bajunya dan baju April ke keranjang kotor.
" Apa kamu mau berendam?" Tanya Andi.
__ADS_1
" Dimana?" Tanya April bingung.
Pasalnya dikamar mandi hanya ada bak mandi berukuran 150 cm × 70 cm dan satu ember plastik yang berukuran lumayan besar.Ember yang digunakan Andi untuk menampung air hangat adalah ember yang biasanya digunakan April untuk mencuci.
" Ya di ember ini lah Dek, masak mau berendam di dalam bak mandi." Kekeh Andi mengacak rambut April gemas.
" Mana muat lah Mas, Mas pikir aku anak usia 3 tahun apa?"
" Masak gak muat sih ? Badanmu kan kecil mungil." Andi menoel hidung April.
" Ya sudah kita mandi pakai gayung saja." Sambung Andi.
"Jangan lupa niat mandi junub Mas." Ucap April mengingatkan.
" Iya sayangg..."
Andi dan April menucaokan niat dalam hati mereka masing -masing. Dibarengi dengan siraman air mulai dari badan bagian kanan.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala.
Artinya:
"Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardhu kerena Allah Ta'ala."
Andi dan April saling menggosok dan memberi pijatan- pijatan kecil. Membuat tubuh mereka rileks dengan guyuran air hangat.
April menolak, April lebih memilih berjalan sendiri. Karena sakit du daerah intinya sudah sesikit berkurang karena guyuran air hangat tadi.
Ceklekk...
Pintu kamar mandi terbuka, April dan Andi menyembul keluar. Andi dan April sudah memakai pakaian lengkap. Ada handuk kecil yang tersampir di pundak Andi.
" Eeemmm.." Dehem Ardi kikuk.
Andi dan April langaung tegang, bagai maling yang tertangkap basah.
" Kalian ngapain mandi jam 3 pagi?" Tanya Ardi yang otaknya masih loading.
Andi yang sadar jika sang istri tak menggunakan jilban dan niqobnya pun langung menyambar handuk di pundaknya. Dengan cepat, Andi membentangkan handuknya lalu menutupi seluruh kepala April.
Andi tak ingin jika aurat istrinya dilihat oleh Ardi. Ardi adalah orang lain di rumah ini, bukan mahrom jika Ia melihat aurat April.
" Jangan lihat kesini." Posesif Andi sembari mengapit kepala April.
Menyembunyikan kepala April di dalam balutan handuk.
" Aku gak bisa lihat Mas." Gumam April tak jelas karena mulut yang terhalang handuk.
__ADS_1
" Biarin, ada Ardi di sini, nangi dia lihat aurat kamu kan bahaya."
Ardi yang masih dalam keadaan setengaj sadar pun cengo. Ia hanya diam menatap bengong ke arah Andi.
" Mas ngapain sih ? Itu kenapa Mbak April di apit di ketiak?"
" Eeiittt... Jangan lihat ke sini dan gak usah banyak tanya ! Pergi sana !!" Galak Andi.
Ardi berlalu menuju ruang makan. Ardi yang terbangun karena tenggorokannya kering pun dengan malas keluar dari kamar untuk menyegarkan dahaganya. Tapi tanpa disangka, Ia malah berpapasan dengan Andi dan April yang beraikap aneh.
Setelah minum, pikiran Ardi mulai jernih.
" Ngapain Mas Andi mandi bareng di pagi-pagi buta seperti ini?" Gumamnya berfikir keras.
Sesaat matanya melotot, " Cihh, pasti habis unboxing." Sinisnya setelah sadar.
Jika dipikir-pikir, mana ada orang normal yang akan mandi di jam 3 pagi.
Sedangkan Andi langsung menarik Aprik berjalan cepat ke dalam kamar. April yang matanya terhalang handuk pun hanya mengikugi tarikan sang suami yang menuntunnya.
Sesampainya dikamar, Andi langsung menutup dan mengunci pintu. Di bukanya handuk yang membungkus kepala April.
" Huhhh... Pengap Mas." Keluh April.
" Lebih milih pengap sebentar atau dosa jika auratmu kelihatan?" Tanya Andi .
" Ya pilih pengap sebentar lah Mas."
"Lagian sih, tadi aku mau pakai jilbab sama niqob saat mau keluar gak Mas bolehin. Jadi gini kan, ketemu sama Ardi di luar." Sungut April.
" Mana Mas tau kalau bocah tengil itu bangun. Biasanya kan dia kalau tidur bangunnya siang terus." Andi membela diri.
April masih cemberut, " Sakit nihh, Mas narik aku, jalannya cepet banget." Ringis April yang kembali merasakan perih.
" Aduh sayangg, maafin Mas yaa." Ucap Andi sembari mengelus kepala April.
" Sini Mas lihat atau mau Mas elusin?" Tanya Andi menggoda.
" Maunya.." Sinis April dengan tatapan tajam..
.
.
... Bersambung......
... Hai hai haiii...
... Jangan lupa like komen vote serta favorit dam berikan hadiah bunga atau kopi kopi yahh.....
__ADS_1
... Terimakasihh.. Happy reading.....
... Babayyy......