
" Waktu itu kamu baru berusia 2 tahun. Saya baru saja lulus sekolah kedokteran. Saya magang di Rumah Sakit X. Di hari terakhir saya magang,saya bertemu dengan Ibumu,Sari." Ucap Toni dengan menunduk.
" Awalnya saya tak sadar jika itu sari. Saat itu saya hanya menjalankan tugas saya sebagai dokter. Sari yang panik karena April sakit pun juga tak menyadari jika itu saya."
"Saat saya membaca data pasien. Saya membaca jika nama orang tua dari anak itu adalah Sari. Saya menelisik wajah Sari,ternyata memang benar.Wanita didepan saga yang membawa bayi berusia 2 tahun itu adalah Sari."
Toni mengangkat wajahnya menatap April.
# Flashback on
" Sa-sarii ?? A-apa benar itu kamu?" Ucap Toni tergagap.
Sari yang awalnya sedang menimang anaknya yang sedang menangis langsung diam menatap Toni.
" Ka-kamuu.."
Toni dapat melihat jika Sari mengeratkan gendongan pada bayinya. Seolah berkata,bayi ini milikku bukan milikmu.
Sontak Toni langsung memandangi bocah berusia dua tahun yang berada di dekapan Sari.
" A-apakah diaa--?"
" Bukan. Dia bukan anak hasil kelakuan tak bermoral kalian. Ini anakku !! Anakku sendiri !! " Sari histeris langsung bangkit berdiri dan berlari meninggalkan Toni.
Toni yang spicles malah mematimubg di tempat. Setelah sadar,Toni buru-buru mengejàr Sari. Namun sayang,Toni sudah tak menemukan keberadaan Sari.
" Matanya... Mata anak itu seperti--" Gumam Toni.
" Dokterr... Anda dipanggil ke ruangan pemilik Rumah sakit sekarang." Panggil suster
# Maaaf,othor gak tahu apa sebutan untuk pimpinan rumah sakit😂.
" Ahh... saya?" Tanya Toni terkejud.
" Iya Dokter... Sepertinya untuk menyerahkan surat penempatan kerja." Ucap Suster.
" Iya iya baiklah."
Toni masih memandangi sekeliling,berhrap dapat menemulan keberadaan Sari.
#Flashback off.
" Setelah itu,saya langsung ditugaskan untuk bekerja di Rumah Sakit yang berada di Kota Y. Saya kembali di kota X ini 7 tahun kemudian. Dan selama itu pula saya tak pernah lagi melihat keberadaan Sari." Ucap Toni.
__ADS_1
" Karena Sari telah meninggal 4 tahun setelah bertemu denganmu. Sari meninggal di usia April yang menginjak 6 tahun." Ucap Ibu nanar.
" Kenapa selama itu kau tak pernah mempunyai rasa tanggung jawab dengan mencari keberadaan Sari?" Tanya Bapak.
" Saya sudah mencarinya,bahkan saya bertanya pada Siska dan Wina. Tapi Wina memberikan alamat palsu pada saya.Hingga akhirnya masa tugas saya di kota Y selesai,dan saya kembali ke sini."
" Laluu..... Lalu.."
" Lalu Anda bertemu saya di Rumah Makan." Potong April menattap Toni lekat.
"Benar." Lirih Toni
"Jadi karena hal ini ,Bapak bersikap baik pada saya selama di Rumah Makan?"
" Jadi saat Anda Bertemu saya,Anda sudah tau jika saya anak Anda?" Cecar April lirih namun tegas.
" Tidakk....Awalnya saya tak tahu jika kamu anakku.Tapii,saat pertama kali menatapmu,wajahmu mengingatkanku pada Sari. Kau sangat mirip dengan Sari."Jelas Toni.
"Dan hal yang membuatku berfikir kamu adalah anakku itu karena matamu." Ucap Toni.
" Mata ini..." Gumam April memejam. Mata April memang istimewa bagi orang yang memeperhatikannya.
Netra April berwaena coklat cerah,dengan titik hitam /tahi lalat kecil yang berada di area yang berwaena putih.
Tak banyak yang menyadari hal itu. Karena seperti yang kalian tahu. April adalah orang yang tak memiliki kawan,jadi tak ada orang yang memperhatikannya sedetail itu.
" Sama..." Lirih April menatap lekat manik coklat Toni.
"Benar,mata kita sama. Mata kita adalah gen keturunan. Setiap keluarga saya memiliki warna mata yang sama. Selama ini saya menutupinya dengan soflen hitam karena sewaktu sekolah saya selalu di bulli karena memiliki warna mata yang berbeda.Dan Ini adalah soflen minus. Saya memakai kaca mata hany untuk menghindari debu."
" Karena mata itulah,saya benar-benar yakin jika kamu adalah anakkku. Karena dari ke 3 temanku yang lainnya tak ada yang memiliki warna mata seperti dirimu."
" Untuk menguatkan spekulasi saya. Saya menguji sempel darahmu di labolatorium. Setelah di lakukan tes DNA,ternyata data antara saya dan kamu memiliki kecocokan 98%. Dan itu artinya kamu memang benar-benar anak saya." Jelas Toni panjang lebar.
" Walaupun terdapat 4 benih yang tertanam di rahim Sari. Tapi ternyata benih dari saya lah yang berada di tubuhmu." Sambung Toni
" Bagaimana Anda bisa mendapatkan sempel darah saya?" Tanya April tak ingin ditipu.
" Waktu tanganmu terluka terkena pecahan gelas. Saat itu aku sengaja menyenggol gelasnya hingga jatuh dan pecah."
#Jika masih ada yang bingung atau lupa,bisa buka kembali di part 104.
Ingatan April langsung memmutar kejadian itu lagi. Dan benar,April ingat jika saat itu,Toni lah yang mengobati lukanya.
__ADS_1
"Kenapa Anda tak langsung mengatakan hal yang sejujurnya pada saya? Kenapa baru sekarangg? Kenapa?" Ucap April kecewa.
" Saya... sayaa... Saya kembali menjadi laki-laki yang pengecut. Saya memang pantas di bilang pecundang. Saya,saya takut untuk jujur padamu. Saya takut jika kamu kecewa dan menjauhi saya."
" Saya tak ingin kamu pergi lagi dari hidup saya. Saya senang berada di dekatmu Nak,walaupun kamu tak tahu jika saya adalah Ayah kandungmu."
" Tapi dengan begitu,anda malah semakin menyakiti saya."
" Jadi ini alasan dibalik semua sikap baik anda. Awalnya saya heran dengan anda yang selalu baik pada saya,padahal anda baru mengenal saya 2 bulan yang lalu. Tapi saat itu saya tepis pikiran buruk yang ada di dalam pikiran saya.karena saya merasa ketulusan di setian ke baikan anda."
" Tapi sekarang saya paham. Ternyata kebaikan anda tak lebih dari rada bersalah dan penyesalan belaka." Ucap April dengan pandangan kosong. Air matanya masih senantiasa mengalir membasahi pipinya.
"Ayah menyayangimu nak..." Lirih Toni tak bisa berkata. Toni memeluk tubuh April.
Memang benar apa yang dikatakan April. Selama 17 tahun Toni dihantui rasa bersalah. Toni meras ada suatu hal yang membuatnya selalu mengingat kejadian itu. Kini semuanya jelas,ternyata kehadiran April lah yang membuatnya memiliki keterikatan.
Setelah kejadian itu,Toni benar-benar selalu terbayang kondisi terakhir Sari. Lalu ditambah lagi,setaun setelah kejadian itu. Hal serupa juga terjadi pada adik kandungnya sendiri.
Adik kesayangannya harus mengalami gangguan kejiwaan karena kasus pelecehan seksual,kekerasan fisik serta pemerkosaan beramai-ramai.
Sudah beberapa kali Adiknya hendak bunuh diri. Tapi selalu gagal karena keluarga Toni yang cepat bertindak.
Melihat itu,Toni sadar. Toni mulai berubah dan hidup dengan baik. Toni memilih sekolah jurusan kedokteran,Toni ingin melupakan rasa bersalahnya demgan membantu banyak orang.
Tapi ternyata,profesi ini lah yang membiatnya dapat bertemu dengan anaknya yang sudah 17 tahun terpisah darinya.
Toni memang pernah menikah,namun kandas karena Istrinya selingkuh. Lalu Toni memutuskan untuk menduda hingga kini. Toni adalah duda dengan 1 oramg anak laki-laki.
" Anda jahatt... Pak Toni sungguh jahat. Ayahh sangat jahat." April berucap dengan tangis yang semakin kencang. Tangannya memukul dada Toni yang mendekapnya.
" Ayah membiarkan Ibu dan aku hidup menderitaa. Ayah jahatt... Ayah sangat jahat. Huuuuuuu"
Dalam hati April,Ia sangat senang dapat bertemu Ayahnya,namun mengingat semua luka,April sangat kecewa dengan Ayahnya.
" Iya... Benar,aku Ayahmu. Panggil aku Ayah Nak.Terima kasih karena sudah mau memanggiku Ayah Nak..." Ucap Toni terharu.
Toni dapat melihat jelas raut kekecewaan dari sorot mata April. Namun April maih mau mengakuinya sebagai Ayah.Bahkan April masih sudi memanggilnya dengan sebutan Ayah,setelah segala rasa sakit yang ditorehkannya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.