
April sampai dirumah pukul 3 sore hari.April langsung mendekat ke Ibu dan Bapaknya yang sedang menata meja belajar Mira.
"Baru pulang Pril?" Tanya Bapak.
"Emmm...Iya Pak."
"Ada apa?" Tanya Bapak yang sepertinya tahu apa yang difikirkan April.
"Emmm...A-April boleh kerja gak Pak?"
"Dimana?"
"Kalau April melamar kerja di pabrik kota boleh gak Pak?"
"Kenapa harus cari kerja yang jauh? Kamu tinggal 4 bulan lagi akan menikah April." Bapak menghentikan aktifitasnya lalu memandang April.
"I-iya Pak...Tapi ada yang mengajak April untuk melamar kerja di sana,gajinya besar Pak.Sebulan bisa dapat 3 juta kalau lembur terus." Jelas April yang sangat terlihat tertarik dengan pekerjaan itu.
"Kamu gak mau cari kerja di daerah sini dulu Nak? 4 bulan itu hanya sebentar,nanggung kalau kamu mau kerja ditempat yang jauh." Ibu memberi nasehat pada April.
April pun termenung mendengar ucapan Ibu.
"Kan kamu bisa cari kerja di daerah sini yang bisa berangkat pagi pulang sore." Sambung Ibu lagi.
"Emm...Kalau April melamar di rumah makan Lidah Desa boleh? Hanya butuh waktu 25 menit perjalanan saja." Jelas April yang akhirnya beralih meminta izin melamar kerja di rumah makan.
"Coba jelaskan Nak!" Bapak kembali berbicara.
"Gajinya selama Training 900 ribu perbulan.Trainingnya selama 3 bulan.Setelah selesai training,gajinya akan menjadi 1.400.000. dan dapat 4 kali cuti selama sebulan.Masuk pukul 10 dan pulangnya malam sekitar jam 10 malam juga.Tidak ada sistem pergantian sift." April menjelaskan sejelas-jelasnya pada kedua orang tuanya.
"Nah itu juga ada kan kerjaan yang dekat,jadi kamu gak perlu ngekos." Ucap Bapak seperti memberi iziin.
"Apa gak ada yang pulangnya sore saja Nak? Ibu khawatir kalo kamu pulang malam-malam sendirian." Ucap Ibu protes.
"Vani juga sudah melamar disana kok Bu,bahkan sudah diterima."
"Yasudah terserah kamu saja mau pilih yang mana.Kalau kamu mau pilih yang di kota silahkan,tapi semuanya tanggung sendiri.Kalau kamu pilih yang di rumah makan ya silahkan juga." Ucap Ibu kemudian.
April sangat bingung saat ini.Hatinya ingin ke pabrik yang gajinya besar.Tapi Ia tak siap dengan resiko jika harus berjauhan dengan keluarganya.Kalau dipikir-pikir,April harus menyewa kamar kos yang gak murah.Mikir uang buat makan sehari-hari dan melakukan segala sesuatu sendiri.
Kalau pilih yang di rumah makan.Sebenarnya April tak perlu memikirkan soal uang makan.Tak perlu memikirkan biaya kos.April cukup modal bensin saja untuk pulang pergi.
"Hahhhh..." April menghela nafas berat,bingung.
"Semua terserah padamu...Aku begini adanya...Ku hormati keputusanmu...Apapun yang akan kau pilihkan... ." Bapak bernyanyi.Nada nya pun seakan mewakili perasaan Baoak dan Ibu.
"Yaudah April mau daftar kan lamaran kerja ke rumah makan sekarang." Ucao April tiba-tiba dengan hati yang masih bimbang.
"Baiklah."
April buru-buru mengganti baju,menyambar tas punggung dan memasukkan map coklat berisi data diri dan surat lamarannya.
"Huhhh...Sudah jam setengah 4,semoga keburu deh." Gumam April terlihat gusar.
📤 Van...Aku otw ke rumahmu.Antar aku untuk mengirimkan lamarannya ke rumah makan tempatmu melamar juga.Jam segini masih bisa kan?.
April mengirim pesan pada Vani terlebih dahulu.Memastikan apakah Vani bisa atau tidak.Pasalnya hanya Vani yang tau tempatnya.
📥 Bisa saja sih,bisa kirim lamaran selama rumah makannya masih buka kok.
📤 kita berangkat sekarang yah? *Kamu bisa kan?
📥*Siapp...Selalu bisa dong
*📤Aku otw sekarang,kamu siap-siap.Aku sampai sana kamu audah harus siap dan kita langsung berangkat.
📥*Iya iya bawell.
📤Ok...Meluncurr.
__ADS_1
April memasukkan ponselnya ke dalam tas punggungnya lalu bergegas berangkat,takut kesorean.
.
.
"Prill..."
"Haa?"
Kini April dan Vani sydah berada diperjalanan menuju rumah makan itu berada.
"Kok mendung yah?" Ucap Vani yang tengah duduk dibelakang April.
"Iya Van...Semoga saja gak hujan yah."
"iya"
TIK TIK TIK
"Yah yah yahh...Hujan Van,hujan." Pekik April panik merasakan tetesan hujan yang menimoa badannya.
"Aaahhh...Baru aja bilang jangan hujan dulu.Eh,malah langsung turun aja nih ujan." Gerutu Vani kesal.
"Ujannya makin deras nih Van...Kita neduh dulu ya!"
"Iya ayo kita cari tempat berteduh dulu Pril."
"Itu didepan ada bank,banyak juga yang neduh disana."
April segera membelokkan motornya di area parkir bank tersebut.Lalu mereka segera berlari ke teras Bank yang sudah penuh dengan orang yang sedang meneduh juga.
"Padahal hanya tinggal deket aja tempatnya.Cuma tinggal loncat 5 ruko saja." Gerutu Vani kesal sambil mengelap bajunya yang sedikit basah.
"Udah sii jangan ngedumel mulu.Dilihatin banyak orang noh,gak malu lu?"
Vani pun jadi canggung,Ia memganggukkan keoalanya dengan tersenyum kaku seolah meminta maaf pada orang-orang disekitarnya.
"Kenapa gak bioang dari tadi kalau aku dilihatin banyak orang sih Pril." Vani menyikut lengan April dan berbicara dengan berbisik.
April hanya memutar bola matanya malas.
"Udah agak reda nih,kita trabas aja yok Pril.Deket kok dari sini."
"Seriusan? "
"Iya ayo..."
Akhirnya April dan Vani pun melanjutkan perjalannan dengan hujan yang masih gerimis.Mereka pun sampai ditempat yang dituju.
"Ini diserahin kemana Van lamarannya?" Tanya April yang saat ini tengah berada diparkiran rumah makan tersebut.
"Ituu berikan saja ke mbak-mbk kasirnya !"
April pun berjalan menuju kasir seperti perintah Vani.
"Emm mbak...Mau melamar pekerjaan."
"Oh iya Dek,mana surat lamarannya?" Tanya Mbk oenjaga kasir dengan ramahnya.
"Ini Mbak" April menyerahkan map coklat kepada oenjaga kasir tersebut.
"Nanti saya sampaikan ke manager yah Dek.Nanti tunggu panggilan untuk intervie yah."
"Baiklah Mbk...Permisi."Pamit April.
"Udah?" tanya Vani yang melihat April berjalan ke arah parkiran.
"Udah..Yok pulang."
__ADS_1
Mereka pun pulang dengan keadaan hujan yang masih gerimis itu.Kini gantian Vani yang menjadi supir.
"Kita lewat jalan tikus aja yah Pril.Jalan sini satu arah,kalau kita muter kejauhan."
"Terserah kamu aja Van.Aku kan gak tau jalan daerah sini."
"Ok deh...Serahkan saja pada Vani si ratu nyasar."
"Yahh,jangan disasarin dong."
"Gak kok...Cuma bercanda."
"Van...Ujannya makin deres nih."
"Iya nih Pril...Dideoan ada masjid,kita neduh dulu disana yah."
"Iya iya"
Sampailah mereka dimasjid.Vani dan April duduk diteras masjid menunggu hujan sedikit reda.
Vani dan April membuka ponselnya masing-masing untuk mengurangi kejenuhan.
"Eh Pril Aprill..." Pekik Vani tiba-tiba yang mengejudkan April.
"Apaan sih Van,lagi dimasjid nih,jangan teriak-teriak !"
" Sorry Sorry...Ini aku di chat sama manager rumah makannya." Ucap Vani antuias.
"Di chat apaan sih? Heboh bener?"
"Tadi aku chat ke menegernya kalau temenku ada yang mau melamar kerja.Nah ini dia chat tanya siapa nama temenku yang melamar tadi."
"Terus-terus?"
"Ya kujawab namau lah...Terus kita disuruh ke sana lagi sekarang.Kamu mau diinterview sekarang nih."
"Beneran loh Van? Gak bohong kan?" April seakan tak percaya.Pasalnya Vani menunggu 3 hari untuk dioanggil interview.Dan sekarang belum genap 1 jam April pergi sudah disuruh kembali untuk di interview langsung.
"Iya ayok buruan."
"Ayo-ayo..."
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa
Like
Komen
Voter
Serta
Favorit yah para readerss
Mohon maaf jika banyak penulisan yang keliru alias typo.
Happy reading🤗
__ADS_1