
April melirik jam sudah pukul 7 malam.April membereskan buku buku yang berserakan dimeja belajar.Semua PR sudah dikerjakan,termasuk PR fisika yang memeras otak April untuk berfikir menemukan jawaban soal soal yang penuh angka dan rumus itu.
Dilihat ponselnya menyala,menandakan ada pesan masuk dari aplikasi hijau itu.Ponsel April masih jadul,sinyalnya pun masih 3G.Tapi tak apa,setidaknya April masih punya hp untuk membantunya mencari jawaban di google.
Terdapat pesan masuk dari Vani,kawannya dari Smp.Awalnya Vani tak akan melanjutkan sekolah sma,tapi April selalu membujuk Vani untuk ikut sekolah di tempatnya bersekolah,karena disini bebas uang gedung dan tiap bulannya hanya membayar 25.000 ribu untuk uang sppnya.Bagi orang yang kurang mamapu,sekolah disini adalah pilihan yang tepat.
April membuka pesan dari Vani,
-*P*ril besok berangkat sekolah sama aku ya,kamu pasti masih takut naik motor kan?.
-A**pa tidak merepotkanmu van**?
-*A*hh,santai saja,lagian kan aku melewati rumahmu kalo berangkat sekolah,jadi sekalian saja ya.
-B****aiklah
-*O*k,besok kujemput jam setengah 7 ya,aku sampai dirumahmu kamu harus sudah siap loh ya.Besok kan upacara,aku gak mau telat trus dihukum gara gara telat..ha ha ha😋
-I**iyaaa Vanii yang cerewettt😉**
-Ihhh,yaudah deh aku mau nonton drakor dulu.😋
April tersenyum membaca balasan dari Vani.
April beda kelas dengan Vani,tapi biasanya kita akan janjian di parkiran sekolah untuk pulang bersama.Vani kawan yang baik,tapi semenjak kita beda kelas hubungan pertemanan kami jadi sedikit berbeda.Vani memiliki kawan baru di kelasnya.Kemana mana selalu ber 6.Tapi terkadang dia juga meminta April untuk bergabung dengannya.
April memaklumi,mungkin memang hanya April sendiri yang tak memiliki kelompok pertemanan.
April putuskan untuk tidur lebih awal,karena Ia sangat mengantuk.Terlebih lagi matanya yang bengkak karena menangis tadi pagi membuatnya ingin memejamkan mata lebih awal.
.
.
.
"Duhh Vani mana sihh,katanya jam setengah 7 udah mau jemput,ini udah jam 7 kurang seperempat masih belum dateng juga" Ucap April kesal melirik jam ditangannya.
__ADS_1
"Kok Kakak tumben belum berangkat?" Tanya Mira yang sudah bersiap berangkat sekolah diantar Ibu.
"Bentar lagi Dek,Kakak masih nunggu jemputan Vani" Jawab April.
"Kenapa nggak naik motor sendiri,kan tadi sore motornya udah diambil dari bengkel Pril" Kata Ibu.
"Emmmm,April masih takut naik motor sendiri Bu.Kebetulan tadi malam Vani juga nawarin mau jemput April jadi,April nebeng saja sama Vani" Jawab April.
"Ini udah siang loh Kak,apa mau bareng sama Adek aja?Nanti biar diantar Ibu sekalian Kak..! Boleh kan Bu?" Kata Mira.
"Iya,gimana?mau bareng apa tidak?" Tanya Ibu.
Saat April hendak menjawab Ibu,April dikejutkan dengan bunyi klakson Vani yang datang tiba tiba.
"Maaf maaf aku telat he he he" Ucap Vani tanpa rasa bersalah.
"Katanya jam setengah 7,nah ini udah jam 7 kurang 20 menit Van kamu baru datang" Ucap April kesal.
"Ya maap,tadi aku bangun kesiangan gara gara semalem maraton nonton drakor he he he" Jawab Vani sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ayok berangkat,udah siang nanti telat" Kata Vani.
"Kalo telat ya gara gara kamu lah Van" Kata April kesal lalu naik membonceng motor Vani.
Vani menjalankan motornya dengan sedikit cepat karena tinggal 20 menit lagi pasti upacara akan segera dimulai.
"Emmm Van,jangan lewat jalan yang kemaren aku jatuh ya" Ucap April,April masih tak ingin melewati jalan itu.
"Oh ok,kalo gitu kita lewat jalan yang satunya aja" Jawab Vani mengerti April
"Hmm" Jawab April.
"Maaf ya kemarin aku gak tau kalo kamu abis kecelakan,aku baru tau pas abis pulang ekstra kemarin.Tapi kamu gak papa kan?" Ucap Vani tak enak hati.
"Iya gakpapa,aku cuma lecet dikit tapi motorku yang rusak sampai habis 400 lebih" Jelas April.April teringat bagaimana Ia membunuh celengan ayamnya kemarin..hikss.
"Alahh,gakpapa yang penting kamu selamat.Tapi,kemarin kamu pulangnya gimana?" Tanya Vani.
__ADS_1
"Aku jalan kaki" Jawab April datar.
"Kalo kemarin aku nggak ada ekstra kamu bisa nebeng aku,maaf ya" Ucap Vani.
"Gara gara pulang jalan kaki,aku dikejar kejar sama orang gila yang sering duduk di depan sekolah tauu"Kata April mengadu.
"Pfttt,serius kamu?Terus gimana?" Tanya Vani menahan tawa.Vani masih fokus mengemudikan motornya hanya melirik ekspresiku dari kaca sepion.
"Awalnya aku dilemparin kecoa trus aku lari eh nabrak Bapak Bapak yang lagi bawa bambu trus bambunya menghantam punggungku sampai aku jatoh ke lubang selokan" Jawab April manyun mengingat kejadian memalukan itu.
"Bwahahahha kasian sekali kamu ha ha ha" Ucap Vani menertawakan April.
"Mana jatohnya gak estetik lagi,bajuku kotor semua kena air selokan,trus dikatain orang gila sama orang gila beneran" Kesal April.
"Bwahahahahah..eh eh eh" Tawa Vani sambil menutup mulut dengan satu tangan sampai motornya oleng..
"Eh ati ati dong,jangan ketawa mulu Van.Aku gak mau jatoh lagi" Kata April mengeratkan pegangannya.
"Iya iya,habisnya lucu sii ha ha ha" Ucap Vani yang masih setia dengan tawanya.
"Udah ah cepetan,5 menit lagi upacara mau mulai" Ucap April sambil melihat jam.
"Asyaapp" Ucap Vani menambah kecepatan motor.
.
.
.
.
.
.
Bersambunggg.....
__ADS_1