
Sedangkan Andi yang berbahagia karena pesannya dibalas oleh April sampai senyum-senyum sendiri sambil menggenggam erat ponselnya.
"Yes...Dibalas April,dibalas April" Ucap Andi bahagia sembari menggoyang-goyangkan tangannya ke kanan dan ke kiri.
"Ehemm" Dehem Ardi Adik sepupunya Andi.
Ardi adalah anak dari tantenya,Ardi memang sudah dianggap seperti anak kandung bagi Bu Risma dan Pak Ridwan.Sejak kecil Ardi memang sudah tinggal bersama Andi.Andi pun sudah menganggap Ardi sebagai Adiknya,karena Andi anak tunggal,jadi Ia dengan senang hati menganggap Ardi sebagai Adiknya.
Ibu Ardi adalah Adik dari Ibu Risma.Karena kedua orang tua Ardi bercerai saat Ardi berusia 10 tahun.Ibu Ardi menikah lagi dan Ayah Ardi pun sama.Ardi ditinggalkan begitu daja dan tak diurus.Jadi dengan berbaik hati,Bu Risma dan Ayah Ridwan mengangkat Ardi sebagai anaknya.Usia Andi dan Ardi terpaut 10 tahun.
"Gak usah lebay kali Mas!" Ucap Ardi melihat tingkah konyol Kakaknya itu.
"Upss...Ternyata kamu masih disini Ar? Mas kira kamu sudah balik ke kamarmu" Ucap Andi dengan gaya canggung karena ketahuan bertingkah seperti bocah yang kesenangan mendapat permen lolipop.
"Hemm" Ucap Ardi cuek memitar bola matanya malas.
"Jadi...jadi...Jadi ka-kamu sejak tadi lihat semuamya?" Tanya Andi dengan paniknya.
"Hmm"
"Seriusan Ar?"
"Iya Mass....Tadi mas balas pesan sambil senyum-senyum ga jelas.Kalau ada pesan masuk,Mas seneng banget sampai- sampai gigit-gigit ponselnya" Jelas Ardi.
Mati aku,mau ditaroh mana mukaku ya Tuhann;( . Batin Andi meringis malu.
"Ya sudah aku kekamar dulu kalo sudah gak ada hal Lain lagi" Ucap Ardi cuek tanpa memperdulikan Masnya yang salah tingkah itu.
Andi hanya diam saja menatap Ardi yang melangkah keluar dari kamarnya.
"Tolong tutup pintunya" Ucap Andi Datar dengan mata kosong menatap lurus kedepan.
Krieetttt,jeblass.Ardi menutup pintu kamar Andi dengan sedikit keras.
Andi yang masih berdiri bertumpu pada lututnya kini menjatuhkan diri ke ranjang empuknya.
"Andi bodohh bodoh bodoh" Gerutu Andi memukuli kepalanya sendiri.
"Bisa-bisanya lupa kalau Ardi masih ada dikamar ini" Ucapnya sambil mengetuk-ngetuk dahinya.
"Hahh"
"Biarkan saja lah,sudah terlanjur juga.Yang penting sekaramg sudah bisa chatingan sama April" Ucap Andi girang.
Flashback On
Setelah pulang dari rumah April,Andi langsung bergegas menuju kamar Ardi.Andi mengetuk-ngetuk pintu kamar Ardi dengan tak sabaran.
"Ar....Arr!!" Andi menggedor terus pintu kamar Andi.
"Ada apa Mas?"
"Aaarggg" Andi terkejud mendengar suara Ardi.Pasalnya Ardi sekarang tengah berdiri dibelakang Andi yang sibuk menggedor pintu kamar Ardi.
__ADS_1
"Kamu ini ngagetin saja" Ketus Andi menatap Ardi.
"Ada apa Mas?" Ardi mengulang pertanyaannya.Ardi memang tipe orang yang sangat cuek,bahkan tak akan bicara jika tak penting.
"Iku Mas ke kamar Mas,Tolong Mas sebentar!" Titah Andi berjalan lebih dulu menuju kamarnya.
Setelah sampai dikamarnya,Andi duduk di pinggiran ranjang.Sedangkan Ardi lebih memilih duduk di lantai tepat disamping ranjang.
"Apa sih Mas? Dari tadi ditanya gak jawab terus!" Ucap Ardi yang mulai tak sabaran.
"Isss,sabar kali" Jawab Andi lalu merogoh benda pipih yang tersimpan disakunya.
Andi mengeluarkan satu ponsel layar sentuhnya yang baru.Lalu Andi gantian merogoh saku celananya dan mengeluarkan satu ponsel lagi.Ponsel jadul yang hanya bisa untuk sms dan telpon saja.
Andi meletakkan kedua ponsel itu dihadapan Ardi.Ardi yang tak mengerti kanapa tiba-tiba disodorkan pinsel oleh Kakaknya pun hanya mengernyit bingung.
"Buat aku ponsel barunya?" Tanya Ardi sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Enak saja" Jawab Andi cepat.
"Terus?"
"Tolong bantu aku untuk menyimpan nomor dari ponsel jadul ini ke ponsel baru ini!" Ucap Andi sambil menunjuk kedua ponselnya.
"Lah cuma itu doang?" Ucap Ardi tak percaya.
"Iya"
"Oh astaga...Yang benar saja Mas!" Ucap Ardi kesal.
"Udah lah...Ini juga penting,menyangkut masa depanku" Ucap Andi membela diri.
"Cihh masa depan apaan,cuma mindahi nomor ponsel aja dibilang masa depan" Cibir Ardi.
"Eitsss jangan salah.Ini nomor ponsel calon Kakak iparmu tau" Jawab Andi bangga memamerkan calon masa depannya ke Ardi.
"Kakak ipar?"
"He em...April anaknya Pak Hadi,anak RT sebelah yang rumahnya samping lapangan voli" Jelas Andi.
"Mas mau menikah sama dia?"
"Ho oh,tadi Mas habis dari rumahnya bersama Ibu,Ayah dan Kakek.Mau ajak kamunya pas acara lamaran saja"
"Kokaku gak tau kalau kalian pergi kesana?"
"Salah sendiri kalo pergi gak bilang-bilang,kalau pulang langsung ke kamar gak pernah ikut ngobrol bareng keluarga"
"Oh"
Ardi meraih kedua ponsel itu,mencari nomkr yang dimaksud Kakaknya.
"Sini aku carikan dulu nomornya di ponsel yang jadul itu!" Ucap Andi meraih ponsel jadulnya lalu mencari kontak yang Ia beri nama April.
__ADS_1
"Nih" Ucap Andi mengulutkan pinsel jadulnya ke arah Ardi,fn diterima oleh Ardi.
"Emangnya Mas gak bisa yah simpen nomernya sendiri?" Tanya Ardi menatap Andi.
"Bi-bisa lah" Bohong Andi tak ingin terlihat katrok didepan Adiknya.
"Kalau bisa kenapa minta tolong ke aku?" Ucap Ardi jengah memutas bola matanya.
"Ya-ya gak papa lah,kamu kan Adikku" Alasannya.
"Ya apa hubungannya sih Mas?"
"Ya- ya pokoknya ada lah.Aku lebih suka jika kamu yang memasukkan nomornya di ponsel baruku,biar kamu ada kerjaan jua" Elak Andi memalingkan wajahnya kesamping.Memghindari tatapan Ardi yang penuh ketidakpercayaan itu.
"Nih sudah Mas" Ucap Ardi menyerahkan kedua ponsel Andi.
Andi yang sangat senang langsung menyambar ponsel barunya lalu memencet nomor Whatsapp April.
Andi langsung chat April dan langsung dibalas oleh April pula.Dan hal itu membuat Andi sangat senang sampai kegurangan tak karuan.
Andi sampai lupa jika Adiknya Ardi masih berada disampingya.
"Ehemmmm.....Sehat Mas?" Tanya Ardi yang seketika membuat Andi terdiam mematung.
"Ehemm" Dehem Andi untuk menetralisir rasa gugupnya.
"Silahkan keluar Ar" Ucap Andi lagi yang sudah sangat malu.
"Ckk" Sinis Ardi lalu melamgkah keluar.
"Fyuhhhh" Andi menghela nafasnya lega.
"Sudah tua kelakuan nya kayak ABG,cihh" Gerutu Ardi yang ternyata masih berdiam dipintu.
Seketiga Andi kembali menahan nafasnya lalu melirik ke arah Ardi yang tersenyum mengejek kearahnya.
Andi geram akhirnya melemparkan bantalnya ke arah Ardi.Namun Ardi lebih cepat,Ardi menutup pintu kamar Andi saat melihat ada sebuah bantal yang melayang menuju ke arahnya.Alhasil bantal tersebut hanya membentur pintu.
Flashback off
.
.
.
.
Bersambung
jangan lupa like komen vote serta Favorit yah
dukung terus karyaku yahh..
__ADS_1