Takdirku?

Takdirku?
Membahas soal tempat kerja


__ADS_3

Jam istirahat pertama sedang berlangsung.April sedang duduk-duduk santai di kursi taman sekolahan dengan menyeruput es teh yang terasa amat segar disiang hari.Tangan April yang satunya sibuk memegang sebuah buku novel yang kemarin Ia pinjam dari perpustakaan.


Saat April sedang sibuk membaca dan menikmati es tehnya,tiba-tiba ada satu teman April yang mendekat ke arahnya.


"Eh April..." Ucap Disna teman sekelas April.


"Iya kenapa Dis?" Tanya April pada Disna.Pasalnya,Disna dan April tak begitu dekat.Disna akan menemui Aprik jika ada hal yang hendak dibicarakan saja.


"Kamu sudah punya pacar yah?" Tanya Disna dengan nada mengejek.


"Pacar?" Tanya April bingung.


"Halahh jangan bohong kamu.Kamu ada hubungan Apa sama Kak Andi anaknha kepala sekolah?"


"Maksudmu apa sih Dis? Kok aku gak paham." Elak April berusaha menormalkan kegugupannya.


Jangan sampai Disna tahu jika aku sudah bertunangan sama Mas Andi.Aku belum siap jika harus menjadi bahan oembicaraan satu sekolahan. Batin April ketakutan.


"Semalem kamu habis jalan kan sama Kak Andi,Vani dan pacarnya Vani? Iya Kan ? Kamu ngaku aja deh Pril." Jelas Disna menatap April.


Hahh? Kok Disna tau sih kalau aku semalem habis doubke date sama Vani? Dari siapa Disna tau yah?. Batin April bertanya-tanya.


"Yeeyyyy malah bengong kamu." Tukas Disna yang kesal karena pertanyaannya tak dihiraukan April.


"Kamu jangan asal nudih deh Dis."


"Asal nuduh gimana? Jelas-jelas aku lihat storynya Vani.Distorynya Vani kamu sedang duduk berdua dengan Kak Andi Aprill."


"Aahh...Itu mah cuma kebetulan ketemu di alun-alun pas aku sama Vani lagi jalan-jalan." Elak April mencari alasan yang masuk akal.


"Kok bisa naik becak goes barengan?" Tanya Disna penuh selidik.


"Kemaren Vani ingin naik becak goes.Kan kalau cuma aku sama Vani gak kuat goes.Kebetulan ada Mas Andi dan temennya,akhirnya kita ajak sekalian naik becak goes deh.Biar agak enteng goesnya,gak terlalu capek banget gitu." Elak April berbohong lagi.


"Ohh gitu toh...Yaudah deh." Diana pergi meninggalkan April.


"Duhh...Teledor banget si Vani.Kemaren kan Vani memang bikin Vidio,berarti buat story Whatsapp ternyata.Untung saja si Disna percaya sama alasan aku."


"Aku harus cari si Vani nih." Sambung April lagi lalu beranjak berdiri mencari Vani.


Saat Vani baru sampai ditangga lantai dua,Vani yang dicari-cari ternyata juga sedang mencarinya.


"Aprill" Teriak Vani mengagetkan April hingga terhenti menaiki tangga.


"Astaga Vanii..." Geram April terkejud demgan tangan yang mengelus dadanya.


"Sini deh,aku mau cerita sama kamu." Vani tak menghiraukan April yang terlihat kesal padanya.Vani menarik tangan April dan membawa April menuju tempat favorit mereka untuk bercerita.


"Apaan sih Van." Protes April karena Vani terus menarik ya dengan berjalan setengah berlari yang mengakibatkan April tersendat-sendat langkahnya.


"Pril aku mau cerita.Kemarin malam aku lupa bilang sama kamu soal ini." Ucap Vani antusias.


"Cerita Apa sih?"


"Kan kita nikahannya sama -sama di bulan agustus kan?"

__ADS_1


"He.em...Terus kenapa?"


"Sedangkan kita kelulusan akhir bulan April."


"Iyaa...Terus?"


"Nahh...Kita kan masih ada waktu bebas selama 4 bulan tuh.Kamu ada niatan buat cari kerja gak? Ya...Buat cari pengalaman sebelum menjadi ibu rumah tangga gitu?"


"Sebenarnya sih aku juga pingin kerja.Tapi apa masih sempet?"


"Sempet kok...Kita kerja 3-4 bulan saja,kan lumayan tuh buat cari pengalaman.Dari pada kita lulus sekolah gak merasakan sensasi bekerja trus kangsung nikah? Kan mending kalau bisa kerja dalam waktu 3 bulanan yang tersisa itu Pril."


"Iya juga sih...Tapi kan cari kerjaan susah Van."


"Minggu lalu aku ngelamar kerja di rumah makan Lidah Desa.Disana ada lowongan untuk jadi pramusaji.Kan aku iseng-iseng masukin lamaran kesana.Eh taunya,3 hari kemudian aku dipanggil untuk datang ke sana untuk di interviu Pril." Vani sangat antusias sekali membahas masalah ini dengan April.


"Terus terus?" April pun mulai tertarik dan penasaran dengan cerita Vani.


"Aku dateng deh kesana terus diinterviu sama bosnya.Dann......."


"Dan apa Van?"


"Dan aku diterimaa jadi pramusani disana." Girang Vani menggoyang-gkyangkan tangan April yang digenggamnya.


"Wahhh seriusan kamu van?"


"Iyaa serius.Disana masih ada lowongan Pril.Kalau kamu juga mau daftar,aku siap nganterin dan nemenin kamu."


"Aku kira-kira dibolehin gak ya sama Ibu?"


"Pastilah boleh,kan gak jauh Pril.Cuma butuh waktu 25 menit juga sampai.Kalau ibumu khawatir,nanti kita bisa tidur di mess saja."


"Yeyy."


Karena cerita dari Vani,April sampai lupa jika tadi Ia mencari Vani untuk memarahi Vani agar tak membuat Story yang aneh-aneh.Tapu kekesalan April hilanh saat mendengar kabar baik dari Vani.


...🌻🌻🌻...


Pulang sekolah,Vani tak bisa pulang bersama dengan April karena sudah dijemput oleh Mas Aldo.April pun hendak pulang sendiri.Tapi saat di depan gerbang Vani melihat Riri yang sedang duduk membolak balikan koran seperti mencari sesuatu.


"Hei Ri sedang apa?" Tanya April basa -basi.


"Eh April..Ini Ku sedang cari lowongan kerja."


"Kamu sudah mau cari kerja?"


"Iya...Jadi nanti setelah selesai ujian bisa langsung kerja deh."


"Aku juga mau melamar kerja di rumah makan Lidah Desa.Kamu mau iku?"


"Wahh beneran ada lowongan disana Pril? jadi Apa?"


"Pramusaji."


"Mau mau Pril."

__ADS_1


"Yaudah ayok kita buat sirat lamarannya sama-sama.Nanti setelah selesai kita kirimkan kanhaung ke sana."


"Ayok Pril...Kita kerumahku dulu yah,aku mau ijin sama ibuku dulu."


"Okay ayo."


.


.


Sesampainya dirumah Riri,April dan Riri buru-buru membuat surat lamaran kerja.Tiba-tiba Ibu Riri datang menghampiri.


"Kamu beneran mau ngelamar disana Ri?" Tanya Ibu Riri.


"Iya Buk,Memangnya kenapa?" Tanya Riri pada Ibunya.


"Kemarin Ibu ditawari Bu Tika tetangga sebelah.Katanya di pabrik tempatnya bekerja juga sedang buka lowongan.Gajinya besar loh Ri,kalau lagi ramai orderan gajinya bisa memcapai 3 juta.Lebih baik kamu sama April ngelamar disana saja." Ucap Ibu Riri yang tergiur dengan upah kerja di pabrik.


"Kerjanya dimana Buk?" Tanya April kepo.


"Dikota Pril."


"Wah iya yah gajinya gede,kalau dirumah makan sekitaran sini paling gajinya hanya UMR.Paling banyak cuma dapat 1.400.000.Bagaimana jika kita ikut kepabrik itu aja Pril?" Ucap Riri yang sudah mulai tergiur juga.


"Kota kan jauh Ri,pasti aku dilarang sama Ibu." Jelas April ragu.Sebenarnya hatinya juga tertarik dengan tawaran Ibunya Riri.


"Aku gak jadi ikut kamu deh Pril,aku mai ngelamar di pabrik saja."


"Yaudah baiklah,aku akan bicara dulu sama Ibu dan Bapakku."


"Nanti kalau boleh kabari aku yah !"


" Iya.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa


Like


komen


Vote


Serta Favorit yah.


Maaf juga jika banyak typo yang beteebaran.

__ADS_1


Selamat membaca


Happy reading.🤗🤗


__ADS_2