Takdirku?

Takdirku?
Hancur


__ADS_3

Setelah drama permainan teka teki silang berakhir.Bersamaan dengan itu pula Rumah Makan ditutup karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


April dan seluruh karyawan pun membersihkan tempat mereka masing-masing.Sampai di jam 10 malam semua karyawan telah selesai memberaihkan diri dan sekarang sedang berkumpul di arena bermain anak.


"Prill pulang bareng kita gak?" Tanya Devi dan Su'am bersamaan.


Memang rumah April dan mereka satu arah. Bahkan rumah Devi dan Su'am lebih jauh dari rumah April.


"Ya bareng lah.Kalau gak bareng kalian mana bisa sampai rumah aku.Yang ada aku malah nyasar karena gak tau jalan pulang.He he he..." Jawab April dengan kekehan.


"Elu sih terlalu cupu...Kalai di ibaratkan mah...Sobomu adoh pitek." Ejek Devi.


Sobomu adoh pitek- Mainmu lebih jauh ayam.


"Ya mau gimana lagi? Aku sama sekali gak pernah keluar ke ke kota sendirian.Ini aja kalau gak sama Vani gak bakalan tahu jalan aku." Elakk April membela diri.


"Lah...Tadi sore kamu juga berangkat sendirian kan? Nyatanya bisa sampai sini." Ucap Su'am.


"Kalau lewat simoang 5 sih aku sudah hafal jalannya.Tapi kalau jalan pukang yang lewat gang kecil pemukiman itu aku sama sekali belum hafal."


"Padahal sudah sebulan di lewatin terus loh.Bisa-bisanya kamu gak hafal jalannya." Devi menggeleng heran menatap April.


"Yaudah yuk pulang sekarang.Badanku pegal semua nih,apa lagi tanganku." Keluh Su'am.


...🌻🌻🌻...


Hari ini April sangat bersemangat untuk berangkat bekerja.Karena hari ini Ia akan gajian.Gaji pertamanya,hasil keringatnya sendiri.Uuhhhh aroma uang sudah tercium sangat wangi di hidung April walaupun hanya membayangkan saja.


📤Van...Hari ini berangkat bareng aku apa gak nih? Atau kamu mau lanjut bolos gak berangkat aja?


April mengirim pesan pada Vani.


📥Berangkat lah begoo...Kalau aku gak berangkat atau malah bolos pasti besoknya aku sudah rebahan mengenaskan di rumah.


Balas Vani dengan berapi-api


📤Yaudah aku kesana sekarang.


📥Ngokee.


April pun bergegas bersiap menjemput uang.Eh emmm,maksudnya bergegas bersiap menjemput Vani. He he he


Setelah menjemput Vani,mereka berdua berangkat kerja.Sesampainya di tempat kerja,semuanya nampak normal seperti biasanya.

__ADS_1


Tak seperti Rumah Makan milik Andi yang sepertinya sedang ada badai yang menerjang.


Dirumah Andi dikejutkan dengan kabar yang Ia terima.Andi yang sejatinya baru saja dapat tertidur pulas,seketika matanya membelalak.


📱"Aapaaaa....!!" Pekik Andi dengan nada yang keras.Seketika Ia bangkit dari yang semula terlentang kini langsung terperanjat duduk dengan nafas yang naik turun tak karuan.


Tangannya menggenggam erat ponselnya yang sekarang berada menempel di telinga sebelah kanannya.


📱"Bagaimana bisaa? Bagaimana bisa semuanya terjadi?" Tanya Andi dengan nada frustasi.


📱"Semalam ada maling yang masuk lewat pintu belakang Mas.Pintu yang berada di samping kamar mandi laki-laki." Jelas Dito dari sebrang telepon.


📱"Bukankah pintu itu tak bisa dibuka? Bukankah kuncinya hilang 5 hari yang lalu? Lagi pula saat kuncinya hilang,posisi pintunya pun dalam ke adaan terkunci.Bagaimana bisa maling masuk lewat pintu itu?" Tanya Andi demgan nada ketidak percayaan.


📱"Itulah yang membuat kami heran Mas.Pintu itu terbuka tanpa ada kerusakan sedikit pun.Kunci yang hilang pun menempel sempurna dari arah dalam.Sepertinya maling masuk dengan menggunakan kunci yang hilang tersebut." Jelas Dito lagi.


📱"Tunggu dulu...Kuncinya menempel di pintu dari arah dalam?" Tanya Andi oenuh selidik.


📱"Iya Mas...Kuncinya menempel pada lubang kunci bagian dalam.Jadi bisa dipastikan jika pintu dibuka dari dalam."


📱"Seperti itu?" Tanya Andi yang lebih mirip seperti gumaman


📱"Ohhh...Aku paham sekarang." Sambung Andi lagi.


📱"Bukan apa-apa...Barang apa saja yang hilang di curi?" Tanya Andi.


📱"Kompor 4,lemari pendingin 2,kulkas freezer 1,kulkas sayuran 2,,Tabung gas besar 8 serta komputer kasir Mas." Jawab Dito menjabarkan semua barang yang dicuri.


📱"Apakah karyawan yang tidur di mess tak mendengar jika ada maling masuk?" Tanya Andi dengan hati yang pilu.


📱"Maaf kan kami Mas.Sorenya saat Mas Andi memerintahkan untuk tutup.Seluruh karyawan memilih pulang ke rumahnya masing-masing.Jadi saat ada maling,posisi Rumah Makan sedang kosong.


📱"Yasudah...Yang terpenting tak ada korban dalam kejadian ini." Ucap Andi dengan nada beratnya.


📱"Maafkan kami karena menambah masalah Mas.Mungkin jika semalam kami tidur di mess seperti biasanya,maka tak akan ada kejadian seperti ini." Ucap Dito merasa bersalah.


📱"Seharusnya kalian bilang dahuku pada saya jika akan pulang semua.Jadi setidaknya saya bisa menyuruh orang kepercayaan saya untuk berjaga disana.Karena semua sudah terjadi,lantas saya bisa apa? Marah pun tak akan membuat semuanya kembali." Ucap Andi dengan kecewa.Karena tak biasanya karyawannya akan bertindak dengan begitu cerobohnya.


Sedangkan Dito disebrang telepon hanya diam saja tak dapat menyauti perkataan Bosnya itu.Ponselnya yang dalam mode loudspeaker membuat seluruh teman-teman kerjanya mendengar apa yang diucapkan Andi.


📱"4 jam dari sekarang saya akan sampai disana." Ucap Andi singkat lalu memtikan sambungan telepon tanpa memperdulikan Dito.


"Sepertinya ada penghianat yang membaur dengan karyawan.Mari kita lihat sampai mana penghianat itu dapat bertahan." Gumam Andi dengan wajah smirknya.

__ADS_1


Andi bergegas mandi lalu berangkat menuju Rumah Makannya.Andi harus segera bertindak untuk menyelesaikan masalahnya.


Fisik Andi sebenarnya sangatlah lelah.Sudah 1 minggu Ia tak cukup tidur karena selalu memikirkan masalah ini.Dan lagi,baru saja Ia tidur nyenyak semalam.Tapi lagi-lagi Ia dikejudkan dengan kabar masalah baru.


"Ayah,Ibu...Andi berangkat ke Rumah Makan lagi ya.Pamit dulu Assalamualaikum." Pamit Andi sembari menyalami kedua orang tuanya yang sedang mengobrol santai di ruang tamu.


"Ini masih terlalu pagi nak...Baru pukul 6.45,kenapa buru-buru sekali? "Tanya Ibu khawatir.


"Tak apa apa Bu.Andi ada urusan urgent." Jawab Andi sembari terus melangkah keluar.


Saat sudah mengendarai motornya,tiba-tiba Ardi menghampiri Andi dan menepuk pundak Andi.


"Sepertinya masalah di Rumah Makan milikmu benar-benar serius Mas." Tegur Ardi.


"Ya kau benar.Sepertinya memang ada orang yang tak suka dengan bisnis ku.Sampai-sampai dia mengirim begitu banyak masalah padaku." Keluh Andi menatap Adik angkatnya itu.


"Apa kamu mencurigai pegawaimu?" Tanya Ardi,dan hao itu lantas membuat Andi mengernyit menatap Ardi.


"Kenapa kau bisa tau?"


"Karena 3 hari yang lalu aku melihat pegawaimu sedang bicara berdua dengan seseorang yang mungkin akan membuatmu terkejud."


Andi menajamkan pengelihatannya.Alisnya menukik bahkan hampir menyatu.


"3 hari yang lalu aku memang berada di sekitar Rumah Makan milikmu.Saat aku dan kawanku hendak makan disana.Aku terhenti karena melihat satu pegawaimu yang mencurigakan itu.Jadi,aku dan kawanku tak jadi makan ditempatmu,lalu kami pergi ke tempat makan lain." Sambung Ardi lagi.


"Siapa dia?" Tanya Andi dengan emosi tertahan.


"Aku rasa Mas sudah tau siapa dia.Aku yakin Mas sudah mulai mencuriganya bukan?" Ucap Ardi ambigu.Aedi menampakkan senyum smirknya pada Andi.


Andipun paham lalu mengangguk dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Kasihan sekali kamu Mas.Rumah Makanmu hancur di tangan orang yang kamu percayai.Nasib karena menjadi orang terlalu baik." Ucap Ardi pelan melihat kepergian Andi.


.


.


.


.


Bersambungg..

__ADS_1


__ADS_2