Takdirku?

Takdirku?
Double date


__ADS_3

4 Bulan kemudian.


Selama Andi bekerja mengurus rumah makannya yang berada di kota,hubungan kisah percintaannya dengan April sama sekali tak mengalami kemajuan.


Hari-harinya mereka hanya berbalas pesan sekedar bertanya Sedang apa? Sudah makan?.Hanya pertanyaan itu-itu saja yang setiap hari menjadi topik obrolan.Bahkan pesan mereka tak lebih dari 3 pertanyaan,setelah itu tak ada lagi acara berbalas pesan lagi.


Vidio call? Sama sekali tak pernah mereka lakukan selama 4 bulan belakangan ini.Sungguh benar-benar hubungan yang membingungkan bukan?.


April pun juga tak mau jika harys menghubungi Andi terlebih dulu.Sedangkan Andi terlalu gengsi jika terus-terusan menghubungi April terlebih dahulu.Dan jadilah seperti ini akhirnya.Saling diam-diaman tanpa ada kemajuan.


Sore ini Andi akan pulang,pekerjaannya di kota sudah dapat di tinggal,hingga Ia punya waktu untuk pulang ke rumah orang tuanya.


Bertepatan dengan itu,Vani mengajak April untuk melakukan double date.Vani akan berpasangan dengan Mas Aldo,sedangkan April berpasangan dengan Mas Andi.


Awalnya April menolak ajakan Vani,tetapi Vani memaksa April terus-menerus hingga April kesal dibuatnya.Mau tak mau,akhirnya April terpaksa menyetujui ajakan Vani.


📤Asaalamualaikum Mas Andi.


April mengirim pesan pada Andi untuk mengajak keluar malam ini bersama dengan Vani dan calon suaminya.


📥Waalaikumsakam Dek...Ada apa?


Balas Andi cepat tak sampai satu menit berlalu.


📤Emm...Vani temanku mengajak kita untuk keluar jalan-jalan Mas.Apa Mas ada waktu? Soalnya aku sudah terlanjur meng-iyakan ajakan Vani.


📥Malam ini?


📤Iya malam ini Mas,sehabis magrib.


📥Ke mana?


📤Ke alun-alun kota Mas.


📥Ok baiklah


📤Apa Mas Andi sudah sampai rumah?


📥Sudah dari dua jam yang lalu Dek.Mas pulang jam 3 tadi.


📤Apa Mas gak papa? Mas gak capek habis perjalanan jauh?


📥Apasih yang gak buat kamu?


📤Seriusan Mas...Mas gak kecapekan nantinya?


📥Enggak kok santai saja Dek.


📤Beneran?


📥Iya...Nanti Mas kerumah jam setengah 7.Kamu siap-siap yah...Nanti Mas sampai sana terus pamitan sama Ibuk terus kita langsung berangkat.Biar pulangnya gak kemaleman.


📤Iya Mas...Tapi nanti kita kerumah Vani dulu yah.Kita janjian disana biar berangkatnya barengan.


📥*He em.


...🌻🌻🌻*...


Sehabis solat magrib,Andi bergegas kerumah April untuk menjemputnya.


Tin tin


Andi membunyikan klakson motornya lalu turu dan masuk ke rumah April.


"Assalamualaikum" Ucap Andi diambang pintu rumah April.


"Waalaikumsalam...Eh Andi sudah datang yah? Itu Aprilnya lagi pakai sepatu,tunggu sebentar yah !" Ucap Ibu yang datang menghampiri Andi.


"Iya Buk...Andi tunggu diteras yah."


"Ayo berangkat sekarang Mas,sudah ditunggu Vani soalnya."


Belum sempat pantat Andi terduduk,April sudah keluar dan mengajak berangkat sekarang.


Gila...Cantik bener calon istriku malam ini. Batin Andi menatap April yang terlihat cantik dengan balutan gamis berwarna coklat susu dan hijab yang senada dengan gamisnya.


"Pamit dulu Buk...Assalamualaikum." Ucap April menyadarkan lamunan Andi.


Andi pun juga berpamitan menyalami Ibu lalu bergegas menuju rumah Vani yang hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.


Sesampainya didepan rumah Vani,ternyata Vani sudah siap dan menunggu kedatangan April dan Andi.


"Ini dia yang ditunggu-tunggu sudah datang.Yaudah kita langsung berangkat saja yuk." Ajak Vani lalu menaiki motor Aldo dan mereka berempatpun melaju menuju alun-alun kota.


Sesampainya du alun-alun kota,mereka berempat memutuskan untuk meminum es kelapa terlebih dahulu.


Sialnya,dengan isengnya Vani hanya memesan 2 es kelapa.Vani berbohong jika es kelapanya habis dan hanya tersisa itu saja.


"Es kelapanya habis,hanya tersisa dua saja nih.Satu berdua yah? Aku sama Mas Aldo dan April sama Mas Andi." Ucap Vani membawa dua buah es kelapa ditangannya.

__ADS_1


"Ya mau bagaimana lagi." April mengangkat bahunya tak mau ambil pusing.


April menerima uluran es kelapa dari tangan Vani lalu meletakkan di meja depan Andi.


"Ini Mas minum dulu !" Vani menggeser es kelapa tersebut ke arah Andi.


"Kamu dulu saja Dek !"


"Baiklah" April meminum es kelapa tersebut dengan nikmatnya.


April dan Andi melirik Vani yang sedang suap-suapan daging kelapa muda dengan Aldo.Vani yang sedang mangap hendak menerima suapan Aldo pun melirik ke arah April dan Andi yang memperhatiaknnya.


"Kenapa lihatin kita terus? Iri ya...?" Ejek Vani kemudian memakan dagung kelapa yang disuapi oleh Aldo.


"Husstt Dek...Gak boleh gitu !" Tegur Aldo.


"Ayo Mas dimakan daging kelapanya,enak loh.Jangan malu-malu sam kita." Ucap Aldo mengakrabkan diri dengan Andi.


"Ah iya Mas...Kebetulan tadi sudah makan saya,masih kenyang." Elak Andi menolak halus.


"Kalau gak mau makan dagingnya,nih minum dulu Mas.Pasti hauskan?" Ucap April kembami menggeserkan buah kelapa pada Andi.


Andi pun menurut dan meminum air kelapa dari bekas sedotan yang April gunakan tadi.


"Mas gak mau makan daging kelapanya?"


"Kalau kami mau makan kamu saja Dek"


"Baiklah" April tersenyum lalu mengeruk daging kelapa dengan sendok lalu memakannya dengan nikmatnya.


"Udah belum?" Tanya Vani membuat April menghentikan kegiatannya.


"Kenapa? Kok buru-buru?"


"Habis ini kita naik becak goes ( kerangka mobil yang dihiasi dengan lampu warna-warni,dan harus digoes agar dapat berjalan)." Ucap Vani antusias.


"Ayok sekarang saja."


Mereka berempatpun berjalan menuju tempat menyewa becak goes.Disana Mereka menyewa satu becak goes yang muat untuk 4 orang itu.Vani dengan Aldo berada didepan dengan Aldo yang memegang kemudinya.Sedangkan April dan Andi duduk dibelakang ikut mengayuh becak goesnya.


"Haii Aprill lihat sini dongg ! Haii Mas Andii." Vani sedang merekam kegiatan mereka saat ini.Vani hendak membuat story di WA nya.


"Ihh Vanii apaan sihh" Ucap April malu-malu menutup wajahnya agar tak kelihatan.


"Si April malu malu gaes...Ha ha ha." Vani tertawa lalu mengarahkan kameranya ke arah Andi dan April.Sesekali Vani juga mengarahkan kameranya ke arah Aldo dan ke arah pemandangan sekeliling alun-alun.Setelah selesai Vani mengupload hasil rekamannya.


"Lumayan nih buat cari keringat malam,Lumayan engap juga nafasnya...Ha ha ha" Jawab Andi melucu.


"Udahan yok...Capek." Rengek Vani mengelayut pada Aldo.


"Iya...Kita pulang yah?"


"Iya"


Mereka turun dari becak goes tersebut lalu kembali menuju parkiran untuk bergegas pulang.


"Kita beli martabak manis dulu yah?" Ajak Aldo.


"Baiklah"


Dijalan mereka berhenti di salah satu lapak pedagang kaki lima yang menjual martabak manis.


"Mang...Martabak manisnya yang coklat kacang 2 yah !" Ucap Aldo memesan pada penjual martabaknya.


"Siap...Ditunggu dulu yah"


"Kamu juga mau Dek?" Tanya Andi menghadap April.


"Ini udah pesen 2 kok Mas Andi.Saru Vani dan satunya buat April nanti." Jelas Aldo pada Andi.


Aldo hanya mengangguk saja tanoa bersuara.


"Ini martabaknya...Totalnya jadi 40.000 yah."


Andi hendak mengambil uang dari dompetnya untuk membayar martabak milik April namun ditahan oleh Aldo.


"Sekalian saja pakai ini Mas." Ucap Aldo menyerahkan uang 50.000 pada pedagang.


"Loh" Bingung Andi.


"Sekalian saja biar gampang Mas...Nik April" Aldo menyerahkan satu bungkus martabak manis pada Vani.


"Terimakasih Mas"


"Udah yok pulang,aku sudah ngantuk yangg." Rengek Vani menggandeng lengan Aldo.


"Iya iya..." Aldo tersenyum mengusap kepala Vani.


Akhirnya mereka kembaki melanjutkan perjalan pulang.Di gang runah Vani mereka berpisah.Aldo membunyikan klakson tanda berpisah jalan.

__ADS_1


"Hati-hati yah Aprill..." Teriak Vani melambaikan tanganya pada April.


"Dahhh" Jawab April membalas Vani.


April kembali fokus menatap jalan didepan.Andi sejak tadi hanya diam saja membuat April menjadi canggung.


"Mass" Ucap April menyondongkan wajahnya ke arah Andi.


"Iya?" Andi menjawab dan menoleh sedikit ke samping.Wajah mereka sangat dekat bahkan hampir menempel.


"Kenapa diam saja dari tadi?"


"Gak kenapa-kenapa kok"


"Emmm...minggu depan aku sudah mulai ujian nasional Mas." Ucap April curhat pada Andi.


"Oh yah?...Belajar yang bener yah."


"He.em"


Dan percakapan pun berakhir,diam mendominasi kembali diantara keduanya sampai di rumah April.April turun dari montor Andi dan berjalan memutar kesamping Andi.


"Mampir dulu Mas?"


"Gak usah yah sudah terlalu malam.Mas langsung pulang saja,pasti Ibu sudah tidur juga kan?"


"Oiyah sudah jam 10 malam ternyata" April melihat jam dipergelangan tangannya.


"Mas hati-hati pulangnya!" Sambung April tersenyum menatap Andi.April meraih tangan Andi untuk disalaminya.


Andi tak melepaskan tangan April dari genggamannga.


"Lusa Mas akan berangkat ke kota lagi." Ucap Andi tiba-tiba dengan tangan yang masih menggenggam tangan April.


"Loh kok singkat banget pulangnya? Kan baru 2 hari dirumah,masak sudah mau berangkat ke kota lagi?" Tanya April sedikit perhatian.


"Mas mau kerja keras buat dapat banyak uang untuk nikahan kita 5 bulan lagi."


Sontak perkataan Andi membuat April terdiam.Andi pun menyadari perubahan April.


"Mas pamit dulu...Assalamualaikum."


"Waalaikum salam Mas"


Andi mengecup tangan April yang sedari tadi masih Ia genggam.Setelahnya Andi langsung melajukan motornya pulang ke rumahnya sendiri.


Sedangkan april,Ia terpaku memandangi tangannya yang baru saja dicium oleh Andi.


"Prill masuk...Sudah malam ini." Ibu muncul melongok dari pintu rumah.Ruoanya Ibu terbangun karena mendengar suara motor Andi tadi.


"I-iya Buk"


"Andi gak mampir dulu tadi?" Tanya Ibu saat didalam rumah.


"Enggak Buk,sudah terlalu malam katanya."


"Ohh yaudah gak papa"


"Oiya...Ini Buk ada martabak manis."


"Wahh enak nih anget-anget." Ibu tersenyum dan menerima martabak manis dari tangan April.


.


.


.


.


.


.


Bersaambung


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Favorit yah..


Jangan bosen dengan cerita saya...mohon dukung terus karyaku yah..


Happy reading😍

__ADS_1


__ADS_2