
Toni meringsek mendekat ke arah April. Toni hendak memeluk tubuh rapuh anak yang sudah Ia telantarkan selama 17 tahun.Namun sayang,April malah beringsut mundur menjauh.
" Ku mohon,jangan mendekat." Ucap April dengan nada tercekat.
" Istirahatlah nak,kamu pasti lelah." Ucap Ibu yang prihatin melihat keadaan April.
Ibu paham betul,jika saat ini April sedang lelah. Lelah fisik juga batinnya.
" Andi,temani istrimu istorahat di kamar. "Suruh Bapak.
" Baiklah Pak..."
" Ayo kita istirahat Dek." Bisik Andi membopong April membantunya berdiri.
April hanya diam melamun dengan air mata yang masih menganak sungai.
Baru selangkah kaki April berpijak. April Ambruk,beruntungnya Andi siap siaga menangkap April.
"Nakk.." Pekik Ibu dan Bapak berbarengan.
" Aprill." Pekik Toni tak kalah kagetnya.
Andi mengangkat tubuh April ala bridal style. Mata Apeil terbuka,namun kosong. Tubuh April yang lemah,tak dapat menopang berat badannya lagi.
" Tak apa Buk,Pak. April hanya lelah saja,Ia tidak pingsan. Aku akan membawanya istirahat di kamar." Ucap Andi menenangkan semuanya.
" Iya An,cepatlah kau bawa April istirahat. Pasti Ia lelah seharian ini." Ucap Ibu khawatir.
" Permisi.." Pamit Andi berlalu menggendong April menuju kamar.
Sepeninggalan April dan Andi. Ruang tengah masih terasa mencekam. Sorot mata tajam Bapak tak pernah lepas memandangi gerak-gerik Toni.
" Kenapa?" Tanya Bapak tiba-tiba memecah keheningan yang kaku.
Toni yang tak paham maksud pertanyaan Pak Hadi pun hanya diam memandang lekat Pak Hadi.
" Kenapa anda harus datang di saat ini ?" Tanya Pak Hadi datar.
" Apa anda tahu ? Jika kehadiran anda sangatlah merusak hari bahagia anak saya." Sambung Bapak dengan tatapan tajam.
Hari pernikahan anaknya yang seharusnya berjalan bajagia,kini hancur.
" Sa-saya tak bermaksud merusak acara pernikahan April.Bagaimana pun saya adalah Ayahnya,mana mungkin saya tega melakukan hal yang Bapk tuduhkan." Ucap Toni mebela diri.
" Tapi kenyataannya,Anda telah merusak hari pernikahan April." Tegas Bapak tak terima.
" Apa sudah sejauh itu kamu menyelidiki tentang April? Sampai-sampai kamu memutuskan datang di hari pernikahannya. Lalu kau membongkar semua kebusukannmu di hari bahagianya? Iyaa ??" Cecar Bapak.
" Aku tak bermaksud begitu !!" Tegas Toni yang kini mulai berani berbicara tiggi.
" Semua ini kebetulan saja !" Sambung Toni.
" Kebetulan? Kebetulan macam apa yang kau maksud ? Bahkan kau tau alamat rumah April. Dan bahkan kau datang disaat proses ijab qobul. Padahal hanya tinggal kata mengucaokan kata sah Tapi kau datang menghalaunya. Asalkan kau tahu. Kita menunggu oenghulu sudah sedari jam 10 pagi,namun penghulumya malah datang pukul 2. Dan disaat proses akad nikah,kau malh membuat semuanya kembali menunggu. Bahkan kau memngukir luka di atas kebahagiaan April." Ucap Bapak.
Toni terdiam sejenak.
Berarti Tuhan mendukungku untuk melihat proses peenikahan anakku. Buktinya Tuhan memberiku waktu dengan mengulur kedatangan penghulu. Batin Toni senang.
" Dan bahkan disaat seperti ini,anda masih bisa menampakkan senyum. Setelah semua hal yang perbuat tentunya." Cibir Bapak.
__ADS_1
" Aku tersenyum karena Tuhan memihak padaku. Tuhan mengulur waktu agar aku bisa berada di sini." Ucap Toni bangga.
" Dan mengacaukan semuanya." Sinis Bapak tersenyum miring.
"Aku tak seburuk yang anda kira Pak. Saya datang kesini karena saya mendapat info dari teman kerja April di rumah makan." Ucap Toni menjelaskan,Toni mengabaikan cevaran Bapak.
.
.
Flasback on.
.
Toni datang ke Rumah makan biasanya di jam makan siang. beberapa minggu Ia tak mengunjungi Rumah makan. Ia ingin makan siang sekaligus ingin bertemu April.
" Permisii,mau pesan apa Pak?" Tanya pelayan setelah melihat Toni menempati meja kosong.
" Seperti biasa,jus alpukat 1 dan nasi goreng seafood ekstra pedas 1." Jawab Toni.
" Baiklah,mohon di tunggu sebentar." Ucap pelayan yang ternyata adalah Deli.
" Tolong yang buat minumannya April yah." Pinta Toni sebelum Deli menjauh.
Deli mengernyit lalu berkata,
" Mohon maaf Pak,April sudah resign 1 minggu yang lalu."Ucap Deli.
" Apa?" Kaget Toni. Saking kagetnya,Toni sampai bangkit dari duduknya.
" Kenapa dia resign?" Tanya Toni terkejud.
" Apaaaa.....!!!" Kini rasa keterkjutnya jauh lebih besar.
Hingga banyak pasang mata yang menatap sinis ke arah Toni. Teriakan Toni sungguh mengganggu pegunjung yang lain.
" Beri tahu saya dimna alamat rumah April." Ucap Toni gugup.
" I-iyaa..." Deli gelagapan,langsung menuliskan alamat rumah April di kertas pencatatan pesanan.
" I-ini..." Gagap Deli menyodorkan selembar kertas.
Toni membacanya sekilas,lalu segera berlalu keluar tanoa menghiraukan Deli. Bahkan nasip pesanannya pun tak Ia hiraukan lagi.
Delii pun langsung kembali ke tempatnya semula.
" Kenapa orang itu Del? " Tanya sasti heran.
" Entahlah aku juga tak tau." Jawab deli menggidikkan bahunya.
" Bukannya dia orang yang sering kemari menemui April yah?" Celetuk Anton.
" Iya,tadi dia juga cariin April.Terus pas aku bilang kalau April sudah reaign dan akan menikah hari ini,dia jadi heboh kayak gitu." Ucap Deli.
" Dia siapanya April yah?" Tanya Anton.
" Pacarnya mungkin." Ucap Deli dengan senyum miring.
"Gila kamu Del.Mana mungkin April pacaransama Bapak-bapak." Seloroh Anton.
__ADS_1
" Kita pikir logis saja. Bapak itu bukan keluarganya April. Tapi selalu meminta April yang membuatkan minuman. Bahkan aku juga pernah melihat Bapak itu mengelus kepala April dengan sayang." Deli mengompori.
" Gak mungkin April seperti itu,April anak yang pendiam dan gak neko-neko." Sanggah Anton tak percaya.
" Bukankah biasanya yang pendiam malah menghanyutkan?" Deli berucap dengan senyum smirknya.
Deli yang tak tahu jika Toni adalah Ayah April pun berpikiran buruk. Deli berfikir jika Toi adalah sugar dadynya April.
Sedangkan Toni,pria itu langsung membuka aplikasi peta agar memudahkannya mencari alamat rumah April.
" Akuu Ayah kandungnya. Jadi akulah yang harus menikahkannya." Gumam Toni dengan nada berat .
Toni memacu motornya deengan kecepatan penuh. Toni ingin segera sampai di ruah April.
" Seemoga saja aku tak terlambat." Ucap Toni .
Setengah jam kemudian,Toni sudah sampai di gang rumah April. Sayup-sayup Toni mendengar suara penghulu mengucapkan kata ijab qobul.
" Tidakkk... Hanya aku yang boleh menikahkan anakku. " Ucap Toni lantang.
Brakkk....
Diambrukkannya motornya dengan sembarangan. Toni langsung berlari menuju tempat akad dilangsungkan.
"Saya Terima nikah dan kawinnya saudari Aprilia Calista dengan mas kawin tersebut di bayar tun--?"
"Stooppp...." Teriak Toni dengan nafas tersenggal.
#Flashback off.
Kini Bapak diam saja mendengar penjelasan Toni.
" Silahkan anda pergi dari kediaman saya. Saya sekeluarga sangat lelah,kami butuh istirahat." Usir Bapak Haluss.
" Ta-tap---"
" Mohon pengertiannya. April belum siap bertemu anda,jadi jangan dipaksakan. Kami takit jika mental April kembali down." Lirih Ibu.
" Baiklah,saya akan pulang. Tapi jangan pernah larang saya untuk datang menemui anak saya." Ucap Toni tegas.
" April juga anak saya. Jadi saya berhak menentukan siapa saja yang boleh menemuinya !! Silahkan Anda angkat kaki dari rumah saya." Ucap Bapak tegas dengan sorot mata yang tajam.
" Apapun alasannya, Bapak tak akan pernah bisa memisahkan ikatan antara Ayah dan anak." Jawab Toni tak kalah tegas.
" Anda bisa meninggalkannya selama 17 tahun,dan selama itu pula kami merawatnya dengan baik. Jadi,ada tidaknya anda tak akan menjadi masalah bagi April." Ucap Ibu.
Toni langsung pergi meninggalkan rumah April. Ibu langsung menangis dalam dekapan Bapak.
" Kali ini biarkan Bapak egois Buk.Bapak tak akan melepaskan April." Tegas Bapak.
" Ibu juga tak mau kehilangan April Pak." Isak Ibu.
" Kita tak akan kehilangan April. April anak kita,hanya anak kita." Ucap Bapak.
.
.
.
__ADS_1
Bersambungg....