
" Bagaimana?" Tanya Bapak yang mencegat April di samping pintu.
April yang baru membuka pinyu pun kangsung kaget karena kemunculan Bapak yang tiba-tiba.
" Bapak ngagetin saja sih." Sebal April mengelus dadanya yang berdebar.
" Gimana tadi si Andi? " Tanya Bapak lagi tanoa menghiraukan protes April.
" Besok Mas Andi akan langsung ke kantor pencetatatan sipil Pak. Kan katanya kalau disana prosesnya cepat,ditungguin bisa langsung jadi." Jawab April.
" Ya semoga saja besok benar-benar bisa jadi. Dan semoga besok masih bisa ke buru daftar ke KUA." Ucap Bapar Bapak.
" Kenapa Bapak gak mau daftarin?" Tanya April takut-takut.
"Biar Andi punya rasa tanggung jawab. Andi terlalu mementingkan satu urusan,lalu menyepelekan banyak urusan yang lebih penting."
April hanya diam.
" Sudah malam,lekaslah tidur kamu."
" Iya Pak."
April pun tidur dengan perasaan tak menentu. Hatinya resah memikirkan bagaimana kehidupannya setelah menikah nanti.
Hingga taak terasa waktu satu malam pun terasa sangat singkat bagi April. Tidurnyaa gelisah tak tenang..
Pagi pun tiba,sekarang sudah pukul 7.25 pagi. April sudah siap dengan outfitnya. celana jeanss berwarna abu-abu. Kemeja coklat susu serta jilbab yang senada dengan kemejanya.
Tepat pukul 7.30 Andi datang dengan motor maticnya. Entah kebetulan atau apa,warna baju yang mereka kenakan sama. Celananya pun sama.
April memghampiri Andi," Mau ke dalem dulu gak Mas?" Tanya April.
" Kalau kita langsung saja gak papa kan? Biar semuanya cepat selesai dan gak terlalu banyak antrian di sana nantinya." Ucap Andi.
" Oh..." Singkat April lalu memakai helmnya dan membonceng di belakang Andi.
Di sepanjang perjalanan tak ada percakapan di antara keduanya. Hinga dengan iseng,Andi mengarahkan kaca sepion sebelah kiri ke arah wajah April.
Ternyata April sedang mengamati lalu lalang kendaraan. Matanya menelisik ke kanan dan ke kiri mengikuti laju kendaraan. Sesekali April nnampak tersenyum saat memandangi sesuatu.
Sejurus kemudian,tatapan April mengarah ke sepion. Sontak Andi lamgsung buru-buru mengalihkan pandangannya fokus ke jalan raya.
April hanya melirik ekspresi Andi yang terlihat gugup.
" Fokus ke jalan Mas. Sepion itu gunanya untuk melihat keadaan jalan. Bukannya malah di arahin ke wajah aku." Protes April.
" Ma-mana ada begitu. Ini sepionnya sudah bener kok posisinya." Sanggah Andi.
Detik berikutnya,motor Andi berhenti karena lampu merah. Di depan Andi ada seoasang muda mudi lelaki dan perempuan yang sedang berboncengan.
Dilihat dari caranya berinteraksi,bisa di simpulkan jika 2 orang berbeda gender ini adalah sepasang kekasih yang sedang di tahap bucin-bucinnya.
Pasangan sejoli itu terlihat sangat romantis. Posisi duduk si wanita yang sangat menempel pada pungung si lelaki. Serta tangan yang memeluk erat pinggang si lelaki menjadi penguat praduga Andi.
__ADS_1
Dapat dilihat oleh semua orang. Tangan si lelaki mengelus-elus lutut si perempuan. Di sepanjang menunggu 60 detik lampu berwarna merah. Fokus seluruh oengemudi yang berhenti menatao pada sepasang sejoli itu.
Entah menatap dengan perasaan iri,atau mungkin menghujat. Karena bersikap sebegitunya di depan umum. Apalagi sedang berada di lampu merah,dan posisi sejoli itu tepat berada di tengah-tengah.
Andi pun jadi iri melihat keromantisan sejoli yang ada di depannya. Hatinya ingin meniru apa yang di lihat matanya.
Tangan Andi bergerak melepas genggaman kemudi. Berencana memintaa ijin pada April untuk melakukan hak yang serupa.
" Bo---"
" Tidakkk..." Potong April cepat.
Astaga... Padahal aku baru mengucapkan 2 huruf alfabet. Tapi Dek April sudah lebih dulu memotong perkataanku. Sepertinya Dek April paham,hak apa yang akan aku katakan. Batin Andi takjub. Merasa April adalah cenayang yang dapat membaca isi pikirannya.
Terlihat beberapa orang menoleh ke arah April. Suara April yang tiba-tiba terdengar di tengah kebosanan menungu lampu merah membuat mata memandang April.
Memang April berucap dengan sedikit lantang karena refleks saat melihat peegerakan Andi.
"Tidak apa Dek?" Tanya Andi berpura-pura polos.
" Ckkk... Jangan kira aku tak tahu maksud kamu Mas." Bisik Aprik di telinga Andi.
" He he he... Enggak kokk... Kamu mikir apa sihh." Elak Andi terkekeh kecil.
April tak menanggapi lagi. Motor Andi pun kembali berjalan setelah lampu berubah menjadi hijau.
Tak butuh waktu lama. 10 menit kemudian April dan Andi telah sampai ke kantor pencatatan sipil. Andi dan April masuk ke dalam untuk mengambil nomor antrian.
Setengah jam kemudian,Andi kembali menghampiri April dengan wajah lesunya.
" Kenapa lemes begitu Mas?" Tanya April heran.
" Sudah ? Gimana ? Apa bisa langaung jadi hari ini?" Sambung April memberondong pertanyaan pada Andi.
Andi menggeleng lemah menatap netra coklat April. April pun mengernyit melihatnya.
" Kenapa?"
" Kita harus ke polsek dulu untuk membuat surat kehilangan Dek. Baru setelah itu kita kembali kesini untuk membuat akta kelahiran." Ucap Andi lemah.
April menggeram kesal. Sia-sia mereka mengantri selama 2 jam tanpa membuahkan hasik sema sekali.
" Makanya Mas... Seharusnya begitu Mas sadar kalau akta kelahirannya hilang. Mas harus segera membuat gantinya yang baru. Akta kelahiran itu juga hak yang penting. Jadi gini kan,kalau lagi di butuhkan jadi susah sendiri." Gerutu Aprik berjalan keluar.
Andi menyusuk April ke luar menuju parkiran.
" Ya sudah ayo cepetan kita ke polsek. Sudah jam 10 ini."Ucap April kesaal.Andi hanya diam saja.
Kini mereka menuju ke polsek. Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di polsek terdekat. Karena memang jarak polsek ke kantor pencatatan sipil bisa dibilang dekat.
Dan untuk ke dua kalinya,Andi dan April kembali mengantri. Kini mereka mengantri tak terlalu lama. Hanya 1 jam 45 mwnit saja. Yeahhh... Hanya selisih 15 menit lebih cepat.
" Sudah dapat Dek surat kehilangannya." Ucap Andi senang.
__ADS_1
" Ayo kita langsung kembali ke kantor pencatatan sipil !" Ucap April cepat.
" He umm.." Jawab Andi mengangguk.
Kini sudah pukul 12.05. April dan Andi sudah kembali ke kantor pencatatan sipil. Mereka kembali mengantri.
Mereka mendapatkan nomor urut 49. Sedangkan kini urutan yang dipanggil baru berada di nomor 21. Ini akan menjadi penantian yang lama lagi.
" Dimohon untuk seluruh custemer servis menunggu jam istirahat makan siang terlebih dahulu. Pelayanan akan kembali berjalan pada pukul 12.40. Terima kasih atas pengertiannya." Suara resepsionis menggema memenuhi ruangan.
" Astagaa.... Ini akan jadi hari yang panjang." Keluh Aprill sebal.
" Sabar ya Dek." Ucap Andi menenangkan.
" Astagfirullah... Maafkan hambamu yang sering mengeluh ini ya Tuhann..." Ucap April setelah sadar dari kesalahannya.
" Kamu mau makan dulu Dek? Ayo kita keluar dulu cari makan." Ajak Andi.
" Tak usah Mas.. Nanti kalau tiba-tiba nomor kita dipanggil,malahan kita gak ada. Jadi makin lama nanti." Tolak April.
" Kalau begitu,mas keluar sebentar ke minimarket depan untuk membeli roti dan minum yah. Biar bisa buat ganjal perut dulu. Sebentar aja kok,gak akan lama." Ucap Andi. Andi tak kuasa jika membiarkan April melewatkan jam makan siang.
" Baiklah." Jawab April.
.
.
.
.
.
Bersambungg....
Jangan lupa
Like
Komen
vote
Serta Favorit yahh...
Terima kasihh...
Dann....
Happy readingg...
babayy...😄😄
__ADS_1