Takdirku?

Takdirku?
Akhir kisah sari


__ADS_3

Saar Sari membuka mata,Sari tak menemukan keberadaan Siska dan Wina,mereka meninggalkan Sari sendirian di kos itu.Ke 4 laki laki yang merebut kesucian Sari pun juga pergi.Tak ada yang membantu Sari waktu itu.Dengan tertatih Sari memakai pakaiannya.Sari melihat noda darah yang sudah mengering di pangkal pahanya.Badan Sari penuh dengan tanda kemerahan.Badan Sari serasa remuk tak bertenaga.Namun Sari memaksakan untuk segera kembali kerumah.Sari pulang menaiki ojek online.


Sesampainya dirumah Sari langsung masuk kekamar lalu mandi,berharap air dapat membersihkan tubuh Sari yang kotor.


Setelah kejadia itu,Sari sering mengunci diri dikamar.Sari tak mengis meratapi hilangnya keperawanannya.Sari hanya diam,fikirannya kosong begutu juga dengan hatinya.


Satu bulan berlalu.


Setelah kejadian yang membuat Sari kehilangan keperawanannya,Sari mulai memperbaiki diri.Sari tak kluyuran malam lagi.Sari sering menghabiskan waktu menyendiri dikamar.


Pagi ini Sari merasakan tubuhnya tak nyaman.Kepal Sari pusing,perutnyamual dan badannya lemas sekali.Sari mengingat sesuatu.


DEGG.


Segera Sari mengambil ponsel,dibuka aplikasi kalender,Sari melihat tanggal hari ini.Sari luruh kelantai tak kuat menopang beban ini.benar dugaannya,bulan ini Sari belum menstruasi.Sari sudah telat 10 hari.


"Harus kupastikan sekarang,aku harus pergi ke Apotik membeli tespack!!" Gumam Sari.


Sari bangun menyambar jaket dan kunci motor lalu bergegas pergi.


"Buru buru mau pergi kemana Sar?" Tanya Ibu Sari.


Sari tak menghiraukan ucapan Ibu.Sari bergegas pergi memacu motornya menuju apotik terdekat yang hanya membutuhkan waktu 15 menit saja dari rumahnya.


"Mbak beli Tespack 2!!" Ucao Sari pada pegawai Apotik.


Mereka tersentak diam menatap Sari,lalu menyerahkan 2 buah Tespack.Sari menyerahkan selembar uang duapuluh ribu.lalu Sari bergegas pulang.


Sesampainya dirumah Sari langsung ke kamar mandi untuk mengetesnya.Sari menunggu 1 menit agar hasilnya muncul.


jantung Sari berdebar,tangannya begetar.Samar-samar garisnya mulai muncul.


Dua garis


Sari tak percaya lalu membuka Tespack yang satunya lagi. kucoba lagi,dan hasilnya tetap sama,Dua garis.


Sari menangis dalam diam.Tak menyangka jika Ia hamil,namun ini konsekuensinya.Sari harus bertanggung jawab merawat dan membesrkan Anaknya.


"Kita berjuang bersama ya nak,Ibu akan menjagamu sampai kau lahir." Ucap Sari tersenyum getir sambil mengelus perut datarnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


*S**embilan bulan sepuluh hari berlalu*.


Sari menyembunyikan kehamilannya dari orang tua dan Kakku Yani.Sari tak ingin membuat mereka khawatir dan kecewa padanya.


Agar mereka tak curiga,setiap bulan Sari tetap membeli pembalut diwarung.Sari memberikan pewarna merah pada pembalut,agar kelihatan seperti menstruasi betulan,lalu Sari membuang pembalut itu di plastik kamar mandi tempat biasa Sari dan Kakanya membuang pembalut.Dengan begitu Ibu dan Kakak Sari akan tau jika Ia membuang pembalut disitu dan mengira Sari sudah menstruasi tiap bulannya.


Berat badan Sari tak bertambah banyak.Sari memakai pakaian yang longgar setiap hari untuk menutupi perut buncitnya.Sari tak selalu merasakan mual dan muntah,hanya sesekali saja.Saat dikamar Sari selalu mengunci pintu,untuk mengantisipasi jika Kakak dan Ibuku tiba tiba masuk kekamarnya saat Sari tidur.Takutnya mereka melihat perut Sari yang buncit saat Sari tidur terlentang.


Tapi tiba-tiba hari ini perut Sari terasa sakit.Sebenarnya sudah dari semalam Sari merasakan sakit ini.Ia pikir hanya sakit biasa karena kandunganny yang sudah besar.Tapi pagi ini sakitnya sudah tak tertahankan lagi Sari terduduk dipintu kamarnya.Sari tak sempat masuk ke kamar karena Ia merasakan ada sesuatu yang memcoba keluar dari kewanitaannya.Ada air bercampur darah mengalir dari paha Sari.


"Aaaaakhhhh" Jerit Sari kencang saat merasakan dorongan seperti ingin mengekuarkan sesuatu.


"Oekk ooeekk ooekk" Tangis bayi yang baru lahirr.Sari menggendong bayi yang masih berlumur darah itu,dilihat dia sehat,normal dan gemuk.Sari melahirkan Anak Perempuan yang sangat cantik sendirian.


"Astagfirullahhh sarii" Jerit Ibu yang melihat Sari terduduk dengan bayi ditangannya dan darah disekitar tempat Sari duduk.Ibu memegang dadanya,Dia kesakitan dan kesulitan bernafas,lalu Ibu jatuh didepan Sari.


"Kakak kakak Ibuu kak." Teriak Sari memanggil Kakaknya.Sari masih lemas sehabis melahirkan jadi tak bisa menghampiri Ibunya.


"Ya Allah Ibuu,Sarii" Kaget Kakak yang melihat Ibu sudah tak sadarkan diri dan Sari yang tengah duduk menggendong bayi..


"Tolonggg tolongggg....!!!" Reflek Kakak berteriak mencari bantuan.Tetanggapun datang membantu mengangkat Ibu dan Sari untuk dibawa kebidan.


Sari mendengar desas-desus Ibu-Ibu membicarakannya yang tiba tiba melahirkan anak.Tapi tak Sari perdulikan,saat ini Sari hanya mengkhawatirkan kondisi Ibu.


Sampai di tempat Bidan,Bidan segera memotong tali pusar anak Sari lalu menjahit bekas lahiran Sari,sedangkan asisten Bidan memeriksa Ibunya.


"Maaf Bu Sari,Ibu anda sudah tiada.Ia mengalami serangan jantung,dan saat tiba disini denyut nadinya sudah tak ada.kemungkinan Ibu anda meninggal saat masih dirumah atau diperjalannan kesini." Jelas asisten Bidan yang baru tiba.


Sari diijinkan pulang oleh bidan.Dihari itu juga pemakaman Ibu dilangsungkan.Sekarang hanya tinggal Kakak,Sari dan Anaknya.Kakak tak menyalahkan Sari.Dia hanya diam memeluk Sari dengan air mata yang berlinang.


.


.


.


4 tahun berlalu


Sari hidup dengan Anak dan Kakaknya.Gunjingan tetangga sudah jadi lagu sehari hari.Tapi Sari dan Yani tak ambil pusing soal itu.Yani bekerja dari jam 9 sampai jam 4 sore.Gajinya pun lumayan untuk menanggung kebutuhan kami sehari hari.


Sari tak bekerja karena harus merawat Anaknya yang masih kecil.Yani dengan ikhlas membantu Sari merawat dan membesarkan anaknya.


Tahun ini Yani menikah dengan pria bernama Hadi.Pria itu mau menerima Sari dan ikut membiayai keperluan Sari serta Anaknya.


Usia Anak Sari sekarang sudah 4 tahun. Anaknya tumbuh menjadi Anak yang cantik dan aktif.


Karena Anaknya sudah cukup besar,Yani memutuskan untuk tinggal dirumanya sendiri.Sari menyanggupi,Sari meyakinkan Yani bahwa Ia bisa tinggal dan mengurus Anaknya sendiri dirumah Ibu.


Tak terasa Yani sudah menikah selama 2 tahun.Yani belum juga dikaruniai Anak.Yani dan Hadi tetap saling menguatkan dan berobat untuk bisa segera memiliki keturunan.

__ADS_1


Anak Sari berumur 6 taun sekarang.Malam ini Anaknya rewel,badannya panas tinggi,Sari putuskan untuk membawanya ke klinik.Sari mengambil ponsel alu menelepon Yani.


"Kak,Anakku demam tinggi.aku akan membawanya ke klinik sekarang." Ucap Sari tergesa-gesa lalu mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari Yani.


Sari mendekap Anaknya dan berlari kecil menggendong Anaknya yang wajahnya sudah pucat.Sari melihat jalan depan rumah Bu Wahyu ada panggung hajatan yang masih menghalangi jalan.


Itu satu satunya jalan yang bisa Sari lewati,Sari bingung dan panik melihat anaknya yang menangis dengan mata terpejam.


"Ah iya..lebih baik aku lewat belakang rumah Bu Wahyu saja,disamping kali kan masih bisa delewati." Ucap Sari semangat.


Sari berlari melewati jalan samping kali itu,jalannya licin karena hujan tadi sore. Tapi tiba tiba Sari terpeleset dann,


BUUGGG ...DUUGGG ...BYUURRR


Sari terjatuh ke kali,tapi Sari sempat melempar anaknya ke samping agar tak ikut terjatuh bersamanya.Sari tak bisa berenang,airnya sangat deras sehingga Sari tenggelam.


"Kamu harus hidup Anakku! APRILIA CALISTA kamu harus tetap hidup." Ucap Sari sebelum tercekik dan kehilangan nafasnya didalam air.


Pagi harinya saat Bu Wahyu ingin membuang sampah dikali ia melihat April yang tak sadarkan diri dengan kepalanya tertuka terbentur pondasi.Bu Wahyu bergegas membawa April ke rumah Yani selaku Budhe dari April.


Saat sampai ditempat Yani dia melihat Sari yang sedang dibaringkan,Yani menangis disampingnya.Teryata Sari meninggal tenggelam dan ditemukan warga desa sebelah.


"Assalamualaikumm Yani.Ini April terluka kepalanya berdarah,tadi pagi saya temukan dia dibelakang rumah." Ucap Bu Wahyu mengalihkan pandangan semua orang.


Hadi bangkit membawa April ke puskesmas,sedangkan Yani tetap dirumah melangsungkan pemakaman Sari.


Sejak saat itu April tinggal bersama yani dan hadi.


*F*lasback off.


.


.


.


.


.


.


.


Episod terpanjang saat ini


biasanya tiap episode hanya 700san kata.


sedangkan episode ini samlai 1270han kata.


mohon dukungannya ya,agar aku semangat menulis

__ADS_1


dan maaf kalo banyak typo ya


salam manis dari author😊


__ADS_2