
Entah apa yang para orang tua bicarakan April tak tahu.April duduk di depan tv sendirian karena tak enak jika menguping pembicaraan orang dewasa.
Namun sayup-sayup April mendengar tentang acara lamaran yang akan dilangsungkan 1 bulan lagi,dan kedua belah pihak pun menyetujuinya.
Kakek Dul,Bapak Hadi serta Ayah ridwan menentukan hari dan tanggal yang baik untuk acara lamaran berdasarkan hitungan jawa.
Didesa April memang maaih kental dengan adat jawanya.Setiap orang yang hendak menjalin hubungan rumah tangga harus lulis seleksi perhitungan jawa terlebih dahulu.
Jika hitungannya tak cocok,maka harus diputuskan hubungannya.Karena jika dilanjutkan akan memakan korban,entah rezekinya sulit,orang tua nya sakit-sakitan bahkan ada juga yang sampai orang tuanya meninggal karena memaksakan.
Tapi itu juga tergantung kepercayaan masing-masing.Karena dalam islam hal tersebut tidak dibenarkan.
Tapi saat ini keluarga April dan Andi hanya sebatas formalitas agar tak dihujat para tetua desa.Hanya sebatas melakukan tapi tak sepenuhnya mempercayainya.
"Ternyata weton mereka bagus dan cocok.Tapi---" Ucap Kakek Dul menggantungkan ucapannya sehunga membuat semua menahan nafas penasaran.
"Tapi kenapa Kek?" Tanya Ayah Ridwan was-was.
"Tapi hitungan weton mereka jatuhnya pada "Padu" " Ucap Kakek Dul .
"Padu? Apa artinya Kek?" Tanya Bapak Hadi penasaran.Pasalmya tak semua orang dapat mengerti tentang perhitungan weton jawa.
"Weton yang jatuhnya pada hitungan Padu itu akan sering berdebat dalam rumah tangganga.Tapi hanya perdebatan-perdebatan kecil yang menghiasi hari-hari mereka.Tapi jika mereka dapat mengatasi setiap perdebatan yang ada,maka rumah tangga mereka akan baik-baik saja" Jelas Kakek Dul menatap semua orang.
"Jadi bagaimana Pak Dul?" Tanya Bapak sedikit khawatir mendengar penjelasan.
"Sebenarnya tak perlu dikhawatirkan,weton ini masih terhitung weton yang baik.Jadi tak apa-apa jika dilanjutkan.Yang terpenting jangan saling egois saja,harus saling menerti satu sama lain,insyaAllah semua akan baik-baik saja" Jelas Kakek Dul sambil tersenyum.
"Alhamdulillahh" Ucap Andi Spontan sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.Sontak semua orang langsung menengok ke arah Andi.Andi yang masih tak sadar dengan ucapannya hanya diam menatap bingung kepada orang-oramg yang menatapnya.
"Kenapa?" Tanya Andi plonga -plongo
"Kamu yang kenapa?" Ucap merekan ****** terheran melihat tingkah Andi.
Seketika Andi sadar dengan apa yang Ia lakukan tadi.Batinnya malu sekali karena ketahuan sangat bersemangat mengenai lamaran ini.
"Eee...eemmm gak papa kok" Jawab Andi kikuk.
"Dasar anak muda" Ucap Kakek geleng-geleng.
__ADS_1
"Yasudah...Jadi kita deal yah akan melaksanakan acara lamarannya dibulan november,satu bulan dari sekarang" Ucap Ayah Ridwan memperjelas.
"Iya Wan,tepatnya tanggal 2 November"
"Baiklah kami sekeluarga akan mengatur semua acaranya semaksimal mungkin" Ucap Ridwan tersenyum.
"Sebentar lagi kita akan jadi besan ya,ha ha ha" Kelakar Bapak Hadi.
"Iya Di,aku tak pernah menyangka sama sekali kalau akan berbesanan denganmu" Jawab Ridwan.
"Sudah selesai kan? Seku sudah dibahas demgan jelas,mungkin sebaiknya kota pamit undur diri.Maaf jika kedatangan kami merepotkan" Ucap Kakek Dul mengakhiri pertemuan.
"Sama-sama Pak Dul,kami sekeluarga juga senang kalian berkenan mampir ke rumah sederhana kami.Dan maaf jika makanan yang tersedia hanya seadanya saja" Ucap Hadi tak enak hati karena hanya menyediakan roti dan jeruk serta teh hangat.
"Ini sudah lebih dari cukup Nak Hadi,memang dalah kami karena datang tak memberi tahu terlebih dahulu" Ucap Kakek Dul,
"Oh iya,itu bungkusan yang ada didekat ranjang hanya seadanya saja.Karena semuanya serba mendadak jadi tak sempat menyiapkan yang sepantasnya" Sambung Kakek Dul tak enak.
"tidak Pak Dul,ini semua sudah lebih dari cukup.Seharusnya tak perlu repot-repot membawa bingkisan segala Pak.Kamu juga Wan,harusnya tak usah membawa apa-apa.Kayak sama siapa saja kamu ini." Ucap Bapak melirik ridwan yang masih setia duduk bersama Risma istrinya.
"Biarlah sesekali Di,Bingkisannya biar dimakan April dan Mira saja kalau kamu tak mau" Canda Ridwan membalas ucapan Hadi.
"Ehh anak kecil gak boleh nguping pembicaraan orang tua!! Sejak kapan kamu disitu?" Ucap Ibu Yani melotot melihat Mira yang berdiri melongok di pintu kamar.
"He he he...Sejak tadi Bu" Jawab Mira nyengir kuda.
Sintak mereka semua yang berada di ruang tengah geleng-geleng kepala melihat tingkah mira.
"Karena semua sudah jelas,kami pamit undur diri dulu" Ucap Pak ridwan.
"Iya-iya..Terimakasih atas kunjungannya" Jawab Bapak
"Baiklah" Ridwan,Ibu Risma,Kakek Dul dan Andi bangkit dari duduknya hendak berpamitan untuk pulang.
Mereka menyalami semuanya,termasuk April.April bangkit lalu berjalan mendekat ke arah ruang tengah.April menyalami Kakek Dul,Pak ridwan,Bu Risma dan yang terakhirr....Andi sang pemeran utama pria.
Dengan gugup April meraih tangan Andi untuk disalami.Diciumnya tangan Andi karena April terbiasa salaman seperti itu kepada orang yang lebih tua darinya.
DEG DEG .... DEG DEG
__ADS_1
Jantung keduanya berlomba-lomba.Waktu seakan berhenti berputar saat tangan Andi mendrat menempel sempurna di kening dan hidung April serta mulut April yang menempel dipinggung tangannya.
Lama sekali,Andi seakan tak mau menarik tangannya,begitu juga dengan April yang malah mematung.
"Ehemm" Dehem Bapak Hadi melihat tingkah kedua insan yang sebentar lagi akan bertunangan itu.
"Sudah kali acara salam-salamannya,betah bener tuh tangan dicium April" Sindir Ayah ridwan pada Andi.
Sontak Andi dan April melepaskan diri masing-masing dan saling menjauh dengan canggung.
"Maaf" Ucap Andi dan April bersamaan.
"Alah alah alahhh..belum apa-apa juga sudah pada malu-malu kucing nih Wan" Ejek Bapak gemas melihat tingkah keduanya.
"Ha ha ha...namanya juga anak muda Di" Kelakar Ayah Ridwan.Sedangkan Kakek Dul,Bu Risma dan Ibu Yani hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala menatap mereka.
April hanya menunduk tak enak,sedangkan Andi hanya memasang wajah dinginnya,tak perduli dengan omongan orang tua.Saat ini Andi tengah sibuk mengontrol jantungnya yang berdebar kencang seperti habis maraton.
.
.
.
.
.
Bersambungg...
Maaf ya para readersku jika aku jarang update.Author sedang sangat sibuk sekali denga urusan dunia nyata.
mohon dimaklumi yah Readers setiaku.
Jangan lupa Like Komen Vote serta Favorit yah...Agar saya lebih semangat dalam berkarya.
InsyaAllah jika urusan Author sudah selesai namti Author akan update setiao hari lagi seperti dulu.Tapi Author tak tahu sampai kapan urusan Author selesai,karena masih belum jelas.
Oh iya,jangan lupa jaga kesehatan yah..
__ADS_1
Lavyuu Readersskuh 😍