Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 132 Menambah personil


__ADS_3

Kemunculan adik Aksa ini tentu mengejutkan bagi mereka. Karena pembicaraan yang sangat rahasia tadi terdengar oleh gadis ini.


 


"Ada apa, Kak? Kalian membicarakan apa?" tanya Allen mengulang pertanyaannya. Berpura-pura tidak tahu. Karena kakaknya dan kedua orang di sana hanya diam. Yora menahan napas sejenak karena tegang, lalu menoleh pada Aksa dan Noah.


 


"Bukan pembicaraan yang perlu kamu tahu. Hanya pembicaraan biasa," sahut Aksa dengan tenang. Di sini paling berhak bicara adalah Aksa. Karena ini menyangkut dirinya.


 


"Oh, ya? Sayang sekali."


 


"Kembalilah ke depan," perintah Aksa.


 


"Oke. Aku akan kembali ke depan dan bicara pada kakek kalau Kak Aksa, Kak Noah sedang membicarakan ...," kata Allen membuat Yora melebarkan mata. Gadis ini langsung panik.


 


"Kembali kesini Allen,” panggil Aksa sambil menggeram. Allen menghentikan langkahnya. Lalu memutar tubuh dan kembali menghadap ke arah kakak.


 


"Ada apa? Bukannya kakak menyuruhku kembali ke depan. Iya. Aku akan kembali ke tempat orang-orang berkumpul," kata Allen membetulkan pakaiannya.


 


"Kakak tidak menyuruhmu ke depan untuk bicara yang tidak-tidak,” jelas Aksa.


 


"Tidak-tidak? Aku bukan bicara yang tidak-tidak, kok Kak." Allen menggelengkan kepala berbarengan dengan tangannya yang bergoyang.


 


"Lalu apa yang mau kamu katakan pada kakek?" tanya Aksa dengan melebarkan bola matanya geregetan dengan adiknya.


 


"Tidak. Tidak ada." Allen menggelengkan kepalanya. Namun wajahnya terlihat kalau ingin mengadu sesuatu pada kakek. Allen pasti mendengar agak banyak.


 


Noah terkejut saat Yora meremas lengannya tiba-tiba. Kepala pria ini menoleh. Yora tengah  gemetar. "Tidak apa-apa. Aksa bisa mengatasi," lirih Noah. Yora mengangguk.


 


"Kakak tahu kamu pasti mau mengadu pada kakek tentang apa yang kita bicarakan tadi," kata Aksa tidak ingin basa-basi. "Kamu tahu apa yang kita bicarakan hanya belum yakin."


 


Apa yang dikatakan Aksa benar. Dia mendengar apa yang mereka bicarakan. Hanya saja tidak yakin.


 


"Kamu ingin tahu?" tawar Aksa membuat Noah dan Yora terkejut.


 


"Ya," jawab Allen tegas.


 


"Baiklah."

__ADS_1


 


"Aksa! Kamu ingin membuka semuanya pada Allen?" tanya Noah panik. Allen melirik Yora dan Noah yang melihat ke arahnya sejak tadi. Tatapan itu merasa Allen adalah ancaman yang membahayakan bagi mereka. Itu berarti mereka serius.


 


"Iya," jawab Aksa santai. Bola mata Noah melebar. Ia saling berpandangan dengan Yora.


 


"Kamu paham kan, apa akibatnya kalau ada orang lain yang tahu tentang ini?" Noah menyebut masalah tunangan palsu ini dengan kode. Aksa melihat adiknya.


 


"Aku tahu, tapi dia juga sebenarnya mendengar semuanya. Lagipula aku tahu siapa yang aku ajak bicara, Noah. Dia Allen adikku,” kata Aksa. Allen jadi terharu sama kakaknya. Karena Aksa percaya padanya.


 


"Walaupun begitu ..." Noah masih menentang. Karena tidak ada yang bisa menjamin semua baik-baik saja.


 


"Aku janji akan tutup mulut kalau Kak Aksa dan Kak Noah mau melibatkan aku,” seloroh Allen memotong kalimat Noah. Ia mengatakan itu dengan mengangkat dua jarinya.


 


"Ini bukan permainan, Allen." Noah meminta gadis ini mengerti.


 


"Aku tahu. Aku bisa tahu dari kekhawatiran Kak Noah." Bola mata Allen mulai menyadari kalau Noah dan Yora berdampingan dengan aura aneh.


 


"Ini bukan hal yang simpel seperti itu." Noah masih berusaha membuat Allen menyerah untuk ikut-ikutan.


 


 


"Membantu?" tanya Noah heran.


 


"Ya. Kita lihat saja nanti. Apapun yang akan terjadi, aku lah yang akan menerima akibatnya, Noah. Kamu jangan khawatir,” imbuh Aksa.


 


"Agh, aku tidak tahu Aksa. Yang terpenting adalah, Yora harus aman. Aku tidak ingin kamu menyakitinya." Noah memberi pesan. Allen jadi melihat itu sebuah rasa sayang.


 


"Kak Noah sayang sama Kak Yora, ya?" celetuk gadis ini membuat Noah terkejut bukan main. Wajah Yora memerah tanpa sadar.


 


"A-apa yang kamu bicarakan?" Noah jadi gugup. Allen tertegun karena dugaannya benar.


 


Sementara itu Aksa tertawa. Merasa lucu dengan penemuan Allen. "Hahahaha." Allen menatap kak Aksa dengan aneh.


 


...***...


 


Setelah keadaan tenang, mereka sengaja menuju lantai dua untuk mengungkap semua.

__ADS_1


 


"Allen ingin tahu soal hubungan Kak Aksa dan Kak Yora yang sebenarnya." Allen serius ingin tahu. “Pembatalan ikatan pertunangan? Apa itu ..."


 


"Kita ingin membatalkan ikatan ini. Seperti yang kamu dengar," ungkap Yora. Noah tidka menyangka gadis ini akan ikut mengungkapkan. Karena sejak tadi ia gemetar takut.


 


"Kita? Kak Yora?" tanya Allen heran. Karena yang dia tahu gadis itu sangat mencintai kakaknya.


 


"Tentu saja bukan. Yora itu pasti akan setia pada komitmen, tidak seperti dia," ejek Noah seraya melirik ke sepupunya.


 


"Kak Aksa?!" seru Allen yang kembali yakin pasti ini gara-gara kakak laki-lakinya ini. "Lalu nama Lisa?”


 


Yora terkejut. Gadis ini tidak menjawab.


 


"Apa yang kamu tanyakan dengan dia?" tanya Aksa dengan bola mata teduh. Mungkin ia jadi ingin bertemu gadis itu sekarang.


 


"Allen terkejut kalian membicarakan nama itu, karena yang Allen tahu itu nama kekasih Kak Arka," lanjut Allen.


 


"Betul. Namun sekarang Lisa bukan lagi kekasih Arka. Mereka putus," kata Noah. Hanya sebatas itu.


 


"Hanya itu? Putus?" tanya Allen ingin lebih jelas. Bola mata Allen beredar. “Lalu kenapa kalian membicarakan mantan kekasih kak Arka saat Kak Arka tidak ada? Aku yakin kak Aksa bukan penggosip.” Allen menambahi pertanyaannya. Noah mengangkat bahu. Yora diam saja tidak ingin menjawab. Jadi Allen menoleh pada kakaknya untuk tahu kepastian ceritanya.


 


"Lisa kekasihku," ungkap Aksa membuat Allen sangat terkejut. Sampai-sampai bola matanya melebar dan tetap seperti itu beberapa detik. Dia menoleh ke Noah dan Yora bergantian. Seakan meminta penyangkalan atas kalimat kakaknya. Namun mereka hanya menatap Allen dengan wajah biasa saja.


 


"Ja-jadi ... Kak Arka putus karena ada Kak Aksa?" tanya Allen. Yora dan Noah melihat ke Aksa secara bersamaan. Tatap mata mereka seolah menuduh pria inilah yang jadi penyebab Arka dan Lisa putus. "Benar begitu, Kak?"


 


"Kenapa kamu menanyakan hal itu? Cukup kamu penasaran dengan apa yang kamu dengar tadi. Bukan bertanya banyak hal," kata Aksa yang sepertinya tidak ingin menjawab.


 


“Iya, maaf.” Allen tersenyum.


 


Akhirnya ada lagi satu orang yang tahu kalau Aksa akan memutuskan ikatan pertunangan dia dan Yora. Sepertinya hanya sebatas itu, Aksa bicara. Karena soal Lisa yang jadi pengganti Yora ketika koma tidak terungkap.


..._____...



 


 


 

__ADS_1


__ADS_2