Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 31 Mengaku


__ADS_3

"Lisa, tunggu!" Arka dengan gerak cepat bisa menangkap tangan gadis itu. Lisa berdecih pelan. "Kenapa menghindariku?" Lisa diam. "Kamu pasti mengerti apa yang aku tanyakan lagi padamu. Kamu tahu Lisa. Kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kamu hanya pura-pura."


Lisa tidak bisa lagi menghindar. Ia sudah berusaha keras bersikap tidak tahu menahu soal Yora dan Aksa, tapi Arka tidak menyerah. Kata-katanya terus menyerang Lisa untuk mengaku.


"Perjanjian?" Raut wajah Arka keruh. Dia diam. Seperti sedang berunding dengan dirinya sendiri. Lisa mengibaskan tangan Arka yang mulai mengendorkan pegangan. Lisa bisa terlepas dari cengkeraman pemuda ini. "Apa yang kamu maksud dengan perjanjian?"


"Perjanjian adalah persetujuan tertulis atau dengan lisan yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing ..." Lisa mengutip kalimat ini dari google.


"Lis ...," tegur Arka sengaja memotong kalimat gadis di depannya. Lisa berhenti dengan kalimat panjangnya. Ia tahu bukan itu jawaban yang di inginkan Arka. Lisa memandang Arka dengan bola matanya yang bulat. "Jangan bercanda." Cowok ini memohon Lisa untuk serius dalam menjawab.


Dari wajah Arka sekarang, bisa di pastikan pemuda ini memang sangat serius. Dia tidak sedang dalam mode bercanda dimana biasanya dia tetap cool meski mengikuti gaya Lisa.


"Apa? Apa yang harus aku jawab?" Lisa menggaruk keningnya. Kemudian sedikit menunduk.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan?" lirih Arka. Lisa diam seraya memejamkan matanya sebentar. "Aku butuh tahu itu, Lisa."


"Kenapa?" tanya Lisa menengadah, seakan dia gadis yang sangat polos.


"Kamu kekasihku, tapi aku menemukanmu bersama dengan kakakku dan dia mengaku kamu adalah tunangannya. Apa lagi yang perlu aku jelaskan saat aku bertanya apa yang kamu lakukan di sana?" Benar kata Arka. Dia tidak butuh penjelasan soal keingintahuannya.


"HH ... ini tidak mudah untuk mengatakannya."


"Katakan dengan singkat dan jelas," pinta Arka.


"Ceritanya panjang dan rumit. " Lisa malah menawar. Arka menatap lurus-lurus gadis ini. Lisa mengangguk mengerti. "Aku melakukan perjanjian dengan nyonya Anne."

__ADS_1


"Siapa dia?"


"Ibu Yora yang aku perankan."


"Peran?" Kening Arka mengerut.


"Yora koma. Aku terpaksa menggantikan gadis itu untuk menjadi tunangan Aksa." Lisa duduk di bangku beton di sampingnya.


"Kamu sedang melakukan sesuatu yang berbahaya, Lisa. Kamu sedang menyamar menjadi orang lain?"


"Aku terpaksa Arka. Ibu butuh uang untuk membiayai rumah sakit Bapak. Aku kasihan melihat ibu mencari hutang kesana kemari. Bahkan mau meminjam uang pada rentenir." Arka ikut duduk di samping Lisa. "Aku tidak mau ibu terjerat dalam hutang yang berkepanjangan."


"Seharusnya kamu bilang padaku, Lis. Aku bisa membiayai rumah sakit Bapak." Arka menghela napas. "Mungkin aku seharusnya lebih cepat tahu soal ini, Lisa. Hingga kamu tidak perlu terjebak dalam permainan seperti ini."


"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Arka membuat Lisa yang menunduk menoleh perlahan.


"Kamu?" tanya Lisa sembari mengerjapkan mata.


"Kamu tidak mempedulikan aku? Kita baru saja jadian, tapi kamu terlihat bersama Aksa. Kamu tahu bagaimana perasaanku?" Wajah cowok ini terlihat mengiba. "Entah bagaimana nanti."


"Itu ... Maaf, Ka. Bukan maksud aku untuk begitu ... tapi aku ..." Lisa kebingungan menjelaskan.


"Janji."


"Apa?"

__ADS_1


"Jangan menyentuh Aksa dan menjauh saat dia akan menyentuhmu." Bola mata Arka meruncing memberi peringatan.


"Oh soal itu. Tenang saja. Aksa tidak mencintai Yora. Dan aku juga sebaliknya. Aku kan itu ... kamu." Mendadak Lisa panik di dalam hati. Ia kebingungan saat kata aku mencintaimu sudah ada di ujung bibirnya.


Arka tergelak.


"Aku tahu. Syukurlah jika sebenarnya Aksa tidak mencintai gadis itu." Lisa menghela napas lega. "Ibu Yora tahu soal Aksa yang tidak mencintai putrinya?"


"Ya. Bahkan Nyonya Anne tahu soal tabiat buruk kakakmu."


"Tabiat?"


"Dia pecinta wanita," desis Lisa. Arka tahu maksud gadis ini. "Dia menunjukkan ketertarikannya pada wanita lain di depan aku yang jadi Yora."


"Soal itu ... Aku juga pecinta wanita," ujar Arka membuat Lisa terkejut.


"Benarkah?"


"Ya, tapi hanya satu. Yaitu ke kamu."


Sialan. Arka bisa bikin aku meleleh.


______


TUNANGAN PALSU

__ADS_1


__ADS_2