Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 40 Nonton basket


__ADS_3


Maksud hati Lisa nonton pertandingan basket bareng trio berandal, tapi ... Allen yang sudah berniat mengajak Lisa untuk menonton menggagalkan rencananya. Dia terpaksa menjadi Yora saat melihat pertandingan basket. Padahal ia ingin sekali menjadi dirinya sendiri saat bersama Arka.


 


Karena tidak ingin mengecewakan Arka, Lisa menutup mulut kalau dia datang dengan sampul Yora.


 


"Wahhh ... aku suka sekali dengan cowok-cowok basket," kata Allen gemetaran karena terlalu gembira. Lisa tersenyum. Dia juga senang bisa berada di sini. Meskipun ada sedikit kesal karena harus menjadi Yora saat Arka membutuhkannya. "Kakak terlihat keren pakai baju seperti ini. Jujur ya ... aku enggak suka kak Yora pakai rok saja. Sekali-kali pakai pakaian santai seperti ini. Ini jauh lebih manis." Meskipun sebenarnya tidak perlu pendapatnya, Allen lumayan terlihat tulus saat mengatakannya.


 


"Jadi ... aku lebih cantik pakai baju seperti ini?" canda Lisa.


 


"He-eh." Allen menyeruput minumannya. Ternyata gadis ini menyukai nyemil. Lisa jadi merasa terselamatkan dengan adanya kantong berisi banyak makanan di tangannya. Allen sengaja belanja lebih dulu di minimarket sebelum masuk gedung. "Mana kak Arka ya ..." Kepala Allen celingukan.


 


"Mungkin masih di ruang pemain di bawah," ujar Lisa menunjuk ke ruangan khusus peserta yang letaknya ada di lantai paling bawah.


 


"Kakak tahu? Memangnya sering ke sini?" tanya Allen sambil makan cemilannya. Padahal pertandingan belum mulai, tapi gadis ini sudah nyemil saja.


 


"Hahaha ...."


 


Tentu saja aku berulangkali ke tempat ini. Ini tempat aku dan kawan-kawan meneriaki si bule kampung yang jadi anak basket.


 


"Kakak sakit? Kok pakai masker?" tanya Allen.

__ADS_1


 


"Enggak. Hanya kadang bersin aja." Bohong Lisa. Ini semua demi membuat dirinya tetap bisa nonton meski dengan gadis ini. Karena ini laga tim dari sekolahnya sendiri.


 


"Dari tadi aku mau tanya, tapi enggak jadi karena takutnya kakak minta pulang. Aku kan enggak mau kakak pulang. Karena jika kakak pulang, aku enggak boleh nonton basket," ujar Allen jujur.


 


Sialan ni anak.


 


Lisa menipiskan bibir tidak menyangka kalau dirinya akan di jadikan alasan gadis ini untuk bisa nonton basket. Ponsel Lisa bergetar. Ada notifikasi pesan masuk. Lisa mengintip. Itu Arka.


 


"Aku tidak melihatmu sama sekali."


 


 


"Aku ada di tribun barat, tengah."


 


"Kenapa di sana? Kamu enggak turun dan gabung sama anak-anak?" tanya Arka yang sepertinya butuh dirinya sekarang.


 


"Aku bareng Allen, Ka," balas Lisa.


 


"Jadi kamu sekarang jadi Yora?"


 

__ADS_1


"Ya." Lisa menghela napas. Ada rasa tidak nyaman barusan. Arka pasti tidak suka ini.


 


"Kalau tahu ruang tunggu pemain, kenapa kita enggak samperin kak Arka?" tanya Allen yang makin membuatnya pusing.


 


Tunggu! Bukannya aku sekarang pakai masker dan hoodie? Jadi meskipun ke sana, mereka bakal enggak sadar. Namun si Nero enggak bisa di kibulin nih. Tuh anak kan ikut event juga.


 


“Sepertinya kak Arka pengen banget di samperin. Dia chat aku nih. Minta aku datengin dia ke sana.” Lisa terkejut saat Allen nunjukin pesan di layar padanya. “Kak Yora masih ingat kak Arka, kan?” Melihat Lisa diam, Allen mengira dia sudah lupa dengan cowok itu.


 


“Aku masih ingat.”


 


“Ya. Kak Arka minta di samperin. Aku bilang datang sama kak Yora. Dia bilang sekalian ajak kak Yora kesana. Gimana?” tawar Allen yang lebih mirip pemaksaan karena pasang wajah berharap.


 


“Baiklah," kata Lisa mengabulkan.


"Uugghh ... Kak Yora baik, deh.” Si Allen memeluk Lisa sebagai ucapan terima kasih. Lisa mengangguk-anggukkan kepala setuju.


 


Apa Arka sadar kalau aku juga ikut kesana bakal ketahuan anak-anak? Aku marahin dia entar.


_______


TUNANGAN PALSU


 


 

__ADS_1


__ADS_2