Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 76 Meluruskan


__ADS_3


"Jangan bercanda!!" teriak Noah marah. Dia sudah mengepalkan tangan untuk melayangkan tinju ke arah wajah Aksa. Saat itulah Lisa muncul.


 


"Hei, Aksa! Bukankah aku bilang kalau ... Ah, Noah?" Lisa terkejut melihat pria ini siap meninju Aksa. "Hei! Ada apa ini? Kenapa kamu mau meninju Aksa?" tanya Lisa seraya menahan tangan Noah. Dia mencoba menarik tangan pria ini untuk tidak mengacungkan tinju pada Aksa.


 


Karena melepas tangan dari seragamnya yang tidak terkancing, bra di dalam kemeja itu terlihat. Bahkan sempat ada yang menyembul sedikit.


 


Aksa dan Noah sama-sama melihat ke arah yang sama.


 


Noah sangat terkejut. Wajahnya langsung memerah. Bola mata Noah pindah melihat ke arah lain. Mencari obyek yang bisa mengalihkan dari pemandangan barusan. Ini membuat cengkeramannya pada kerah Aksa melonggar.


 


Lisa mendorong tubuh Noah agar menjauh dari Aksa.


 


"Kamu enggak apa-apa?" tanya Lisa melihat ke wajah Aksa dengan meneliti. Kepala Aksa mengangguk. Ada secuil rasa senang di tanya keadaannya oleh gadis ini.


 


Wajah Noah memerah karena isi dalam kemeja gadis ini.Tingkah Noah Ini membuat Aksa tersenyum geli.


 


Sementara Lisa terheran-heran melihat kekehan Aksa.


 


"Hei, Om. Kepalanya habis kena tinju ya? Kenapa tertawa sendiri?" tegur Lisa belum sadar asetnya terlihat. Dia juga heran dengan Noah yang menjauh dan duduk dengan menghela napas. Aksa menghentikan kekehannya.


 


Di tanya begitu, Aksa tidak segera menjawab. Ia mengambil jasnya dan kembali ke tempat Lisa berdiri.


 

__ADS_1


"Kancing seragam kamu masih belum di perbaiki ya?" tanya Aksa seraya membungkus tubuh atas Lisa dengan jasnya. Lisa terkejut. "Pegang ini jangan sampai terlepas. Ayo duduk," kata Aksa seraya memaksa bahu Lisa turun. Gadis ini patuh saja karena mulai sadar bahwa kemungkinan mereka melihat isi dalam seragamnya.


 


Sialan dua pria ini!


 


***


 


Keadaan sunyi karena Noah masih belum bicara lagi setelah Aksa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini. Semua sudah rapi dan bersih karena Aksa sudah meminta sekretarisnya untuk memanggil OB.


 


"Tidak ada kejadian seperti apa yang kamu pikirkan tadi Noah," pungkas Aksa menegaskan.


 


"Tentu saja itu tidak mungkin, Aksa!" teriak Lisa kesal.


 


"Ssst ... tenanglah. Jangan banyak gerak Lisa. Aku tidak bisa menemukan pin untukmu," kata Aksa menenangkan kucing kecil pemarah ini.


 


"Oke. Aku percaya. Lalu, siapa yang kamu sebut Lisa? Karena sejak tadi aku melihat Yora disini," kata Noah yang masih kebingungan soal Aksa yang terus menyebut nama Lisa.


 


"Dia. Dia adalah Lisa, bukan Yora," ujar Aksa sambil tangannya mempersembahkan gadis ini pada Noah.


 


"Apa yang kamu katakan, Aksa?" Kening Noah mengerut. Masih tidak mengerti.


 


"Apa Yora akan berteriak seperti dia tadi?" tanya Aksa menemukan perbedaan Lisa dan Yora saat ini yang terlihat sangat jelas.


 


"Yora bukan gadis yang seperti itu. Dia sangat lembut." Noah tahu benar bagaimana Yora. Lisa merasa buruk di sini.

__ADS_1


 


"Benar. Jadi apalagi yang kamu ragukan kalau dia bukan Yora?" tanya Aksa. Noah memperhatikan Lisa dengan seksama. Ini membuat Lisa was-was. "Cukup. Jangan meneliti dia lebih lama lagi." Aksa menghentikan bola mata Noah melihat Lisa. Kini Noah menatap Aksa.


 


"Jadi kamu sendiri yakin, dia bukan Yora?"


 


"Tentu. Aku sangat yakin dia bukan Yora." Aksa tahu apa yang dia bicarakan. Dia sangat yakin karena dia tahu bagaimana dia bereaksi pada Lisa dan Yora. Itu sangat berbeda.


 


"Oke." Noah mencoba melunak. "Jika dia palsu, lalu kemana Yora yang asli? Apa alasan dia menjadi Yora? Kenapa?" Pertanyaan Noah beruntun bagai kereta api.


 


Aksa tahu bagaimana otak Noah sekarang. Karena ia juga bereaksi yang sama dengannya.


 


"Aku juga belum menemukan alasan itu," sahut Aksa.


 


"Bahkan dia yang sekarang menjadi Yora, tidak tahu?" tanya Noah seakan kesal pada Lisa.


 


"Jangan memandangku dengan marah atau kesal. Aku tidak tahu apa-apa," kata Lisa yang merasa Noah sengaja menatapnya tajam.


 


"Jangan mengintimidasinya. Dia tidak bersalah," kata Aksa membela Lisa.


 


"Apakah telah terjadi sesuatu pada Yora?" tanya Noah langsung menunjukkan wajah cemas.


 


"Dia koma, tapi aku tidak punya informasi soal tempat dia di rawat," jelas Lisa. Noah memejamkan mata sedih.


 

__ADS_1


 


_____


__ADS_2