Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 133 Inilah ceritanya


__ADS_3

Berkat Aksa yang seringkali menjadikan Noah sebagai media untuk berkomunikasi dengan Yora, Noah makin dekat dengan gadis itu. Seperti malam ini, dengan alasan di beri perintah oleh Aksa, Noah menjemput Yora di rumahnya. Maya tentu tahu soal kedekatan mereka. Jadi perempuan itu terkadang membantunya untuk keluar dengan Noah.


 


Entah dia harus berterima kasih pada Aksa atau bagaimana. Malam ini ia sedang bersama Yora untuk makan malam. Ini pertama kalinya ia makan malam dengan Yora tanpa tekanan batin yang tersiksa karena gadis itu menolaknya. Meskipun masih ada cinta di hati Yora pada Aksa, tapi mungkin masih ada harapan untuknya.


 


Sepertinya Aksa sengaja melakukannya agar ia makin dekat dengan gadis ini. Sesuai yang dikatakan Aksa. Mereka akan makan malam. Meski tidak sesuai harapan karena Noah mengajak Allen yang ikut karena ingin tahu Lisa.


 


"Aku belum pernah bertemu dengan gadis yang jadi kekasih Kak Arka itu," kata Allen di dalam mobil. Yora melirik dari kursi depan. Menurutnya itu lucu. Karena sebenarnya Allen sudah bertemu dengan Lisa. Bahkan sering.


 


Bibir Yora hanya menipis menanggapi. Dia tidak harus banyak bicara.


 


"Ya, sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya. Mungkin saat ini Aksa masih berada di rumahnya untuk menjemput," kata Noah.


 


"Jadi kalian semua kenal dengan Lisa ini?" tanya Allen.


 


"Ya." Kali ini Yora menyahuti.


 


"Aku tidak sabar ingin segera bertemu. Karena menurut Kak Arka, anaknya seru dan asyik abis. Bahkan jago basket. Bukannya itu keren." Allen antusias untuk segera bertemu. Yora dan Noah hanya saling berpandangan mendengar Allen bicara.


 


...***...


 


Sementara itu Aksa menunggu Lisa di teras rumah. Bi Sarah yang menemani saat gadis itu masih bersiap-siap. Bapak dan ibu ada acara jadi sekarang tidak ada di rumah.


 


"Aksa ini kenapa bisa kenal Lisa?" tanya Bi Sarah sangat heran. "Pasti bukan kenal karena ketemu di warung ini waktu itu kan?" tebak beliau. Karena status mereka yang berbeda jauh membuat makin aneh pertemuan mereka terjadi.


 


"Mungkin saja waktu itu, Bi." Aksa tentu tidak akan membuka kebenarannya.


 


 "Oh, ya?" Sepertinya Bi Sarah tidak percaya.


 


"Aku sudah siap. Ayo," kata Lisa yang menyelamatkan Aksa dari pertanyaan Bi Sarah yang mungkin masih banyak.


 


"Maaf, Bi. Kita tidak bisa ngobrol lagi. Saya mau mengajak Lisa keluar," kata Aksa bersyukur seraya beranjak berdiri.


 

__ADS_1


"Oh, ya." Bi Sarah ikut berdiri.


 


"Terima kasih minumannya."


 


"Iya, iya. Hati-hati."


 


... ***...


 


Mereka sengaja memesan are resto VIP. letaknya tepat di lantai 10 dengan pemandangan kota dari balkon. Allen melihat tepat ke arah pintu masuk. Namun ia belum menemukan sosok kakaknya yang katanya mau datang.


 


"Kak Aksa lama, ya?" tanya Allen tidak sabar.


 


"Mungkin masih di jalan. Oh, itu dia," seru Noah seraya menunjuk ke pintu. Allen menoleh lagi ke pintu. Bola matanya melebar. Gadis ini terkejut saat melihat seorang gadis di samping kakaknya. Begitupun gadis yang di sana. Allen?


 


"Aku datang," kata Aksa setelah sampai di dekat mereka. Lisa tersenyum tipis. Sepertinya gadis ini canggung. Bola matanya melirik ke arah Allen yang sejak tadi menatap dirinya.


 


"Aku pikir kamu lupa soal janji ini," kata Noah.


 


 


Lisa tidak berani melirik ke Allen yang masih tertegun menatapnya.


 


"Dia Lisa, Allen." Aksa yang tahu sejak tadi adiknya memandangi Lisa dengan terperangah langsung saja memperkenalkan. Yora dan Noah menatap Allen yang terus saja mengamati Lisa tanpa suara. Bahkan raut wajahnya sungguh mewakilkan apa yang ada di dalam benaknya sekarang.


 


Allen menutup mulutnya tidak percaya. Gadis yang ia lihat sekarang mirip dengan Yora.


 


"I-ini Kak Lisa?" tanya Allen terbata. Lisa tersenyum. Lebih tepatnya meringis karena tertangkap basah.


 


"Kamu pasti terkejut melihatnya," kata Aksa.


 


"Y-ya," sahut Allen tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Lisa. Bola mata Lisa melirik Aksa. Sejak tadi ia ingin meluapkan amarahnya karena Aksa tidak cerita soal adiknya yang ikut serta dalam acara makan malam ini.


 


"Kenapa terkejut?" tanya Noah.

__ADS_1


 


"Emm ..." Allen bingung saat mengatakannya.


 


"Dia mirip Yora?" tanya Aksa yang lebih tenang daripada yang lainnya.


 


"Ah, iya. Dia mirip Kak Yora." Allen setuju. Bola matanya mengerjap. Senang karena mendapat bantuan dari perasaannya yang aneh. Aksa mengangguk. "Juga ... ada yang aneh." Semua menoleh ke Allen dengan tegang.


 


"Ada apa?" tanya Aksa tenang. Dia sudah memprediksi apa yang akan terjadi saat adiknya melihat Lisa. Namun dia tidak perlu panik.


 


"Aku seperti sudah mengenal Kak Lisa sudah lama," kata Allen. Aksa tersenyum. Berbeda dengan Lisa yang terkesiap. Dia tegang. Wajar jika Allen merasa demikian. Karena selama Lisa menyamar menjadi Yora, gadis itu seringkali bersamanya. Aksa melirik ke arah Lisa. Gadis ini sedang gugup. Aksa mengusap lengannya agar tenang.


 


Noah dan Yora memperhatikan mereka bertiga.


 


"Mungkin kamu memang sudah mengenalnya," kata Aksa. Lisa menoleh cepat. Melebarkan mata bermaksud bertanya, ada apa? Aksa tersenyum lagi. Makanan yang di pesan mulai berdatangan.


 


"Oh, ya? Aku kan baru saja bertemu dengan Kak Lisa." Allen yakin dia tidak pernah bertemu gadis yang pernah jadi kekasih Arka selain hari ini.


 


“Lapangan basket. Rumah keluarga kita. Kamu sering bertemu dengannya di sana," ujar Aksa memberi kata kunci. Lisa mendelik. Itu artinya Aksa sedang menggiring Allen pada kenyataan perkara tunangan palsu itu. Aksa akan membongkar semuanya dengan tuntas.


 


"Kak Lisa pernah ke rumah ku?" tanya Allen tidak paham pada Lisa.


 


"Enggak. Belum pernah," jawab Lisa seraya menggelengkan kepala.


 


"Kamu pernah bertemu dengannya, tapi mungkin dengan tampilan lain," imbuh Aksa. Ini membuat Noah yang menatap tajam.


 


"Jadi kamu akan mengatakan semuanya pada Allen, Aksa?" tegur Noah yang akhirnya angkat bicara. Yora juga sedang menatap padanya. Namun sepertinya gadis itu tidak keberatan. Wajahnya tampak lebih tenang daripada Noah.


 


"Ya," sahut Aksa. Masih dengan wajah tenang. "Anggota ku semakin tahu semakin baik." Mendengar jawaban Aksa, Noah hanya menghela napas. Yora tetap diam. Sepertinya dia hanya memperhatikan.


 


"Apa sih, aku enggak paham." Allen menggaruk kepalanya karena bingung.


 


"Lisa pernah menggantikan aku menjadi tunangan Kak Aksa," ungkap Yora mengejutkan. Bagai bom meledak secara tiba-tiba. Semua menoleh dengan cepat karena tidak menduga Yora akan membuka rahasia itu sendiri lewat mulutnya. Noah mengerjapkan mata. Tidak ada keraguan dalam suara itu.

__ADS_1


..._______...



__ADS_2