Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 74 Mesum


__ADS_3


Lisa makan dengan lahap makanan yang sudah di pesan oleh Aksa. Rasa lapar selalu menyerang Lisa saat Aksa memaksa bertemu saat pulang sekolah.


 


"Kamffu tfidak, makkan?" tanya Lisa dengan mulut penuh makanan. Bicaranya jadi tidak jelas.


 


"Habiskan dulu makanan di mulutmu, baru bicara," sembur Aksa seraya menunjuk mulut Lisa. Gadis ini mengangguk.


 


Setelah menguyah dengan baik dan di telan, Lisa baru bicara lagi.


 


"Kamu enggak makan?" tanya Lisa kali ini dengan artikulasi yang benar.


 


"Aku belum ingin makan. Makanlah dan cepat habiskan," kata Aksa.


 


"Oh, ok." Lisa sangat senang mendengarnya. Ia kembali makan dengan lahap. Kepalanya bergoyang merasakan enaknya makanan yang di pesan pria ini. Aksa tersenyum melihat tingkah gadis ini.


 


Lagi-lagi muncul sikap kekanak-kanakan Aksa. Dia ingin mengerjai gadis ini. Tangannya maju ke depan, mengambil tempat makanan yang mirip bekal bento di atas meja. Lisa yang hendak menyendok makanan terkejut. Lalu ia mendongak melihat Aksa.


 


Lisa menggerakkan dagu meminta makanannya kembali.


 


"Apa?" tanya Aksa merasa tidak bersalah.


 


Tangan Lisa menunjuk box makanan yang di pegang Aksa.

__ADS_1


 


"Ini bukan dari uang dikantongmu. Jadi aku berhak memberikan atau mengambilnya lagi," kata Aksa bersikap dia adalah seorang raja. Lisa mengerutkan dahinya seraya menelan sedikit makanan yang masih ada di mulutnya.


 


"Kamu mau mengambil makanan itu lagi? Setelah aku memakannya setengah?" tanya Lisa tidak percaya.


 


"Ada yang salah?"


 


"Tentu salah, Aksa. Kamu tidak lihat aku sedang makan? Aku ini sedang kelaparan karena mematuhi perintahmu untuk datang kesini setelah jam pulang sekolah," kata Lisa gusar.


 


“Lalu?” tanya Aksa santai.


 


 Lisa langsung mengulurkan tangan ingin merampas lagi box makanan miliknya. Namun Aksa justru menjauhkannya. Lisa mendelik.


 


 


"Oh, maaf aku tidak tahu," ejek Aksa.


 


"Berikan makanan itu Aksa," desis Lisa. Sepertinya gadis ini akan berubah menjadi monster saat makanannya di rebut. Lapar membuat Lisa tidak peduli lagi siapa Aksa.


 


"Ambil saja kalau kamu bisa," tantang Aksa. Sengaja ia mengatakan kalimat provokatif.


 


"Tentu aku bisa, dasar om-om yang punya sifat kekanak-kanakan," umpat Lisa seraya berdiri dan mencondong tubuhnya ke depan untuk meraih box makanannya. Bahkan Lisa lewat di atas meja itu, untuk segera sampai pada sofa Aksa.


 

__ADS_1


Pria ini sedikit terkejut dengan aksi gadis ini. Aksa sampai mundur saat Lisa mencondongkan tubuhnya demi dapat meraih box di tangan Aksa.


 


"Berhasil!" teriak Lisa kesenangan. Box makanan berpindah tangan. Aksa mendengus. Dia tahu bahwa makanan itu akan kembali kepada gadis ini. Dia hanya sedang bersenang-senang.


 


Hah? Bersenang-senang? Aksa terkejut sendiri dengan pemikiran itu. Kenapa ini di anggap bersenang-senang? Ini namanya konyol.


 


Karena terlalu senang, Lisa tidak memperhatikan kaki Aksa yang menjulur ke depan. Box makanan terlempar, sementara tubuh Lisa jatuh ke lantai. Dengan cekatan, Aksa menangkap tubuh gadis itu.


 


Namun sungguh mengejutkan bahwa yang Aksa pegang bukan sembarangan benda, melainkan dua gumpalan berharga yang kenyal.


 


Lisa mendelik menyadari bahwa tangan Aksa berada di tempat yang tidak tepat.


 


"Hei! Tanganmu, Aksa!" teriak Lisa galak. Aksa melepaskan tangannya. Namun itu membuat tubuh Lisa bisa terbentur lantai karena tidak ada yang menahannya.


 


Akhirnya Aksa kembali menangkap tubuh Lisa dan menariknya ke atas. Kali ini pada tempat yang tepat. Tidak seperti tadi. Hasilnya, Lisa bisa berdiri dengan tegak. Dia selamat. Namun sorot matanya bagai laser.


 


"Kenapa tadi pegang-pegang, hah?!" sembur Lisa tidak setuju. Dia mengatakan itu dengan berkacak pinggang dan menunjuk-nunjuk Aksa. Pria ini menipiskan bibir. Dia tidak marah. Hanya menatap lurus-lurus Lisa yang berubah galak.


 


"Aku hanya ingin menolong mu. Hanya menolong. Jadi jangan salah paham," bela Aksa.


 


"Salah paham? Jelas-jelas tadi jari-jarimu berada di sini. Di sini," kata Lisa tanpa sadar menyentuh dadanya sendiri.


 

__ADS_1


Aksa menangkap itu. Ia mengerjapkan mata dan melihat ke arah lain.


________


__ADS_2