Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 34 Panik


__ADS_3


Lisa yang mendengar ada yang main basket lagi, menoleh. Dia melebarkan mata karena terkejut.


No ...


"Hei! Itu Kak Noah!" seru Sera yang meneruskan kalimatnya. Itu langsung membuat Lisa panik berat.


Kenapa dia ada di sini? Arka! Mana Arka?


Lisa menutup wajahnya dengan panik, seraya menghindari Sera yang berdiri memanggil Noah. Ia ingin pergi dan meminta tolong pada Arka yang tahu situasi dirinya. Karena mendekati Arka tanpa fokus ke arahnya, Lisa tidak tahu kalau Aksa juga berada di sana. Tepat di hadapan Arka yang membelakanginya.


"Ar ..."


"Lisa! Ada kak Noah nih ..." Kalimat Lisa tenggelam dengan teriakan Sera yang memanggil namanya. Saat itu Arka menoleh ke belakang. Ini membuat Aksa yang berdiri di depannya ikut menoleh.


Aksa?!!! Kenapa sekarang mereka semua ada di sini?


Arka tahu ekspresi terkejut Lisa. Ia paham situasi gadis ini sekarang.


"Lis! Ke sini! Ada kak Noah." Sera terus saja memanggil namanya. Arak terkejut Sera mengenal Noah.


Sial. Lisa memilih mendekati Sera. Noah yang sudah melihat ke arah punggung Lisa sejak Seta memanggil, kini mengerjapkan mata melihat gadis ini. Ya. Wajah ini mirip dengan Yora. Karena itu ia selalu tertegun.


Arka sendiri panik tidak karuan. Ia mencoba melihat situasi Lisa.

__ADS_1


"Halo, Lisa," sapa Noah ramah.


"Oh, hai ..." Lisa langsung bersikap sewajarnya. Aksa memperhatikan mereka.


"Noah kenal dengan mereka?" tanya Aksa.


"Mungkin. Aku baru tahu mereka saling kenal," sahut Arka.


"Aksa! Kemarilah!" pinta Noah. Tanpa sadar tubuh Arka maju seperti sedang menghadang jalan Aksa yang hendak menghampiri Noah.


"Ada apa?" tanya Aksa heran.


"Tidak." Arka membalikkan badannya terlebih dahulu. Lalu berjalan ke Noah lebih dulu. Aksa heran, tapi dia tidak bertanya.


Lisa mengomel di dalam hati karena mereka berdua mendekat ke arahnya. Arka yang berjalan lebih dulu dari Aksa segera mendekat ke gadis itu.


"Kecewa sih, Lisa bakal cabut aja, tapi memang kewajiban dia harus datang ke ruang sakit, sih ..." Sera berkomentar.


"Iya. Ibu bakal marah kalau Lisa enggak muncul," kata Aris.


"Benar." Nero menimpali. Sabo tidak bicara karena cemburu. Sera pun menggandeng lengan cowok itu dengan manja.


Aksa yang muncul, mencoba memperhatikan gadis yang langsung di dekati Arka. Wajah itu masih samar karena Arka sengaja menutupi keberadaan Lisa dengan tubuhnya. Awalnya Aksa sudah tidak peduli, tapi saat Arka melepas jumper yang di pakainya dan si berikan pada gadis itu, Aksa ingin terus saja melihat. Ia penasaran.


"Dia kekasihmu?" tanya Aksa tanpa basa-basi. Aksa! teriak Lisa di dalam hati saat mendengar suara pria ini. Kepalanya sedikit menunduk karena takut ketahuan.

__ADS_1


"Ya," sahut Arka menoleh sekilas dengan singkat dan padat. "Ayo kita pergi, Lisa," ajak Arka yang menarik tudung jumpernya agar menutupi kepala Lisa. Dengan menundukkan wajah, Lisa di bimbing Arka untuk keluar dari gempuran pria yang mengenalinya.


Bola mata Aksa memperhatikan mereka sampai menghilang di area motor.


***


"Kalian memang kakak beradik," kata Noah setelah mereka perjalanan pulang.


"Kenapa? Apa maksudmu?"


"Kekasih Arka itu mirip dengan Yora," kata Noah seraya tersenyum.


"Yora? Benarkah?"


"Ya. Aku sempat terkejut awalnya, tapi aku tahu, dia dan Yora hanya mirip di wajah. Namun diantara keduanya, Yora tetap lebih lembut dan manis," kata Noah.


"Mungkin mataku buta atau memang hanya kamu yang selalu memuji Yora." Aksa merasakan perbedaan kalimat Noah saat membicarakan gadis yang di jodohkan dengannya itu.


Noah mendengus.


"Mungkin matamu saja yang buta. Tanyakan saja pada orang lain, mereka pasti tahu Yora itu manis." Noah kembali mencari alasan.


"Tidak penting. Aku tetap yakin aku tidak tertarik pada gadis masih ingusan itu."


_____

__ADS_1


TUNANGAN PALSU


__ADS_2