Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 23 Teman Noah


__ADS_3

Di gerai makanan,


Noah masih menunggu seseorang. Setelah waktu menunjukkan jam sesuai yang di janjikan, seorang lelaki datang menemui Noah.


"Sudah lama kamu menungguku?" tanya Aksa sambil membuka kancing jasnya.


"Lumayan. Kamu sudah memesan sesuatu?"tanya Noah.


"Sudah." Tak lama kemudian seorang pelayan mengantarkan pesanan Aksa.


"Kamu baru keluar, apakah pekerjaan yang membuatmu sibuk? Atau ... seseorang yang membuatmu sibuk?" selidik Noah.


"Aku sedang bersama Marrisa. Dia mampir sebentar, jadi aku menemaninya." Aksa bercerita. Lalu dia meminum kopi cappucino.


"Aku ingin tahu, siapa yang di jodohkan kakek denganmu. Karena kasihan sekali wanita itu. Kamu masih bermain-main dengan wanita lain," kata Noah sambil tersenyum. Selama ini Noah sepertinya memang tidak tahu. Dia orang yang jarang mendengar berita baru, kecuali berhubungan dengan pekerjaannya. Dan dia memang tidak terlalu peduli dengan itu.


"Kenapa kamu baru tanya sekarang?" tanya Aksa heran.


"Hanya ingin tahu. Lagipula kamu memang belum memberitahuku," jawab Noah. Aksa menghela napas.


"Yora. Kamu tentu tahu gadis itu." Aksa mengatakan dengan santai dan kurang senang.

__ADS_1


Noah sudah mendengar itu dari mamanya tadi malam. Namun Noah ingin mendengar dari mulut Aksa sendiri. Ada seonggok hati yang terasa sakit disana. Itu milik Noah. Hatinya sakit mendengar bahwa sepupunya_Aksa akan bertunangan dengan gadis itu, Nayora.


"Dia, gadis yang baik bukan?" tanya Noah.


"Mungkin, tapi sangat tidak cocok denganku. Gadis lemah lembut yang penurut dan pendiam. Dia seperti tidak punya pendirian sendiri. Aku tidak tahu mengapa dia sangat menyetujui perjodohan konyol ini. Apalagi dia masih SMA. Sungguh tidak menarik bagiku." Aksa sungguh tidak suka pembicaraan ini.


Bagi Aksa, gadis ingusan seperti Yora memang tidak menarik. Dia terbiasa dengan wanita-wanita penuh gairah seperti Tiara dan Marissa. Kalau saja bukan kakek yang mengusulkannya, Aksa tidak akan setuju.


Mata Noah menerawang membayangkan wajah Yora. Gadis lembut yang terlihat begitu indah di mata Noah.


Nayora seperti dewi bagi Noah. Cantik, anggun dan lembut. Noah merasa nyaman berada di dekat gadis itu. Semua obrolan dengannya sangat menyenangkan. Walaupun itu hanya masalah sepele. Senyumnya selalu menghiasi bibirnya yang indah. Noah selalu terbuai dengan tawa renyah Nayora saat dirinya berusaha melucu, tapi tidak lucu. Gadis itu begitu perhatian dan lembut.


Dan ternyata mimpi memang lebih indah daripada kenyataan. Noah tidak menyangka Yora memilih mencintai Aksa sepupunya. Lelaki playboy yang mungkin menyamakan cinta dengan nafsu.


Bayangan cantik Nayora menari-nari di benak Noah. Membuat Noah semakin merasa kalah. Noah tidak pernah menceritakan perasaan ini kepada siapapun. Dia menyimpan rasa itu sendirian.


Noah menatap Aksa yang sedang menikmati cappucino dengan tatapan iri. Noah tidak marah kepada sepupunya, karena itu bukan salah Aksa. Perjodohan ini bukan keinginan Aksa. Dia hanya bidak kakek untuk mewujudkan keinginannya.


"Jadi kau akan terus bermain dengan wanita-wanitamu itu dan menyakiti Yora?" Noah seakan tidak terima.


"Dia tahu soal perasaanku yang tidak mencintai, Noah. Namun dia tetap menginginkan perjodohan ini. Aku tidak salah, kan?" Aksa membela dirinya.

__ADS_1


"Apa kamu tidak merasa kasihan padanya?"


"Justru aku yang patut di kasihani. Aku tidak mencintainya, tapi di paksa berjodoh dengannya. Dan aku tidak bisa menolak karena kakek bersikeras menjodohkan kita. Bukankah aku menyedihkan?" Aksa menggerakkan dagunya. Noah menggelengkan kepalanya.


"Kakek bisa marah besar jika tahu kamu tetap dengan wanita-wanita itu, Aksa." Noah menyeruput minumannya.


"Aku bisa apa? Kalau Yora bisa membuatku tertarik dengannya, mungkin aku bisa berhenti dengan mereka." Aksa sungguh playboy.


"Memangnya kamu bisa mencintai Yora, kalau dia memang membuat mu tertarik?" selidik Noah.


"Kenapa? Kamu sangat ingin tahu tentang gadis itu." Aksa memandang sepupunya lurus-lurus. Noah tersenyum.


"Tidak. Aku hanya tidak percaya jika kamu bisa mencintai seorang wanita saja. Karena sejak awal kamu sudah terbiasa bermain dengan banyak wanita." Noah bisa berkelit.


"Ya." Aksa tergelak pelan. "Bukan hanya kamu. Aku saja masih sangsi jika aku bisa mencintai satu wanita saja."


Entah Noah bisa berlega hati atau tidak. Dia masih merasa sakit jika ternyata bukan dirinya yang di jodohkan dengan Yora.


_____


TUNANGAN PALSU

__ADS_1


__ADS_2