Tunangan Palsu

Tunangan Palsu
Bab. 92 Setelah putus


__ADS_3

Sekolah Lisa, istirahat pertama.


 


"Kamu putus sama Arka?" tanya Sera terkejut. Anggukan kepala Lisa mengiyakan itu. "L-lalu gimana?" tanya Sera kebingungan. Dia sampai terguncang mendengar kabar ini.


 


"Gimana apanya?" Lisa membetulkan cara duduknya. Kini ia bersandar pada tembok di depan kelas. "Ya gitu. Kita putus."


 


"Kenapa mendadak putus? Karena gadis sebelah itu? Siapa namanya?" Sera berusaha mengingat, tapi sayangnya ia tidak bisa segera menemukan nama di balik wajah yang bisa ia temukan dalam bayangannya itu.


 


"Liliana." Lisa menyebut nama gadis yang akan resmi menjadi tunangan Arka. Bahkan calon istrinya.


 


"Ya, itu."


 


"Mungkin ada iya-nya juga, tapi ... sepertinya lebih ke arah putus asa sih aku." Lisa mengedikkan bahunya.


 


"Putus asa gimana?"


 


"Kan si Arka ini anak orang kaya meskipun anak tiri."


 


"Dia anak tiri? Jadi pria tampan itu kakak tirinya?" tanya Sera terkejut. Suaranya sengaja di pelankan. Lisa juga bicara dengan pelan. Masih ingat juga Sera pada Aksa yang saat itu dengan Noah. Lisa tidak menjawab. "Terus?"


 


"Aku mendengar pembicaraan mama Arka dengan suaminya di lorong rumah sakit. Mereka akan menjodohkan Arka dengan Lili. Karena mama Arka takut posisi putranya tidak kuat di keluarga Candika."


 


"Jika bukan kandung, memang akan di pandang sebelah mata. Apalagi saat orang lain tahu." Sera paham. Kepalanya manggut-manggut.

__ADS_1


 


"Mama Arka ingin putranya jadi orang terpandang. Jadi dia mencari cara agar Arka bisa berada tetap dalam lingkaran orang-orang seperti keluarga suaminya. Dan yang paling mumpuni adalah menjadikan Liliana istri. Kebetulan gadis itu menyukai Arka," jelas Lisa masih dengan mata kemerahan dan bengkak sedikit.


 


"Kamu pasti menangis terus," kata Sera sambil menyentuh pundak Lisa.


 


"Kelihatan ya?" Lisa langsung panik. Terburu-buru tangannya memegang wajahnya. Berusaha memijat pelan agar bengkaknya berkurang.


 


"Enggak juga sih."


 


"Yang benar saja, Sera." Lisa mendorong pelan lengan temannya. Sera tergelak pelan.


 


"Jadi kamu nangis juga putus sama Arka?"


 


 


"Lalu om tampan itu gimana?"


 


"Om tampan? Aksa?" terka Lisa. Sera menganggukkan kepala.


 


"Gimana apanya? Kontrakku menjadi tunangan pengganti sudah selesai. Sama dia ya enggak ada hubungannya lah ... "


 


"Bukannya waktu itu kamu kabur sama dia?" Sera masih ingat kalau Lisa pergi dengan Aksa pulang sekolah.


 


"Kabur itu ada urusannya. Setelah itu ya sudah." Rupanya Lisa meng-skip cerita dia dan Aksa di rumah sakit. Dia juga tidak cerita kalau Arka sempat marah karena Aksa memegang tangannya. Lisa ingin menyembunyikan bagian itu rupanya.

__ADS_1


 


Saat itu Arka lewat dengan trio berandal. Lisa sedikit terkejut, tapi segera bisa menguasai keadaan.


 


"Sa! Ke kantin yok!" ajak Aris.


 


"Kalau mau traktir, oke. Kalau enggak, ogah," tolak Lisa.


 


"Hei, nih orang jadi ngirit lagi," kata Nero mencibir. Setelah lepas dari menjadi nona kaya, Lisa tentu juga kehilangan fasilitas yang biasanya dia gunakan. Jadi dia jadi irit lagi. Bahkan dia sudah melayangkan pekerjaan pada beberapa tempat untuk kerja paruh waktu.


 


"Irit perlu supaya cepat kaya," ceplos Lisa benar. Lisa tahu, Aris juga irit. Dia biasanya jadi orang yang malakin teman-temannya.


 


"Okelah. Aku lagi baik hati. Jadi kamu dapat makan gratis hari ini. Bakso seporsi mau?" tawar Aris mengejutkan. Lisa saja tadinya berpikir bahwa Aris akan menolak memberi gratisan, lalu cowok ini akan merengek untuk memintanya ikut. Pada saat itu Lisa akan bersikeras untuk menolak. Namun nyatanya Aris mengabulkan permintaannya.


 


"Kamu lagi sakit?" tanya Lisa mencibir.


 


"Mau gak? Itu rasa bersalahku karena enggak bisa jemput bapak pulang dari rumah sakit," kata Aris yang langsung membuat semua orang terkejut.


 


"Eh, bapak sudah pulang Lis?" Mereka pun bertanya secara bergantian. Lisa mengangguk.


 


"Kenapa kamu enggak bilang, kalau bapak Lisa sudah pulang dari rumah sakit, Ka?" tanya Nero pada Arka. Lisa melirik.


 


"Iya. Sori," sahut Arka datar. Lalu tersenyum sekilas sambil melirik Lisa. Pandangan Lisa menunduk. Tidak ada yang tahu mereka putus kecuali pasangan Sera dan Sabo. Mereka berdua memilih untuk tutup mulut.


...___

__ADS_1



...


__ADS_2