Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 100 Wanita Cantik


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Sean mengosongkan jadwal meeting-nya demi memenuhi keinginan sang istri yang sangat merindukan anak perempuannya. Tak hanya itu saja, Lidia juga akan memaksa Abi agar mau pulang dan tinggal bersamanya.


Hari ini Lidia dan Sean sudah siap berangkat ke bandara. Kedua orang tua itu sudah tidak sabar ingin bertemu Abi yang sudah satu bulan ini tidak bertemu. Hanya melalui sambungan telepon saja Lidia bisa melepas rasa rindunya.


Ya, meskipun Abi bukan anak satu-satunya, masih ada tiga lagi anak Lidia yang semuanya laki-laki, namun Lidia tidak bisa untuk tidak merindukan anak perempuannya itu. Begitu juga dengan Sean.


Kedatangan Sean dan Lidia ke rumah Xander kali ini sengaja tidak memberitahu Abi. Jadi nanti mereka akan memberi kejutan untuk anaknya.


Perjalanan selama kurang lebih satu jam akhirnya membawa Lidia dan Sean ke rumah Xander. Waktu masih siang, jadi Lidia dapat memastikan kalau Abi saat ini sedang bersantai. Karena memang Abi sama sekali tidak pernah pergi keluar rumah semenjak tinggal di rumah Xander.


Silvia tampak terkejut melihat kedatangan orang tua Abi. terlebih hari ini Abi belum pulang melakukan pemotretan. Sialnya lagi, baik Silvia, Xander maupun Abi tidak memberi tahu Sean dan Lidia tentang pemotretan itu.


“Apa kabar, Lid?” tanya Silvia sambil memeluk Lidia.


“Pastinya tidak begitu baik karena aku sangat merindukan putriku. Kemana dia?” jawabnya sekaligus menanyakan keberadaan Abi.


Tepat saat Silvia akan menjawab, tiba-tiba saja Abi baru pulang dari acara pemotretan. Sontak saja hal itu membuat Sean, Lidia, bahkan juga Abi terkejut.


“Vi, kamu dari mana?” tanya Lidia sambil berhambur ke pelukan Abi.


Abi pun membalas pelukan Mamanya lalu bergantian dengan Ayahnya. Setelah itu Silvia mengajaknya masuk ke ruang tengah sekaligus memberitahu tentang kegiatan Abi selama satu bulan terakhir ini. Sean dan Lidia terkejut mendengar Abi melakukan pemotretan saat sedang hamil. Namun Abi beralasan untuk mencari hiburan saja, daripada di rumah terus membuatnya bosan. Perlahan Sean dan Lidia pun bisa memakluminya.

__ADS_1


“Mama lama kan menginap di sini?” tanya Abi sambil bergelayut manja di lengan Mamanya.


“Tidak. Kedatangan Mama dan Ayah kemari hany untuk mengajakmu pulang.” jawaban Lidia membuat Abi terkejut. Terlebih suara Mamanya yang tegas tidak menerima penolakan.


Suasana mendadak tegang. Ditambah lagi Xander yang kebetulan pulang karena ada beberapa berkas yang ketinggalan. Xander juga tidak memperbolehkan Abi pulang dulu. Entah apa yang sedang pria itu rencanakan.


“Kamu masih menganggap Mama dan Ayah kamu ini orang tua kamu apa bukan?” tanya Lidia menahan kemarahan setelah mendengar ucapan Xander yang melarang Abi pulang.


“Xander, seharusnya kalau kamu juga dianggap sebagai orang tua oleh Viana, kamu bisa memberikan nasehat yang baik. Aku ingin Viana segera menyelesaikan masalahnya dengan Reno. Mau sampai kapan kamu menghalangi anakku bertemu dengan suaminya?” kini tatapan Lidia sangat murka pada Xander.


“Ingat, kamu juga mempunyai dua anak perempuan. Bagaimana jika salah satu anak kamu mengalami hal yang sama dengan Viana? apa kamu akan membiarkan anak kamu larut dalam masalahnya?” pertanyaan Lidia sontak membuat Xander terdiam.


“Peran kamu di sini tidak melebihi peranku dan Sean yang jelas-jelas orang tua kandung Viana. tapi hanya demi ambisimu, demi keinginan kamu yang ingin menjodohkan Viana dengan Reza sejak dulu, kamu telah bertindak di luar batas.” Ucap Lidia berapi-api.


Semua orang terdiam tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Lidia.


“Maafkan aku, Lid!” hanya itu yang keluar dari bibir Xander.


“Aku nggak mau tahu. Viana harus ikut aku pulang. dan kamu, Vi! Selesaikan masalah kamu dengan Reno secepatnya. Jika memang kamu menginginkan bercerai dari pria itu, bicarakan secara baik-baik. Bagaimana pun juga Reno adalah ayah dari anak yang kamu kandung itu.” Tekan Lidia sambil menatap tajam putrinya.


***

__ADS_1


Sementara itu semenjak kepulangannya dari luar negeri, tepatnya dari rumah Daddy-nya, saat itu pula Reno memulai pencariannya terhadap sahabat Daddy-nya.


Minimnya informasi yang Reno dapat, membuat dia sedikit kesusahan untuk mencari dimana keberadaan orang itu. Bahkan rumahnya saja sudah tidak ada dan tidak meninggalkan jejak apapun.


Untuk sementara waktu, Reno terpaksa mengesampingkan pencariannya terhadap istrinya. Karena Reno sangat yakin kalau Abi memang benar-benar sedang hamil, jadi dia merasa aman dengan statusnya.


“Ko, hari ini aku akan pergi, tolong kamu hadiri meeting dengan klien baru kita nanti.” Ucap Reno saat berada di ruang kerjanya.


Selama melakukan pencariannya, Reno masih pergi ke kantor. dan beruntungnya orang suruhan Daddy-nya sudah berhasil membantu mengantasi masalah perusahaan.


“Kamu mau pergi kemana?” tanya Chiko penasaran.


“Aku mau pergi ke panti jompo. Ada informasi tentang sahabat Daddy. Entah beliau sendiri atau siapa yang tinggal di panti jompo.” Jawab Reno dan bergegas pergi.


Saat baru saja keluar dari ruang kerjanya, tiba-tiba Reno ada pesan masuk ke ponsel Reno. Pesan itu berisi sebuah foto wanita cantik yang telah lama ia rindukan.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2