
Sebenarnya Reno adalah tipe orang yang paling tidak suka membahas masa lalu ataupun tentang masalah pribadi. Tapi berhubung Abi yang bertanya dan itu semua bermula dari Eliza, akhirnya mau tidak mau Reno harus menceritakan. Namun Reno hanya meluruskan saja agar tidak membuat istrinya salah paham.
Reno memperbaiki posisinya yang semula berbaring memeluk Abi menjadi posisi duduk. Begitu juga dengan Abi.
“Hubunganku dengan Daddy memang sudah lama tidak baik-baik saja. semuanya berawal dari permintaan konyol Daddy yang akan menjodohkanku dengan anak temannya.”
“Konyol bagaimana? Kenapa kamu tidak mencobanya saja?”
“Konyol karena Daddy sendiri tidak pernah tahu langsung dengan anak temannya itu. Bahkan Daddy juga tidak tahu apakah anak temannya itu laki-laki atau perempuan. Dan aku disuruh mencarinya. Bukankah itu sangat konyol? Jadi kamu jangan termakan omongan Eliza tadi yang dia tambahi sendiri seolah-olah aku dan dia dulu putusnya karena masalah itu.”
“Lalu bagaimana jika Daddy kamu masih tetap menjodohkan kamu dan kenyataannya anak teman Daddy kamu adalah perempuan?”
“Sayang, aku tahu kalau kamu tidak mau kehilanganku. Tapi cobalah untuk berpikir secara rasional, tidak mungkin aku menerima begitu saja. kecuali..” Reno sengaja menggantung ucapannya.
“Kecuali apa?” tanya Abi dengan sengit.
“Kecuali kamu mengijinkan aku menikah lagi. jadi aku punya dua istri, aww….” Reno benar-benar kesakitan saat Abi menjewer telinga Reno dengan kesal. Bahkan wajah Reno terlihat merah akibat ulah Abi.
“Sakit, Sayang! Ampunn… aku hanya bercanda.” Ucap Reno sambil memegangi telinganya yang masih terasa panas. Sedangkan Abi tidak peduli dan memilih meninggalkan kamar.
Reno segera menyusul istrinya kemana pergi. Dia takut jika Abi menganggap serius ucapannya dan membuat Abi semakin marah.
Ternyata Abi sedang berada di dapur. Reno menghampiri istrinya yang tampak sibuk membuat minuman, entah itu apa. Dan saat sudah mendekati Abi, pria itu melihat sang istri sedang membuat segelas susu hangat dan langsung meminumnya.
__ADS_1
“Sayang, buatkan juga dong buat aku.” pinta Reno.
“Duduklah, aku akan membuatnya.” Jawab Abi.
Mendengar jawaban istrinya seperti itu, Reno tampak lega, karena Abi sudah tidak marah lagi. namun setelah itu senyum smirk terbit dari bibirnya tanpa sepengatahuan Abi.
Reno merapatkan tubuhnya pada Abi yang sedang membuatkan minuman yang ia minta. Tangannya terulur menyingkirkan minuman itu.
“Aku tidak suka susu ini.” ucap Reno.
“Lalu?” tanya Abi dengan bingung.
“Aku suka yang langsung dari sumbernya.” Jawabnya dan langsung memutar balik tubuh Abi hingga mereka berdua berhadapan.
Reflek Abi menekan kepala Reno saat pria itu semakin rakus melahapnya secara bergantian. Bunyi decapan yang keluar dari bibir Reno mengisi keheningan di dalam dapur itu. Keduanya sama-sama terbakar gairrah setelah beberapa saat yang lalu terjadi perdebatan kecil, khususnya Abi.
Reno menghentikan sejenak aktivitasnya. Kemudian dia meraih tengkuk Abi untuk melummat bibirnya yang sangat menggoda. Keduanya saling membelitkan lidah dan mengeluarkan suara decapan yang semakin membuat hawa di dalam ruangan itu kian memanas.
Abi mendorong tubuh Reno dengan nafas tersengal. Karena hampir saja dia kehilangan pasokan oksigen akibat ciuman Reno yang tanpa celah. Setelah itu Abi mengangkat kakinya dan membuka pahanya. Dia menuntun Reno agar memuaskan bagian intinya.
Reno tersenyum miring saat melihat istrinya sudah mulai ketagihan dengan aktivitas itu. Dan Reno akan melakukannya dengan senang hati.
“Cepat, Reno!!!” ucap Abi tidak sabaran.
__ADS_1
Reno pun tanpa menjawab langsung menyingkap kain segitiga berwarna maron itu. Hanya menyingkap ke samping tanpa melepasnya. Yang terpenting dia bisa memuaskan seperti yang diminta Abi.
Sapuan lidah Reno membuat Abi mengejang. Namun dia berusaha menahannya agar tak terlalu cepat mengeluarkan cairan di dalamnya. Dia masih ingin menikmati perlakuan Reno yang semakin memabukkan. Dan benar saja, Reno selaalu membuatnya melayang. Hingga akhirnya Abi tidak tahan lagi dan keluarlah cairan hangat itu. Bahkan kali ini lebih banyak dari biasanya. Wajah Reno saja sampai terkena semburan cairan itu. Namun Reno bukannya marah, dia justru semakin puas dan bangga.
Tubuh Abi mengejang hebat dan intinya berdenyut. Namun, meskipun tubuhnya lemas, tapi dia ingin segera dimsuki oleh inti Reno.
“Come on, Reno! Aku nggak tahan!” lirihnya tertahan.
Reno memang sudah tahu reaksi yang akan ditimbulkan oleh tubuh Abi setelah menyemburkan cairannya yang banyak itu. Tanpa basa-basi lagi Reno segera menurunkan celananya dan mengarahkan si boy yang sejak tadi sudah menunggu gilirannya. Lalu dengan perlahan dia melesatkan intinya ke dalam inti Abi. Reno selalu merasa intinya seperti terjepit saat sudah memenuhi liang kenikmatan milik Abi. Pria itu segera menggerakkannya maju mundur untuk mencapai kenikmatannya.
“Cepatlah, Reno!” pinta Abi dengan mata yang sudah dipenuhi kabut gairahh.
.
.
.
*TBC
Duhh duhh maap khilaf😂😂✌️✌️
Happy Reading‼️
__ADS_1