Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 120 Bersalah dan Menyesal


__ADS_3

Tadi sore Xander bersama istri dan dua anak perempuannya tiba di kota J dan langsung menuju rumah sakit dimana Abi sedang dirawat. Xander dan Silvia sangat senang mendengar kabar bahagia itu. Meskipun Xander masih tidak suka dengan suami Abi, yaitu Reno.


Sesampainya di rumah sakit, mereka segera menuju ruangan Abi. dan kebetulan di sana ada Lidia yang sedang menggendong cucunya.


Silvia dan Xander memeluk Abi secera bergantian. Ada rasa lega dalam hati mereka berdua saat melihat Abi yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri sudah melahirkan seorang bayi tampan. Karena semasa kehamilan Abi, Silvia juga ikut menemani masa-masa itu.


Saat sedang menikmati kebersamaan, tiba-tiba putri kedua Xander mengeluh kurang enak badan. Akhirnya Xander mengantar Cellin pulang ke rumah Sean untuk beristirahat. Sementara Silvia dan Michelle masih berada di rumah sakit.


Kini di ruangan itu hanya ada empat orang perempuan. Mereka bercanda bersama sambil menimang putra Abi yang sejak tadi terus menutup mata walau keadaan sekitar sangat berisik.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar, ternyata yang datang adalah Chiko dan Tuan Hadiata.


Tuan Hadiata menangis haru saat melihat cucunya sudah lahir ke dunia. Sudah lama pria itu menantikan hadirnya seorang cucu dari anak tunggalnya, kini terbayar sudah.


Setelah puas melihat wajah tampan cucunya, Tuan Hadiata melihat sekeliling yang ternyata di dalam ruangan itu banyak orang. Namun yang ia kenal hanya besannya saja, yaitu Lidia. Akhirnya Lidia mengenalkan Silvia dan Michelle pada Tuan Hadiata.


Deg


Ada perasaan aneh dalam hati Tuan Hadiata saat melihat mata perempuan cantik yang seusia menantunya itu. Ya, Tuan Hadiata melihat mata Michelle sangat mirip dengan mendiang istrinya. Karena penasaran, akhirnya Tuan Hadiata menayakan sesuatu pada Silvia.


Silvia juga tampak bingung saat Tuan Hadiata ingin tahu wajah suaminya. Tuan Hadiata juga bertanya banyak tentang suaminya. Akhirnya Silvia memperlihatkan foto Xander pada Tuan Hadiata. Dan ternyata benar. Xander atau Alexander adalah adik dari mendiang istrinya. Lebih tepatnya saudara sedarah. Meskipun tidak terlahir dari rahim yang sama, namun mereka memiliki ayah yang sama. Dan sejak dulu mendiang istri Tuan Hadiata sangat jarang bertemu dengan Xander, lantaran Ibu Xander dan mertuanya berseteru.


“Ada apa Tuan?” tanya Silvia pensaran.


“Suami kamu adalah adik dari Mommy-nya Reno.” Jawab Tuan Hadiata dengan lirih.

__ADS_1


Semua orang yang ada dalam ruangan itu terkejut. Khususnya Abi, karena selama ini Omnya sangat tidak menyukai suaminya. namun ternyata kedua pria itu justru memiliki hubungan keluarga.


“Lalu dimana sekarang suami kamu?” tanya Tuan Hadiata.


“Ehm, suami saya sedang di luar, Tuan.” Jawab Silvia dengan ragu.


“Jangan panggil aku Tuan. Karena kamu adalah adik iparku.” Ucap Tuan Hadiata dan diangguki oleh Silvia.


Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, Tuan Hadiata akhirnya pamit keluar sebentar karena sejak tadi menunggu Xander tak kunjung kembali. Dan saat membuka pintu, orang yang ditunggu ternyata sudah di sana.


“Alex!”


“Dad!”


Kedua pria yang sedang berseteru dan hampir baku hantam itu terhenyak saat melihat pintu terbuka. Reno tampak heran melihat Daddy-nya yang terus menatap Xander. Begitu juga dengan Xander. Nama panggilan Alex adalah nama panggilan yang diberikan oleh keluarganya saja. lalu Xander balas menatap pria tua yang sedang berdiri di hadapannya itu.


Reno semakin heran dengan keadaan saat ini. Ada hubungan apa antara Daddy-nya dan Xander. Bahkan kedua pria itu berpelukan cukup lama seperti sudah lama tidak pernah bertemu.


“Kak, apa kabar? Maaf sudah lama tidak pernah mendengar kabar tentang keluarga kakak setelah meninggalnya Mommy. Alex juga minta maaf tidak sempat hadir saat Kak Sonia meninggal dulu.” Ucap Xander mengurai pelukannya.


“Tidak masalah. Lupakan saja perseteruan antara mendiang Mommy kamu dan Mommy Kak Sonia.” Jawab Tuan Hadiata.


Xander mengangguk. Dia sangat terharu dengan ucapan kakak iparnya itu. Eseorang yang sejak dulu selalu berpikiran bijaksana. Dan kini akhirnya dia bisa dipertemukan kembali dengan keluarganya yang hanya tersisa Tuan Hadiata.


Saking terharunya, Xander baru sadar kenapa kakak iparnya itu juga berada di ruangan Abi. memang ada hubungan apa antara keluarga Sean dengan kakak iparnya itu.

__ADS_1


“Kenapa kakak bisa ada di sini?” tanya Xander akhirnya.


“Aku sedang mengunjungi menantuku yang baru saja melahirkan. Sejak tadi aku menunggumu tak kunjung datang.” Jawabnya sambil tersenyum.


Reno yang sejak tadi diam menyimak dua pria di hadapannya itu cukup pandai menangkap pembicaraan itu. Walau dia masih tidak yakin kalau ternyata dirinya adalah keponakan Xander.


“Maksud, Kakak?” tanya Xander bingung.


Tuan Hadiata tersenyum lalu menatap Reno dan menepuk punggungnya dengan pelan.


“Apa kamu lupa dengannya? Dia Eno kecil yang dulu sangat menggemaskan. Dia keponakanmu, Lex.”


Xander melotot tak percaya. Lalu dia melihat Reno yang masih menunjukkan raut wajah datar dan dinginnya. Jadi, pria yang menjadi suami Abi, bahkan ia telah berkali-kali memukulinya adalah Eno kecil yang dulu pernah ia temui beberapa kali. Dan ternyata pria itu adalah keponakannya sendiri. Kini hati Xander dihinggapi antara perasaan bersalah dan menyesal.


“Eno… kamu kah bocah kecil yang menggemaskan itu?” Tanya Xander dengan mata berkaca-kaca kemudian menarik Reno ke dalam pelukannya.


.


.


.


*TBC


Nah kan😂😂🤦

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2