
Lidia bergegas lari menuju sumber suara dimana Abi sedang berteriak histeris. Wanita yang sudah mempunyai tiga cucu itu lebih mendahulukan mengambil Raffael dari gendongan Abi daripada bertanya hal yang membuat anaknya berteriak.
Raffael pun ikut menangis kencang setelah mendengar teriakan Mamanya. Beberapa detik setelah Raffael berpindah posisi ke pelukan Lidia, tiba-tiba saja Abi ambruk tak sadarkan diri.
“Vi, bangun Sayang!” Lidia sangat panik. Dia masih belum mengerti apa yang menyebabkan anaknya seperti ini.
Mata Lidia memindai melihat telivisi yang masih menyala. Dimana tayangan berita tentang kecelakaan itu hampir selesai, namun ia masih mendengar dengan jelas tentang musibah kecelakaan tunggal itu.
“Astaga! Tidak mungkin!” Lidia masih panik sambil menggendong cucunya. Setelah itu meminta pertolongan agar membawa Abi masuk ke dalam kamar.
***
Sementara itu Sean dan Xander yang tengah berada di kantor sangat terkejut setelah mendapatkan panggilan dari Lidia. Sean dan Xander melihat informasi tentang berita kecelakaan itu. Dan memang mobil itu adalah milik Reno. Namun mereka berdua belum tahu bagaimana keadaan korban kecelakaan itu.
“Lebih baik kita segera ke TKP!” ajak Xander yang tampak lebih panik dari Sean.
Tak lama kemudian kedua pria paruh baya itu segera menuju kawasan puncak dimana terjadi kecelakaan itu. Baik Sean maupun Xander berharap korban dari kecelakaan itu masih bisa diselamatkan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama dua puluh lima menit, Sean dan Xander sudah tiba di lokasi. Suasana tampak ramai dengan hadirnya pihak kepolisian yang sedang melakukan evakuasi mobil yang terperosok ke jurang. Di sana juga ada petugas rumah sakit yang sudah siap mengevakuasi korban kecelakaan itu.
Tubuh Xander lemas sekrtika saat melihat kondosi mobil keponakannya sudah hancur. Bahkan korban sangat sulit dievakuasi karena terjepit badan mobil yang sudah ringsek itu.
__ADS_1
Begitu juga dengan Sean. Yang dia khawatirkan adalah anaknya. bagaimana jika terjadi hal buruk dengan menantunya. Bagaimana nasib anak dan cucunya nanti.
Sean mendatangi pihak kepolisian yang sedang melakukan olah TKP. Dia mengatakan kalau dia adalah menantu dari pemilik mobil itu. Pihak kepolisian meminta Sean dan juga Xander untuk tetap bersabar menunggu proses evakuasi selesai.
Pihak kepolisian berhasil mengambil dompet korban yang memang berisi identitas Reno. Namun sayangnya korban tidak bisa diselamatkan, karena setelah berhasil dievakuasi kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka di kepala yang sangat parah. bahkan wajahnya tidak bisa dikenali lagi.
Sean dan Xander berusaha tetap tegar menghadapi takdir buruk yang menimpa Reno. Setelah itu Sean akan ikut pergi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Sedangkan Xander akan ke rumah sakit untuk memastikan lagi apakah benar itu keponakannya.
Tak jauh dari lokasi kejadian kecelakaan itu, tampak seorang pria yang sedang berada di dalam mobil. Pria itu tersenyum puas dengan hasil kerjanya. Bahkan setelah bertanya pada salah satu orang yang melihat proses evakuasi itu dia sangat bahagia karena Reno telah mati.
“Selamat jalan, Reno!” gumam Keano sebelum menginjak pedal gasnya.
*
Cklek
Dua orang petugas rumah sakit keluar dari ruangan autopsy. Dua orang pria bermasker itu ingin menyampaikan hasilnya pada Xander. Namun pria satunya memilih meninggalkan Xander dan membiarkan temannya yang menjelaskan hasil autopsy itu.
Lutut Xander melemah seketika saat mengetahui bahwa memang benar penumpang mobil itu Reno. Dokter sudah mengambil sampel darah Reno dan cocok dengan DNA-nya.
***
__ADS_1
Kabar kecelakaan tunggal yang menimpa Reno itu sudah sampai ke telinga Abi. wanita yang baru saja mendapat julukan Mama muda itu kembali pingsan setelah mendengar kabar buruk tentang suaminya.
Sungguh Lidia juga ikut berduka dengan kabar meninggalnya Reno. Kenapa nasib anak perempuannya sama dengan nasibnya dulu. Sebenarnya apa rencana Tuhan dibalik kejadian ini. Lidia hanya menangis dalam diam di samping Abi yang tergolek lemah tak berdaya.
Semua keluarga beserta kerabat dekat sudah berkumpul di rumah Sean untuk menanti kedatangan jenazah Reno. Bahkan semua karyawan perusahaan Reno yang kini juga hadir di rumah duka masih tidak percaya dengan kematian bos mereka yang sangat mendadak.
Abi sejak tadi tidak keluar kamar. wanita itu masih sangat lemah. Air matanya sejak tadi tak henti-hentinya mengalir. Namun ia enggan membuka mata hanya karena tak ingin melihat kenyataan pahit itu.
“Sayang, bangunlah Nak! apa kamu tidak ingin mengantar kepergian suami kamu?” Lidia berusaha membangunkan Abi. walau ia tahu kalau sejak tadi Abi tidak tidur.
“Memang ini sangat sulit bagimu, Vi. Belajarlah untuk ikhlas, Nak. ingat masih ada Rafael yang masih membutuhkanmu.” Bisik Lidia lagi. lalu tak lama kemudian Abi mencoba membuka matanya. dia kembali terisak dengan tubuh berhambur ke pelukan mamanya.
Sementara di lantai bawah semua orang sedang menyambut kedatangan jenazah Reno. Tampak Tuan Hadiata yang sejak tadi duduk sambil menundukkan kepalanya. Pria tua itu enggan mendekati jenazah anaknya. Tuan Hadiata sangat terpukul dengan kejadian buruk yang menimpa anaknya. bahkan Reno meninggal sama seperti Mamanya, yaitu setelah mengalami kecelakaan.
“Daddy nggak akan melihat peti jenazah itu. Karena Daddy tidak percaya kalau yang ada dalam peti itu adalah anak Daddy.” Gumam Tuan Hadiata sambil mengusap sudut matanya yang berair.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️