Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 167 Tidak Terlepas


__ADS_3

Pltak


Chiko menyentil kening istrinya dengan pelan. Bisa-bisanya istrinya itu berpikiraan yang tidak-tidak. Padahal dia hanya khawatir dengan keadaannya. Sedangkan Chelsea tampak mengusap-usap keningnya.


“Ish, aku laporin Papa kalau kamu baru saja melakukan KDRT.” Gerutu Chelsea.


Chiko semakin gemas melihat tingkah menggemaskan istrinya. Rasanya dia tidak tahan untuk menyerangnya saat ini juga. namun Chiko masih berusaha sabar. Mungkin nanti akan membawanya ke dokter dulu untuk memeriksakan kehamilan istrinya. Setelah dipastikan aman, dia pasti akan menunaikan kewajibannya sebagai pasangan suami istri.


“Laporin sana! Sekalian saja nanti kalau kita habis enak-enak, kamu juga bilang kalau suamimu ini habis melakukan KDRT.” Tantang Chiko.


Chelsea tak lagi menanggapi ucapan suaminya. dia segera beranjak dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Chiko pun akhirnya mengikuti sang istri. Namun sebelumnya ia berpamitan dulu pada mertuanya kalau akan menemani Chelsea yang butuh istirahat. Ya, walaupun mendapat ledekan dari Reno.


Cklek


Chiko memasuki kamar Chelsea. Karma yang juga sudah menjadi miliknya. Dan ini adalah pertama kalinya bagi Chiko.


Mata Chiko memindai kamar sang istrin yang tampak bersih dan nyaman. Lalu melihat sosok yang sudah menjadi tambatan hatinya itu sedang duduk di depan meja rias sedang membersihkan make up-nya.


“Apa perlu bantuan?” bisik Chiko tepat di belakang Chelsea.


Seketika itu tubuh Chelsea meremang. Ini masih siang. Apa mungkin suaminya akan menerkamnya saat ini juga.


“Tidak. Aku harus membersihkan tubuhku dulu setelah itu istirahat.” Jawab Chelsea berusaha menghindar, lalu ia bergegas masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


“Sayang! Kamu takut?” tanya Chiko yang berhasil mencekal lengan istrinya.


Chelsea semakin gugup. Dia tidak berani melihat ke arah suaminya.


“Hei tenanglah! Aku tidak akan melakukannya sekarang. aku akan membawa kamu ke dokter kandungan dulu untuk menanyakan apakah akan aman dibuat berhubungan suami istri saat kamu sedang mengandung.” Ucap Chiko. Setelah itu dia menarik Chelsea ke dalam pelukannya.


“Mulai sekarang kamu sudah sah menjadi istriku. dan aku sebagai suami kamu. Maafkan kesalahanku yang telah aku perbuat dulu. Marilah kita menjalani pernikahan ini dan membina rumah tangga dengan bahagia. Aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu dan anak kita.” Ucap Chiko dengan sungguh-sungguh.


Chelsea sangat terharu dengan ucapan suaminya. dia mengangguk patuh dalam pelukan sang suami. setelah itu Chiko mengurai pelukannya dan mencium kening Chelsea.


“Silakan kalau mau ke kamar mandi. aku juga akan berganti baju, setelah ini kita tidur siang bersama.”


Akhirnya Chelsea masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Chiko hanya berganti pakaian saja setelah itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.


Chelsea tampak gugup melihat suaminya yang sedang duduk seperti menantinya.


“Kenapa belum tidur lebih dulu?” tanya Chelsea.


“Jujur saja, aku tidak pernah tidur siang. Aku hanya ingin menemani kamu beristirahat. Kemarilah, Sayang!”


Akhirnya Chelsea duduk di tepi ranjang di sebelah suaminya. Chiko kembali memeluknya dan mencium kening Chelsea, setelah itu barulah membawa Chelsea beristirahat.


Chiko membentangkan salah satu lengannya sebagai bantalan kepala Chelsea. Kemudian ia mengusap lembut kepala istrinya. Rasanya Chiko tidak tahan jika hanya menemani istrinya tidur siang. Lalu ia menarik dagu Chelsea agar menatap ke arahnya.

__ADS_1


Cup


Chiko mengecup bibir istrinya. Sedangkan Chelsea hanya menutup mata seolah memberikan Chiko kesempatan untuk melakukan lebih. Benar saja, Chiko kembali mencium bibir istrinya. Bukan hanya sekadar ciuman, melainkan lu matan lembut. Dan baru kali ini Chiko melakukan itu dengan lembut penuh perasaan. Karena dulu selalu melakukannya dengan paksaan dan emosi.


Chelsea pun membalas ciuman sang suami. walaupun tidak sepandai Chiko, setidaknya ia berusaha mengimbangi pergulatan lidah itu.


Kini tubuh mereka semakin rapat. Chiko memeluk tubuh Chelsea semakin erat. Keduanya masih menikmati pagu tan itu. Bahkan bunyi cecapan bibir mereka terdengar mengisi kesunyian kamar itu.


Rasa pusing yang dirasakan oleh Chelsea sejak tadi kini menguar begitu saja setelah melakukan pergulatan lidah dan bibir dengan suaminya. mungkinkah itu adalah obat mujarab penghilang rasa pusing.


Melihat sang istri yanh ikut menikmati arus permainannya, Chiko semakin berani untuk melakukan yang lebih. Bahkan kini tangannya sudah masuk menyusup di balik baju Chelsea, hingga ia merasakan langsung halus kulit wanita itu. Dan semakin membuat sesuatu di bawah sana reflek menggeliat seperti mencari sarangnya.


“Sayang, aku meninginkamu.” Ucap Chiko dengan tatapan yang sudah dipenuhi kabuh gai rah.


Chelsea tidak menjawab. Dia justru semakin memperdalam ciumannya. Bahkan ia sampai menekan kepala Chiko agar ciuman itu tidak terlepas.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2