
Saat ini Chiko sedang duduk di ruang kerja sahabatnya. sudah lima belas menit yang lalu Chiko masih diam tak kunjung bicara pada Reno. Sedangkan Reno semakin jengah melihat sikap Chiko seperti itu.
“Lebih baik kamu pulang saja, Ko! Kamu tahu nggak kalau kamu sudah mengambil jatah waktuku untuk bermesra-mesraan dengan Vibi?” ucap Reno dengan geram lalu meninggalkan Chiko.
“Memangnya sudah boleh bercinta?” celetuk Chiko tiba-tiba. Dan hal itu membuat Reno semakin geram dengan sahabatnya.
Memang Reno pernaah curhat dengan Chiko kalau selama kehamilan Abi dia dilarang oleh dokter untuk melakukan hubungan badan. Setidaknya menunggu sampai usia kandungan Abi dua belas minggu. Jadi Chiko jelas tahu kalau Reno hanya ingin memanas-masinya dengan alasan bermesraan dengan sang istri. Karena jelas mereka berdua tidak bisa melakukan kegiatan panas.
“Mesra-mesaraan tanpa harus bercinta, apa salahnya?” jawab Reno membela diri.
“Kamu masih betah di sini atau mau pulang?”
“Galak banget sih kamu, Ren. Nggak tahu apa kalau aku sedang galau.” Ucap Chiko mendrama.
Akhirnya Reno kembali duduk di sofa menemani Chiko. Dia siap mendengar keluh kesah sahabatnya itu. Akhirnya Chiko pun menceritakan masalah yang tengah ia hadapi. Mulai dari Naomi yang menyebabkan salah paham dengan Chelsea, sampai kehamilan Chelsea.
“Benar-benar tokcer kamu, Ko! Sekali tembak langsung jadi.” Ucap Reno sambil mengacungkan dua jari jempolnya.
Chiko justru terlihat kesal dengan tanggapan Reno. Bukannya memberi solusi, pria itu justru seakan meledeknya.
“Ah kamu nggak asyik, Ren!” gerutu Chiko dengan cemberut.
“Sorry. Kamu tenang saja, untuk masalah dengan Nona Naomi biar aku yang mengatasinya.”
“Siapa Naomi?” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di ruang kerja Reno.
__ADS_1
Reno dan Chiko juga terkejut saat Abi sudah berada di dalam ruangan itu. Reno sudah merasakan hawa tidak enak di sekujur tubuhnya. Sudah bisa dipastikan kalau istrinya akan marah-marah.
“Jawab! Siapa Naomi?” sekali lagi Abi bertanya.
“Sayang, dengarkan aku. kamu hanya salah dengar. Ayo kita masuk ke kamar!” Ajak Reno menarik tangan istrinya. Bukan dia tidak ingin menjelaskan masalah Naomi. Reno tahu pasti akan jadi panjang urusannya jika menjelaskan pada istrinya.
“Om Chiko coba jelaskan, siapa Naomi? apakah dia selingkuhan suamiku?” kini Abi menodong penjelasan pada Chiko. Wanita itu enggan diajak keluar oleh suaminya.
Sementara Chiko yang sedang pusing dengan masalahnya, sangat malas jika ditambahi dengan masalah kesalah pahaman antara Reno dan Abi. akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja beristirahat.
“Naomi adalah calon selingkuhan suami kamu.” Ucap Chiko setelah itu dia berlari keluar sebelum mendapat amukan dari Reno.
***
Malam ini tampak Reno sedang tidur meringkuk di sofa ruang tengah. Meskipun matanya sangat ngantuk, tapi posisi tidur yang tidak nyaman membuat seluruh badannya sakit. Dan semua ini adalah gara-gara Chiko penyebabnya.
Keesokan paginya Reno merasakan badannya sakit-sakit semua. Bahkan kini tampak sekali mata pandanya.
Reno berjalan memasuki kamar yang sudah kosong. Dia tahu kalau istrinya pasti sedang bersama anaknya.
“Semua ini gara-gara Chiko. Awas saja nanti kamu akan aku kasih hukuman yang berat.” Gerutu Reno memasuki kamar mandi.
Meskipun badannya sakit akibat tidurnya tidak nyenyak dan tidak nyaman, Reno harus tetap pergi ke kantor.
Cklek
__ADS_1
Reno keluar dari kamar mandi dengan hanya membelitkan handuk sebatas pinggang. Dia melihat ada setelan baju kerjanya tertata rapi di atas ranjang. Reno mengulas senyum tipis. Dia tahu pasti istrinya yang menyiapkannya.
Dan ternyata benar. Tampak Abi berdiri di balkon. sepertinya wanita itu baru saja membuka pintu balkon dan sebentar lagi akan mengajak Raffael berjemur di sana. Reno tidak langsung memakai bajunya. Ia menghampiri istrinya terlebih dulu untuk kemabli meminta maaf.
Grep
Reno memeluk istrinya dari belakang. Abi sebenarnya terkejut, namun ia berusaha tenang. Apalagi dia bisa merasakan langsung kulit tubuh suaminya yang bisa dipastikan kalau saat ini Reno tidak memakai baju.
“Sayang, maafkan aku. percayalah, wanita itu hanya rekan bisnisku. Tidak lebih dari itu.” Reno mengulangi lagi ucapannya seperti tadi malam.
Abi masih diam. memilih mendengarkan penjelasan suaminya dulu. Walau bagaimana pun juga dia tidak ingin masalah ini sampai berlarut-larut.
“Naomi justru yang mendekati Chiko. Dan karena wanita itu membuat Chelsea salah paham. Kedatangan Chiko semalam hanya ingin meminta solusi bagaimana caranya agar Naomi tidak lagi mengganggu Chiko. Mengingat sebentar lagi dia akan menikah. Chiko khawatir Naomi akan melakukan hal gila di luar dugaannya.
“Apa menikah?” Abi terkejut mendengar kabar Chiko akan menikah dengan Chelsea.
“Iya. Mereka akan menikah. Chelsea tengah mengandung anak Chiko.” Jawab Reno.
Abi benar-benar terkejut. Jujur dia sangat bahagia mendengar kabar itu. Walau harus dengan alasan kehamilan Chelsea. Setidaknya Abi cukup tahu kalau antara Chiko dan Chelsea sudah saling mencintai.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️