
Mereka berdua masih menikmati pagutann yang tak ingin berakhir itu. Deru nafas Abi dan juga Reno sama-sama saling memburu. Bahkan tangan Reno sudah mulai menelusup ke pinggang Abi, hingga dia bisa merasakan lembut kulit perempuan itu. Sedangkan Abi juga sudah mulai terbakar gairahh dengan perlakuan lembut Reno. Dia meremat kuat rambut Reno agar semakin memperdalam ciumannya.
Malam semakin larut, kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu masih setia bermain di atas sofa ruang tengah. Mereka masih menikmati aktivitas berciumannya, karena Reno juga berusaha menata hatinya dan membuktikan apakah hatinya sudah sepenuhnya untuk Abi.
Perlahan Reno menaikkan blouse yang dipakai Abi hingga hanya menampakkan kain penyangga dua aset berharganya. Baik mata Reno maupun Abi sudah dipenuhi oleh kabut gairahh dan menginginkan yang lebih dari ini.
“Bi, aku menginginkanmu!” bisiknya dengan suara parau.
Abi bahkan bisa merasakan ada sesuatu yang keras tepat di bawahnya. Yaitu inti tubuh Reno yang mulai beraksi. Seketika itu Abi teringat sesuatu.
“Tapi, Ren!” cegah Abi sambil menggelengkan kepalanya.
“Kenapa? Apa kamu masih marah denganku?” tanya Reno dengan nada kecewa.
“Aku sama sekali tidak marah. Hanya saja aku sekarang sedang kedatangan tamu bulananku.” Jawab Abi lirih.
Kini Reno tidak lagi kecewa. Karena jawaban Abi yang sudah tidak lagi marah dengannya membuatnya sedikit bahagia. Ya, walaupun harus menundanya dulu.
Setelah itu Reno kembali memagut lembut bibir Abi. Tanpa merubah posisinya, Reno berdiri dengan Abi dalam gendongan Reno. Kemudian pria itu menaiki tangga menuju kamarnya dengan posisi Abi bak anak koala.
Abi sangat malu karena keadaan tubuhnya bagian atas hanya memakai kain penutup dua asetnya saja. entahlah blouse-nya tadi kemana.
Renao membawa Abi masuk ke dalam kamarnya. Mungkin mulai malam ini dan seterusnya dia akan mengajak Abi tidur di kamarnya.
“Ren!!” teriak Abi tertahan saat Reno merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan pria itu langsung mengungkungnya.
“Sssttt…. Diamlah! Aku sangat kehausan, Bi!” gumamnya lalu segera meraup dua buah besar milik Abi setelah berhasil meloloskan kain penutupnya.
__ADS_1
Ada gelenyar aneh dalam tubuh Abi saat Reno dengan rakusnya melahap dua aset berharganya. Memang sebelumnya Abi pernah merasakannya. Namun kali ini rasanya berbeda. Tepatnya ada yang berbeda dari Reno. Mungkinkah pria itu sudah mulai serius menjalani hubungan ini.
Walau hanya bermain atas, setidaknya Reno membutuhkan pelepasan. Dia sangat bersemangat menikmati keindahan tubuh Abi saat ini. bahkan pria itu meninggalkan banyak tanda di sana. Sedangkan Abi yang juga menikmati kegiatan Reno itu, hanya bisa memejamkan matanya.
Nafas Reno terengah-engah seperti ada sesuatu yang ingin meledak dari dalam tubuhnya. Dia melumatt kembali bibir Abi setelahnya dia bangkit dan berlari ke kamar mandi.
Abi juga tampak mengatur nafasnya. Dia melihat tubuhnya yang bagian atas seperti macan tutul. Namun tiba-tiba wajahnya merona malu mengingat kegiatan yang baru saja terjadi. Akhirnya Abi menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Cukup lama Abi menunggu Reno yang tak kunjung keluar dari kamar mandi. dan tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka. Reno terlihat memakai bathrope dengan rambut yang masih basah.
“Kamu mandi Ren, malam-malam gini?” tanya Abi bingung.
“Menurutmu?” jawabnya dengan memberikan pertanyaan balik.
Abi memang tidak terlalu mengerti dengan hal seperti itu. Pikirnya tadi Reno ke kamar mandi agar tak kelepasan karena tidak bisa menyalurkan hasratnya. Tapi kenapa harus mandi segala.
“Apa kamu kedinginan, Bi?” tanya Reno heran.
“Nggak. Bajuku tertinggal di bawah.” Jawabnya malu-malu.
Setelah itu Reno beranjak lagi untuk mengambil bajunya agar bisa dipakai Abi. Sebenarnya Reno lebih baik membiarkan Abi tidur dalam keadaan seperti itu. Tapi sayangnya Abi tidak bisa diterjang untuk saat ini.
“Pakailah ini dulu. Setidaknya bisa membuatku aman malam ini.” ucapnya yang membuat Abi semakin bingung.
Selesai memakai kaos kebesaran milik Reno, Abi kembali merebahkan tubuhnya. Demikian juga Reno. Tapi dia masih menggunakan bathrope.
“Ren, apakah kamu akan tidur dengan memakai bathrope saja? rambut kamu juga masih basah.” Tanya Abi saat tangan Reno mulai merengkuh tubuhnya.
__ADS_1
“Iya. Biarkan saja. rambutku juga sebentar lagi kering.” Jawabnya sambil menciumi pucuk kepala Abi.
“Jangan! Nanti kamu masuk angin. Sini aku keringin dulu.”
“Nggak perlu, Bi. Aku anti masuk angin. Sudahlah, lebih baik kamu cepatlah tidur. Atau kamu menginginkannya lagi, hem?”
“Eh, nggak!” tolak Abi sambil menggelengkan kepalanya.
Reno tersenyum melihat tingkah lucu dan polos Abi. Kemudian dia kembali memeluk Abi dengan erat. Mencium aroma wangi dari rambut perempuan itu yang sangat menenangkan.
“Mulai malam ini dan seterusnya, kamu akan tidur di sini bersamaku.” Ucap Reno tiba-tiba.
Abi terkejut. Dia mendongak menatap Reno seakan meminta penjelasan dari maksud perkataannya itu.
“Kenapa? Apa kamu nggak mau dekat denganku? Apa kamu nggak mau aku peluk setiap malam? apa kamu meragukanku?”
Begitu banyak pertanyaan yang Reno lontarkan. Namun pertanyaan yang terakhir membuat Abi behagia. Itu tandanya Reno sudah memulai hubungan ini dengan serius.
Kemudian Abi hanya menjawabnya dengan gelengan kepala. Reno tersenyum bahagia dan kembali memeluk Abi. Hingga akhirnya kedua insan itu tidur setelah lelah dengan permainan tadi.
.
,
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️