
“Apa kamu mau mengulangi kejadian tadi pagi?”
Abi menggelengkan kepalanya cepat, lalu segera melepaskan diri dari pelukan Reno. Yang benar saja pria itu bertanya untuk mengulangi kejadian tadi pagi. bahkan sampai sekarang pun Abi masih merasakan getaran aneh dalam hatinya pasca serangan fajar yang dilakukan Reno.
Tanpa mengucapkan sesuatu Reno segera keluar dari ruang kerjanya dan membiarkan Abi mengerjakan tugasnya.
Kini Abi sudah duduk di meja kerja milik Reno. Dia mulai serius melihat beberapa file di tangannya sambil menghadap laptop dimana banyak angka-angka yang sangat memusingkan.
Mungkin awalnya sulit bagi Abi. Karena tugasnya sekarang berbeda dengan yang kemarin. Sekarang jauh lebih rumit. Namun Abi juga tak putus asa. Anggap saja ini juga sebagai pembelajaran sebelum nantinya dia akan benar-benar terjun di dunia bisnis saat karir modelnya sudah meredup.
Mengingat karirnya sebagai model, Abi sejenak menghentikan aktivitasnya. Bahkan sekarang pun pekerjaannya sebagai model sudah redup di saat Namanya sudah naik daun. Dan semua terjadi semenjak ia masuk ke dalam penjara Reno.
Sementara itu Reno yang saat ini sedang istirahat di kamarnya, dia melihat rekaman cctv di ruang kerjanya yang tersambung dengan ponselnya. Reno mengerutkan kening saat melihat tidak mengerjakan tugasnya. Justru perempuan itu tampak asyik melamun.
“Awas saja kalau pekerjaan kamu tidak beres! Akan aku beri hukuman lagi.” gumamnya sambil terus menatap Abi.
Reno akhirnya meletakkan ponselnya di atas meja. Istirahat di rumah tampaknya membuat ia bosan. Tapi kalau tidak istirahat, rasa sakit di rahangnya juga tidak akan cepat sembuh.
Reno membuka berjalan menuju balkon kamarnya. Tepat di sisi balkon ada jalan yang menghubungkan dengan kolam renang. Kolam renang yang terletak di lantai dua itu sangat teduh dan sangat cocok untuk refreshing sejenak.
Reno merebahkan badannya di kursi panjang di tepi kolam. Semilir angin yang berhembus membuat matanya terasa ngantuk. Ditambah lagi efek obat yang baru saja ia minum. Akhirnya Reno tertidur di sana.
Sedangkan Abi yang sejak tadi sudah memulai pekerjaannya lagi pasca melamun, saat ini dia menemui kesulitan. Berulang kali sudah mengecek data yang ada di file laptop, tapi hasilnya tetap. Dan sepertinya Abi harus menanyakan langsung pada Reno.
Abi bergegas keluar ruang kerja Reno lalu pergi menuju kamar pria itu.
Sebelumnya Abi memegangi dadanya. Dia masih takut sekaligus waspada jika berdekatan dengan Reno lagi. bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti tadi pagi.
__ADS_1
“Ah… tidak mungkin!” gumamnya lalu melangkahkan kakinya dengan pasti menaiki tangga menuju kamar Reno.
Kini Abi sudah berdiri di depan pintu kamar Reno. Dia mengetuk pintu terlebih dulu. Siapa tahu pemilik kamar itu sedang sibuk.
Ketukan pertama tidak mendapat respon. ketukan kedua hingga ke tiga pun masih sama. Akhirnya Abi terpaksa membuka pintu kamar itu dengan perlahan. Mungkin Reno memang sedang tidur.
Abi menatap sekeliling kamar Reno untuk mencari keberadaan pria itu. Karena tempat tidurnya tampak kosong. Pintu kamar mandi juga terbuka. Jadi tidak mungkin pria itu ada di sana. Lalu pandangan Abi tertuju pada pintu balkon yang terbuka.
Perlahan Abi berjalan ke arah balkon. Tapi tidak ada satu pun orang di sana. Namun Abi tetap beerjalan ke sana. Dia menoleh ke sisi kiri balkon yang ternyata ada jalan kecil yang menghunungkan ke kolam renang. Bahkan Abi baru tahu kalau ada kolam renang di sana. Pasalnya selama ini dia hanya bertugas membuka gorden jendela saja. tidak ada tugas yang berhubungan dengan kolam renang.
Benar saja orang yang dicari tidak ada. Ternyata Reno sedang tidur di kursi panjang di tepi kolam. Abi pun mendekati Reno. Karena pekerjaannya lebih penting, maka dia harus membangunkan Reno.
“Tuan!” panggilnya pelan namun dekat dengan telinga Reno.
“Tuan!” panggilnya lagi.
Abi benar-benar bingung. Dengan cara apa lagi membangunkan pria itu. Dipanggil dengan suara sedikit keras pun dia tak kunjung bangun. Apa mungkin harus diceburin dulu ke kolam renang biar Reno bangun.
Abi menghela nafasnya pelan sebelum kembali membangunkan Reno.
“Tuan!!”
“Tuan Renoooo!” ucap Abi dengan sedikit berteriak sambil menggoyangkan kaki Reno.
Reno yang entah sedang bermimpi apa, pria itu terkejut dan seketika menendang Abi hingga perempuan itu tercebur ke kolam. Karena memang jarak kursi yang Reno buat tidur sangat dekat dengan pinggiran kolam.
Byurrrrr
__ADS_1
Reno pun dengan cepat bangun dari tidurnya. Bajunya juga sedikit basah karena terkena percikan air kolam.
Antara percaya dan tidak. Reno melihat sosok perempuan yang tercebur di kolam renang. Bahkan perempuan itu hampir tenggelam.
“Tuan Reno!! To… tolong!!” teriak Abi hampir tenggelam karena salah satu kakinya kram.
Melihat bahwa perempuan yang hampir tenggelam itu adalah Abi, Reno pun dengan cepat menolongnya. Namun saat baru saja badan Reno masuk ke kolam, Abi sudah tenggelam karena kakinya tak mampu bertahan lama untuk menumpu tubuhnya.
Reno menyelam dengan cepat dan menangkap tubuh Abi yang tenggelam. Setelah itu dia naik ke permukaan dan membaringkan Abi di pinggir kolam.
“Bi…. Bangun, Bi!” panggil Reno sambil menepuk-nepuk pipi Abi.
“Vibi, bangun!” Reno kebingungan saat Abi belum juga membuka matanya.
Uhukkkk
Tak lama kemudian Abi membuka matanya sambil memuntahkan semua air kolam yang masuk ke mulutnya tadi.
“Kamu nggak apa-apa?” tanya Reno khawatir.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️