
Pupus sudah harapan Chiko yang ingin dekat dengan Abi. Padahal dia tadi sudah bersusah payah mencegah kepergian Yoga. namun setelah berhasil justru mendapat pengusiran dari Reno.
“Iya-iya Ren! Aku bisa keluar sendiri.” Keluh Chiko saat tubuhnya didorong kuat oleh Reno.
“Aku tahu akal busukmu. Jadi cepatlah pergi!” jawab Reno.
Akhirnya Chiko harus menelan kekecewaan. Padahal sudah lama sekali dia ingin berbincang-bincang dengan Abi. Namun tidak pernah ada kesempatan. Entah itu karena unsur kesengajaan Reno atau memang dirinya yang sibuk dengan pekerjaan.
Setelah memastikan Chiko benar-benar kembali ke kantor, Reno masuk ke dalam rumah.
“Ayo!” ajak Reno saat melihat Abi baru saja keluar dari kamar.
“Apakah Tuan Yoga sudah datang?”
“Aku yang mengantar kamu. Cepatlah! Jadwalku sangat padat hari ini.”
Abi semakin bingung dan tidak mengerti dengan maksud Reno. Kenapa dia yang mengantar, bukankah tadi Yoga yang akan mengantarnya. Karena tak mau mendapat omelan lagi, akhirnya Abi segera bersiap mengikuti langkah Reno menuju garasi mobil.
Reno membawa Abi ke salah satu klinik. Alasan dia membawa Abi ke klinik, bukan ke rumah sakit, karena ia tidak mau keberadaan Abi diketahui banyak orang. Apalagi sebagian besar karyawan rumah sakit mengenalnya. Karena ia pemilik saham terbesar di rumah sakit itu.
Sesampainya di klinik, Reno mengantar Abi ke ruang periksa pasien. Dan kebetulan yang akan memeriksa Abi adalah dokter pria yang masih sangat muda dan tampan. Tapi masih lebih tampan Reno, menurut versi Reno sendiri.
“Selamat pagi, Tuan, Nyonya? Ada yang bisa saya bantu?” tanya dokter itu dengan ramah.
Abi jadi tidak nyaman saat dipanggil Nyonya. Sedangkan Reno masih menunjukkan tampang datarnya. Lagi pula kenapa Tuannya itu ikut masuk. Dan kenapa dengan wajahnya yang murung itu.
__ADS_1
“Cepat periksa dia!” perintah Reno.
Dokter itu hanya mengangguk dan berusaha tersenyum ramah walau Reno menunjukkan wajah tak bersahabat. Kemudian dokter meminta Abi berbaring di atas brankar untuk diperiksa. Abi pun menurut.
“Berhenti!! Jangan kurang ajar kamu!” bentak Reno saat dokter hendak meletakkan stetoskop pada da-da Abi.
Abi dan dokter itu sangat terkejut. Lalu Reno menghampiri brankar Abi dan menarik perempuan itu dengan kasar.
“Kamu mau bertindak asusila pada istriku, hah?” tanya Reno.
“Tuan, dokter hanya ingin memeriksa saya. kenapa anda menuduh yang tidak-tidak?”
Dokter itu semakin bingung. Awalnya mengira kalau Reno adalah suami yang sangat posesif yang tidak menginginkan istrinya disentuh pria lain walau itu hanya memeriksanya. Namun setelah mendengar Abi memanggil Reno dengan sebutan Tuan dan berbicara dengan Bahasa formal, dokter itu semakin heran. Lebih baik dia segera keluar dari ruangan itu saja dan mencari dokter wanita untuk menggantikannya.
“Apa kamu suka dengan dokter muda itu?” tanya Reno yang semakin tak tentu arah.
Dokter menyarankan agar Abi istirahat dengan cukup. Dan tetap mengkonsumsi vitamin yang sudah biasa Abi minum. Setelah menyelesaikan administrasi, Reno mengajak Abi pulang.
“Tuan, saya pulang naik taksi saja. bukankah pekerjaan anda sangat padat?” ucap Abi memberi saran.
“Apa kamu akan kabur jika aku ijinkan pulang naik taksi? Jangan harap!” jawab Reno dengan suara datar, namun pandangannya lurus ke depan.
Abi diam tak lagi menjawab pertanyaan Reno. Dia benar-benar dibuat bingung dengan sikap Reno yang kadang baik, kadang tidak. Tapi lebih banyak nggak baiknya. Alias galak bin judes.
Reno tiba-tiba menepikan mobilnya di jalanan yang sepi. Abi mengira Reno akan mengijinkannya pulang naik taksi. Tapi harapan tak sesuai dengan realita. Pria itu melepas sabuk pengaman Abi lalu dengan cepat menarik tubuh Abi hingga berada tepat di atas pangkuannya.
__ADS_1
Apa-apaan ini? ada-ada saja ulah Reno. Abi sendiri masih belum bisa berpikir dengan jernih saat tubuhnya sudah berada di atas pangkuan Reno. Bahkan dengan reflek Abi meremass kemeja Reno, karena takut perbuatan apa yang akan dilakukan oleh Reno selanjutnya.
“Lihat mataku!” ucap Reno dengan pelan namun mengintimidasi.
“Jangan pernah sekalipun kamu berencana kabur dariku. Meskipun akhir-akhir ini aku baik denganmu. Dan aku juga tak mengijinkan pria lain dekat denganmu. Mengerti?”
Abi hanya menganggukkan kepalanya dengan takut.
“Jawab! Apa kamu tidak bisa bicara?”
“Saya mengerti, Tua-hmmpppp…”
Reno memang paling pintar memanfaatkan kesempatan. Dan di saat mulut Abi sudah terbuka, dengan cepat ia menyerangnya. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kelembutan. Reno mulai meneroboskan bibirnya masuk ke mulut Abi. Lidahnya sudah pandai menari-nari di dalam sana untuk mengabsen setiap rongga yang memberikan kenikmatan. Abi yang sering mendapatkan perlakuan seperti ini, dia mulai mengikuti alur, dengan membalas cumbuan yang diberikan oleh Reno. Meskipun masih sangat kaku karena memang bukan actor professional.
Mereka berdua tampak menikmati pagutan itu. Reno juga sudah mengganti posisi Abi yang lebih nyaman lagi, yaitu dengan posisi saling berhadapan.
Ciuman yang awalnya penuh kelembutan itu semakin lama semakin membuat nafas keduanya memburu dan meminta yang lebih. Terutama Reno. Bagian inti tubuhnya sudah beraksi saat mendapat gesekan dari tubuh Abi.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Awas ada satpol PP, Ren!😂😂😂
Happy Reading‼️