
Chelsea hanya pasrah saja saat digendong suaminya masuk ke kamar. badannya benar-benar lemas. Ditambah lagi kepalanya tiba-tiba sangat pusing.
Setelah chiko merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang, pria itu segera mengambil minyang angin untuk dioleskan pada kening Chelsea dan di area sekitar dada. Barangkali itu bisa membuat istrinya lebih baik.
Chelsea yang badannya masih lemas menurut saja pada perlakuan Chiko. Hatinya masih sakit mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Apalagi ucapan wanita itu yang terang-terangan mengajak sang suami untuk berkencan, jelas saja Chelsea sangat marah. Namun apalah daya, tenaganya tidak sanggup untuk meluapkan amarah itu.
“Sayang, tunggu sebentar ya? Aku akan membuat minuman hangat dulu.” Ucap Chiko setelah menyelimuti tubuh Chelsea.
Chelsea hanya diam tan menjawab. Dia memilih menutup mata saja. sedangkan Chiko hanya menghembuskan nafasnya pelan melihat sang istri masih marah sekaligus merajuk.
Setelah kurang lebih lima menit berkutat di dapur, Chiko kembali masuk ke dalam kamar sambil membawa teh hangat buatannya.
Terlihat Chelsea masih berbaring dan menutup matanya. namun Chiko tahu kalau istrinya belum tidur. Karena melihat posisinya seperti sangat tidak nyaman.
“Sayang, ini minum dulu biar perut kamu hangat.” Ucap Chiko dengan pelan.
Chelsea membuka mata, namun enggan sekali untuk bangun. Akhirnya Chiko meletakkan gelas yang berisi teh hangat itu dulu, lalu membantu Chelsea bangun.
Chelsea meneguk teh hangat buatan suaminya. dan memang benar, perutnya terasa jauh lebih baik daripada sebelumnya. Setelah itu ia kembali merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
Chiko beranjak dari duduknya untuk berganti pakaian santai. Lalu ia ikut berbaring di samping Chelsea dan memeluknya. Chelsea benar-benar heran dengan reaksi tubuhnya yang justru merasa sangat nyaman dalam dekapan sang suami. namun hatinya masih dongkol.
“Maafkan aku, Sayang! Aku dan Naomi tidak ada hubungan apa-apa. Aku tadi sudah mengatakan kalau kamu istriku. aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi.” ucap Chiko dengan sungguh-sungguh.
Chelsea hanya diam. dia mengabaikan ucapan suaminya. karena dia fokus menikmati kenyamanan pelukan Chiko. Setelah itu Chiko mengangkat dagu istrinya agar bisa menatap langsung netra wanita yang sangat dicintainya itu.
Cup
__ADS_1
Chiko mengecup bibir Chelsea sekilas. “Maafkan aku! jangan marah lagi, ya?”
Mungkin karena kecupan singkat itu membuat hati Chelsea seketika luluh. Wanita itu pun menganggukkan kepalanya sambil menatap bibir sang suami. chiko pun sangat peka. Seperti kejadian sebelumnya, jika istrinya sedang mengalami morning sickness, obat terampuhnya yaitu pelukan. Hingga berakhir dengan pertempuran panas.
Cup
Chiko kembali mengecup bibir Chelsea dengan durasi yang lama. Berharap rasa pusing yang dirasakan oleh istrinya mereda. Namun sungguh di luar dugaan. Saat Chiko akan melepas ciumannya, Chelsea justru menekan kepala Chiko dan memperdalam ciuman itu.
Dalam hati Chiko bersorak senang, karena sekarang istrinya sudah tidak marah lagi. dia pun akhirnya mengikuti keinginan Chelsea dan membeerikan pelayanan yang memuaskan sampai istrinya lupa dengan amarahnya tadi.
Mereka berdua semakin bergai-rah melakukan pertempuran panas itu. bahkan Chelsea terlihat lebih agresif dari biasanya. Chiko yang berada di bawa istrinya hanya menikmati permainan liar Chelsea. Sesekali ia memberikan rang-sangan hingga membuat Chelsea semakin cepat menggerakkan pinggulnya naik turu.
Desa han dan lenguhan panjang keluar dari mulut mereka berdua tanda berakhirnya percintaan itu. Chelsea memeluk erat tubuh kekar suaminya.
“Mas, jangan tinggalin aku!” ucapnya dengan lirih.
***
Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. setelah semuanya sudah mengosongkan jadwal penting pertemuan dengan beberapa klien, akhirnya hari ini juga semua keluarga Sean berangkat berlibur ke kota B.
Rencananya mereka nanti akan tinggal di villa keluarga milik Sean yang memang sengaja digunakan untuk tempat singgah jika berlibur.
Mereka semua kini sudah berkumpul di bandara. Chandra beserta istri dan dua anaknya sudah datang lebih dulu. Lalu disusul oleh Sean, Lidia, dan dua anak laki-lakinya. Sekarang tinggal menunggu kedatangan Reno dan Abi saja.
“Apa kamu sudah menghubungi Viana, Chan?” tanya Lidia yang tampak cemas.
“Mama tenang saja. Nah itu dia yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga.” jawab Chandra lalu menunjuk pada pasangan fenomenal Reno dan Abi yang sedang berjalan sambil mendorong koper. Lalu Raffael berada dalam gendongan Papanya.
__ADS_1
Lidia pun merasa lega. Lalu ia menghampiri Reno untuk membantu menggendong Raffael. Dia kasihan melihat menantunya yang menggendong Raffael sambil mendorong koper. Sedangkan Abi berjalan hanya dengan membawa tas slempang kecil.
Raffael tampak kegirangan setelah berhasil digendong oleh neneknya. Bahkan bocah itu ingin turun saat melihat kakak sepupunya.
“Dasar bumil manja! Suami sudah gendong anak, malah disuruh dorong koper.” Gerutu Chandra yang jelas ditujukan pada adik perempuan satu-satunya.
“Ya biarin saja. Bukan aku yang nyuruh.” Sahut Abi tak mau kalah.
“Tapi setidaknya kamu harus peka dan pengertian. Lihat tuh badan Raffael juga gemuk. Apa nggak kasihan kamu.” Chandra terus saja nyerocos seperti memberi siraman rohani pada adiknya. Dan hal itu tak luput dari pendengaran Sean yang berjalan di belakangnya.
“Sudah-sudah! Kalian ini mau berlibur, jangan ribut terus!” pungkas Sean menengahi perdebatan kecil antara Chandra dan Abi.
Abi pun akhirnya memundurkan langkahnya dan mensejajarkan langkahnya dengan sang ayah. Setelah itu dia bergelayut manja pada lengan Sean.
“Kak Chan tuh, Yah yang mulai duluan.” Ucap Abi mencari pembelaan.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1