
Reno sangat gemas melihat bibir manyun Abi. Setelah itu dia menggendongnya dan membawanya masuk ke kamar mandi. Reno sama sekali tidak peduli dengan teriakan Abi. Pasalnya kedua insan itu saat ini sama-sama tidak memakai apapun.
Setelah mengisi bathup dengan air hangat, Reno mengajak Abi untuk mandi dan berendam di sana. Mendadak Abi was-was. Dia takut jika suaminya akan melakukannya lagi.
“Tenanglah, Sayang! Aku janji tidak akan melakukannya lagi.” bisik Reno cukup meyakinkan.
Akhirnya Abi mengangguk pasrah. Reno pun mulai menggosok punggung Abi dengan pelan. Pria itu menelan salivanya kasar saat melihat kulit putih mulus Abi. Ingin sekali ia mencumbuinya dan meninggalkan banyak bintang di leher jenjang itu. Tapi akal sehat Reno masih bekerja dengan baik. Mungkin lain kali akan melakukannya. Karena untuk saat ini tidak memungkinkan.
Usai mandi bersama, Reno memesan makanan. Dia tidak akan membiarkan Abi memasak setelah kelelahan melayaninya. Sambil menunggu pesanan datang, mereka berdua duduk di sofa sambil bermanja ria.
Abi benar-benar tidak menyangka dengan sifat peduli dan penyayang Reno. Ternyata di balik sikap dingin dan arogannya, ada kepedulian luar biasa yang tersembunyi dari diri Reno terhadap orang yang ia cintai. Memang Abi tidak terlalu paham dengan masa lalu apa yang Reno miliki hingga menjadikan pria itu sangat dingin. Namun untuk saat ini atau mungkin selamanya, Abi tak lagi meragukan Reno.
Ting tong
Terdengar suara bel apartemen. Reno segera beranjak dan membukakan pintu. Dan benar saja pesanan makannya datang. Setelah itu dia segera mengajak Abi untuk sarapan. Ya, meskipun sangat terlambat, karena waktu sudah siang.
“Makanlah yang banyak! Tenagamu tadi terkuras banyak.” Ucap Reno tanpa beban.
Uhuukk
Abi tersedak mendengar penuturan Reno. Entahlah, Abi masih merasa canggung jika disinggung dengan urusan ranjang.
“Sayang, pelan-pelan! Aku nggak akan meminta makananmu.” Ucap Reno sambil menyodorkan segelas air putih.
__ADS_1
Abi tak mempedulikan ucapan Reno. Dia segera minum dan kembali melanjutkan makannya. Begitu juga dengan Reno.
Setelah makan, mereka berdua bersiap untuk pergi jalan-jalan. Hari ini Reno akan mengajak istrinya pergi ke suatu tempat yang menjadi salah satu pariwisata terkenal di kota itu. Tidak hanya jalan-jalan tentunya. Reno akan mengajak istrinya berbelanja.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan menuju wisata itu, kini keduanya sudah berada di atas perahu kecil yang siap membawanya berkeliling sungai yang menjadi ikon wisata kota itu. Perahu kecil yang membawa mereka berdua berkeliling kota itu membuat Abi sangat takjup melihat keindahan pemandangan di sekelilingnya.
Reno ikut bahagia melihat senyum merekah dari bibir Abi. Dia tidak bisa membayangkan jika tak lagi bisa melihat senyum itu.
“Apa kamu senang?” tanya Reno sambil memegang lembut tangan Abi.
“Aku senang sekali, Ren! Terima kasih sudah membawaku kesini.” Jawab Abi.
Setelah itu Abi meminjam ponsel Reno, karena memang ia sengaja tidak membawa ponselnya yang hanya ada nomor pria itu saja.
“Buat apa?” tanya Reno heran.
Abi yang memegang ponsel Reno. Dengan berbagai macam gaya yang menggemaskan, Abi berhasil menangkap potret dirinya dan juga Reno.
Sebelumnya Reno sama sekali tidak pernah melakukan seperti ini. dia juga sangat anti dengan kamera. Namun, dengan sedikit paksaan dari Abi, akhirnya Reno mau. Bahkan pria itu yang awalnya sangat susah tersenyum, dengan bujukan Abi juga akhirnya Reno bisa tersenyum di depan kamera.
Puas berkeliling kota dengan perahu kecil yang mengantarkannya, Reno kemudian mengajak Abi pergi ke pusat perbelanjaan. dia akan membiarkan Abi berbelanja sepuasnya sekalian untuk mengisi perut.
Kebanyakan wanita akan senang jika diberi kebebasan untuk berbelanja sepuasnya. Begitu juga dengan Abi yang memang notabene dia seorang model. Tentunya akan sering berbelanja pakaian atau barang branded lainnya yang baru saja keluar, atau limited edition. Tapi kali ini Abi sama sekali tidak berminat untuk berbelanja barabg seperti itu.
__ADS_1
“Kenapa? Apa kamu tidak suka dengan barang-barang yang dijual di mall ini?” tanya Reno heran.
“Nggak. Aku sedang tidak ingin shopping saja. lain kali saja, Ren. Beberapa hari yang lalu juga aku sudah berbelanja.” Jawab Abi.
Reno teringat saat terakhir melihat Abi pergi ke mall dan bertemu dengan Axnder, hingga akhirnya terjadi insiden tak mengenakkan itu. Reno tahu saat itu Abi pulang dari mall dengan membawa beberapa paper bag yang entah itu isinya apa. Karena sampai saat ini paper bag itu masih dalam keadaan utuh. Hanya saja berpindah tempat.
“Maaf.” Ucap Reno karena merasa bersalah dengan mengingat kejadian itu.
“Kenapa minta maaf? Sudahlah, ayo kita makan dulu! Perutku sangat lapar.” Ajak Abi mengalihkan perhatian.
Akhirnya mereka berdua berhenti di sebuah restaurant untuk mengisi perut. Abi terlihat sangat lahap makannya. Mungkin karena dia benar-benar kelaparan atau memang suasana hatinya sedang bahagia.
Usai mengisi perutnya, Abi meminta langsung pulang saja karena badannya sangat lelah. Namun saat mereka berdua berjalan menuju pintu keluar, mereka melewati sebuah outlet yang menjual pakaian dalam wanita. Seketika itu Reno berbelok dan langsung masuk mengajak serta Abi.
“Ren!” Abi terkejut saat sudah berada dalam outlet itu.
“Sayang, sepertinya ini sangat cocok denganmu.” Ucap Reno dan mengambil salah satu baju haram yang minim bahan itu.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️