
Semua orang sangat terkejut karena perbuatan Chandra. Khusunya Lidia dan Feby. Setelah itu Lidia meminta Feby masuk dan membawa anaknya. karena tidak baik untuk anak kecil melihat adegan tak pantas itu.
Setelah Feby masuk dengan anaknya, Chandra kembali berusaha menyerang Reno. Namun dengan cepat Sean mencegahnya.
“Ayah, jangan halangi Chan untuk memberi pelajaran pada dia. Chan yakin kalau telah terjadi hal buruk dengan Viana.” Ucap Chandra yang terus meronta dalam dekapan Sean.
“Chan, cukup! Dengarkan dulu penjelasan Reno. Apa yang sudah terjadi. Jangan main kekerasan seperti ini.” ucap Sean memberi nasehat.
Sedangkan Lidia tampak membantu Reno duduk kembali setelah mendapat serangan mendadak dari Chandra.
“Nak Reno, sekarang katakan sebenarnya ada apa? Lalu kemana Viana?” tanya Sean saat semuanya sudah duduk. Namun dia tetap duduk dekat Chandra. Khawatir jika Chandra lepas kendali lagi.
“Maafkan, Reno. …”
Reno pun akhirnya bicara. Menjelaskan awal mula kepergian Abi. Dimulai saat dirinya terlibat perseteruan dengan Tian, yang tak lain mantan kekasih Abi. Reno pun mengakui kesalahannya karena telah memanfaatkan Abi sebagai alat balas dendam pada Tian mengenai masa lalunya.
“Berengsekkk kau baj***an!” umpat Chandra dan akan menyerang Reno lagi. namun dengan cepat dicegah oleh Sean.
“Chan! Kalau kamu nggak bisa diam, silakan pergi dari sini!” bentak Sean sangat jengkel dengan ulah Chandra.
Akhirnya Chandra kembali duduk. Namun aura permusuhan tampak jelas di matanya yang tertuju pada Reno. Sedangkan Lidia terisak lirih mendengar kenyataan pahit yang dialami anak perempuan satu-satunya.
“Lanjutkan, Nak Reno!” perintah Sean dengan suara tegas.
“Reno kemarin sedang terbakar emosi. Memang awalnya Reno memanfaatkan Viana. Tapi sejauh ini Reno akui kalau sudah mencintai Viana. Dan saat Aku akan menjelaskan semuanya, tentang kesalah pahaman itu, Viana sudah pergi entah kemana.” Ucap Reno sambil tertunduk.
“Benar saja, siapa yang akan percaya dengan mudah saat mengetahui suaminya telah memanfaatkan sebagai alat balas dendam.” Sahut Chandra.
Sean masih diam. dia juga membenarkan ucapan Chandra. Namun tak menyalahkan sepenuhnya pada Reno.
__ADS_1
“Kami semua baru tahu kejadian ini dari kamu, Ren. Jadi kami tidak tahu dimana keberadaan Viana sekarang.” ucap Sean dengan perasaan berkecamuk memikirkan keadaan Abi.
Lidia sejak tadi masih terisak. dia tidak bisa berkata-kata lagi. dia hanya mengkhawatirkan keadaan Abi.
“Sekali lagi maafkan kesalahan Reno, Yah, Ma. Reno janji akan mencari Viana sampai ketemu.”
“Kami juga akan mencarinya. Nanti kalau sudah ada kabar tentang keberadaan Viana, sebaiknya saling memberitahu.” Ujar Sean memberi saran.
“Tidak!! Chan akan mencari Viana sendiri dan tidak akan memberitahukan padanya. Chan tidak sudi membiarkan Viana kembai dengannya. Sekarang keluar dari rumah ini sekarang juga!!” ucap Chandra sambil berdiri dan menunjuk wajah Reno.
Sean hanya menghela nafasnya pelan. Yang terpenting saat ini mencari keberadaan Abi dulu, kalau sudah ketemu, nanti bisa dibicarakan lagi.
Akhirnya mau tidak mau Reno keluar dari rumah Sean dengan membawa tangan kosong. Justru wajahnya yang sedikit lebam akibat pukulan dari Chandra.
Reno keluar dari rumah Sean dengan berjalan tertunduk lesu. Chiko yang sejak tadi menunggunya di dalam seolah tahu hasil apa yang didapat sahabatnya itu.
“Vibi nggak ada disana, Ko!” ucapnya sambil menengadahkan kepalanya ke atas.
“Kemana, Ko? Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini.” ucap Reno frustasi.
Sejenak Chiko berpikir. Namun setelah itu terlintas dalam benaknya. Tentang dimana keberadaan Abi saat ini.
“Apa mungkin Tian yang membawa Viana pergi? Bukankah kalian kemarin sempat berseteru sebelum akhirnya Viana mengetahui semuanya?” tanya Chiko.
Reno memperbaiki posisi duduknya. Dia menggelengkan kepalanya, menyangkal jika Tian yang membawa istrinya pergi. Walaupun besar kemungkinan itu terjadi. Karena kepergian Tian sesaat sebelum Abi pergi.
Akhirnya Reno membenarkan ucapan Chiko. Setelah itu ia pergi ke rumah Tian untuk memastikan bahwa istrinya tidak ada di sana.
Beberapa saat kemudian Reno dan Chiko sudah tiba di rumah Tian. Tanpa permisi, Reno memasuki rumah musuh bebuyutannya. Kali ini Chiko ikut, karena dia takut terjadi hal buruk antara Reno dan Tian nantinya.
__ADS_1
“Baj***an!! Keluar kau!” teriak Reno menggebu-gebu saat berada di ruang tamu.
Tak lama kemudian keluarlah dua orang pria dari dalam. Salah satu diantaranya terkejut saat melihat keberadaan Reno.
“Reno?” ucap Gavin dengan ketakutan.
“Ck, ternyata benar dugaanku selama ini. niatmu tidak tulus untuk berteman denganku. Aku akan membuat perhitungan denganmu nanti, Vin. Sekarang urusanku dengan baj***an ini dulu.” Ucap Reno sambil menarik Tian.
“Apa-apaan ini berengsekk??” pekik Tian berusaha lepas dari Reno.
“Katakan dimana Abi sekarang? kamu sembunyikan istriku dimana, hah?”
Tian terkejut dengan tuduhan Reno. Namun setelah itu senyum sinis terbit dari bibirnya.
“Oh, istri kamu sekarang pergi setelah mengetahui kebusukanmu?” tanya Tian lalu berhasil lepas dari cengkeraman Reno.
“Memang Abi tidak ada di sini dan tidak bersamaku. Tapi setelah ini aku akan menemukannya. Dan dia akan menjadi milikku! Sekarang keluar dari sini sekarang juga!” ucap Tian sambil mendorong tubuh Reno dengan kasar.
Beruntungnya Chiko berdiri di belakang Reno, hingga dia tidak sampai jatuh. Sementara itu Gavin masih diam dan menundukkan kepalanya.
“Tidak akan aku biarkan kamu menemukan istriku. dan buat kamu, Gavin! Tunggu saja balasan dariku.” Umpat Reno sebelum keluar dari rumah Tian.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️