Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 92 Jangan Lukai Dia!


__ADS_3

Perjalanan Reno kurang lebih selama satu jam akhirnya membawanya ke kota B. setibanya di bandara, dia segera memesan taksi untuk mengantarnya ke hotel. Karena waktu sudah malam, Reno memilih untuk istirahat dulu sambil mencari dimana alamat tempat tinggal Xander. Selain itu tidak mungkin juga malam-malam begini mendatangi rumah orang.


Setelah mendapatkan alamat tempat tinggal Xander, Reno mengistirahatkan tubuhnya. Badannya benar-benar lelah bahkan istirahatnya terbatas semenjak kepergian Abi dari hidupnya.


Keesokan harinya, Reno sudah bersiap datang ke rumah Xander. Biarpun pria itu tidak suka dengannya, namun Reno tetap menemuinya.


Tak lama kemudian taksi yang ditumpangi Reno sampai di sebuah rumah besar. Dia segera masuk setelah dipersilakan oleh satpam penjaga rumah itu.


Kini Reno sedang duduk di ruang tamu setelah dipersilakan oleh asisten rumah tangga Xander menunggu si tuan rumah. dan beberapa saat menunggu, muncullah sosok wanita paruh baya bersama dengan seorang perempuan muda yang usianya sekitar dua puluh tahun.


Reno sempat terkejut saat melihat perempuan muda itu. Entahlah dari sorot matanya dia seperti pernah melihatnya. Namun lupa dimana.


“Maaf, Tuan! Kalau boleh tahu, anda siapa?” tanya Silvia, istri Xander.


Sebenarnya Silvia sudah tahu kalau pria itu adalah Reno. Dan dia juga tahu tentang kedatangan Reno ke rumahnya. Semua itu diberitahu oleh suaminya yang semalam mengatakan kalau Reno akan datang ke rumahnya.


“Maaf, Tante. Saya Reno suami Vib-, maksud saya suami Viana.” jawab Reno.


“Ada perlu apa, Nak Reno datang ke sini? apa ada urusan dengan suami saya?” tanya Silvia pura-pura tidak tahu.


Reno bingung melihat sikap Silvia yang seperti tidak tahu apa-apa. Lalu dia langsung menanyakan keberadaan istrinya apakah memang ada di sini. Reno pun akhirnya menceritakan masalah yang tengah terjadi antara dirinya dan Abi.


Silvia pura-pura terkejut. Namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia merasa kasihan dengan Reno. Menurut Silvia Reno adalah pria baik. Dan masalah dengan Abi hanya kesalah pahaman yang perlu diluruskan saja. namun berdasarkan informasi yang didapat dari suaminya, Reno bukanlah pria yang baik. Maka dari itu Xander menjauhkan Abi dari suaminya.

__ADS_1


“Maafkan Tante, Nak Reno. Viana tidak ada di sini dan sudah lama tidak pernah datang ke sini. suami Tante juga sedang ada perjalanan bisni ke luar negeri, baru berangkat tadi malam.” ucap Silvia berbohong.


Seketika itu tubuh Reno terasa lemas. Sepertinya memang masih panjang perjuanagnnya untuk menemukan istrinya. Setelah itu Reno berpamitan pulang dengan membawa kekecewaan.


“Hati-hati, Nak Reno! Semoga hubungan kalian segera membaik.” Ucap Silvia sebelum Reno benar-benar pulang. dan dijawab Reno dengan anggukan kepala.


Hari ini juga Reno memutuskan untuk kembali ke kota J. karena pencariannya sia-sia dan tidak membuahkan hasil. Namun dia tidak putus asa untuk terus mencari istrinya sampai kapanpun.


***


Sementara itu siang ini Sean dan Lidia baru saja sampai di rumah Reza dimana putrinya saat ini tinggal. Setelah melalui belasan jam penerbangan, akhirnya Lidia lega bisa bertemu dan memeluk putrinya.


Anak dan ibu itu saling memeluk haru menumpahkan kerinduan. Meskipun sudah menjadi hal  biasa Abi dan Mamanya tidak bertemu. Namun kali ini berbeda. Dengan adanya masalah itu, Lidia semakin mengkhawatirkan keadaan putri satu-satunya.


“Sayang, kamu baik-baik saja, Nak?” tanya Lidia setelah mengurai pelukannya.


Sean pun membalas pelukan Abi dengan erat. Dia juga bisa merasakan kesedihan yang sedang Abi alami. Karena memang sejak kecil ikatan Sean dan Abi sangat dekat, meskipun Abi bukan anak kandungnya.


Tiba-tiba saja perut Abi mual-mual. Dia segera berlari ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya. Sedangkan Lidia melirik Xander seolah meminta penjelasan. Namun yang dilirik hanya mengendikkan bahunya acuh.


Akhirnya Lidia mengikuti Abi ke toilet. Sesampainya di sana terlihat Abi terus memuntahkan isi perutnya. Dengan sabar Lidia memijit tengkuknya, sampai Abi benar-benar baik.


“Sayang, kenapa kamu? Apa kamu sedang sakit?” tanya Lidia.

__ADS_1


Abi hanya menggelengkan kepalanya pelan. Namun seketika itu air matanya mengalir dengan deras. Tak lama kemudian tangisnya pecah.


Lidia mengerti kondisi yang dialami putrinya saat ini. dia hanya bisa memeluk Abi dan berusaha menenangkan. Bahkan kinin Sean sudah menyusul mereka berdua ke toilet. Pria itu juga terkejut sekeligus tidak mengerti sedang ada apa hingga Abi menangis dalam pelukan istrinya.


“Sudah, Sayang. Ayo Mama antar ke kamar. lebih baik kamu istirahat.” Bujuk Lidia dan Abi mengangguk.


Sean ikut istrinya masuk ke kamar Abi. Dia juga ingin tahu apa yang terjadi dengan Abi. Sementyara Xander memilih untuk menunggu di ruang tengah saja. ia membiarkan Abi berbicara dan memberitahu tentang kehamilannya pada kedua orang tuanya.


“Kamu kenapa, Vi? Apa kamu sedang sakit? Ayah antar ke rumah sakit, ya?” tanya Sean yang masih belum mengerti.


Abi hanya menggelengkan kepala dan kembali menangis.


“Ma, Vian nggak mau mengandung anak ini. Vian benci dengan Reno! Vian benci anak ini!” teriak Abi histeris sambil memukuli perutnya.


Dengan cepat Lidia mencegahnya dan segera memeluk Abi agar tidak memukuli perutnya. Begitu juga dengan Sean. Dia ikut memeluk Abi setelah tahu kalau putrinya tengah hamil.


“Sayang, jangan lukai dia! Dia tidak berdosa. Dia tidak tahu apa-apa. Jangan salahkan dia dalam masalah ini, Nak!” ucap Lidia setelah tangis Abi reda.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2