Bukan Sugar Daddy

Bukan Sugar Daddy
Ch 108 Terjatuh


__ADS_3

“Tap..tapi aku nggak bisa masak, Bi.” Ucap Reno dengan lirih.


Mendengar jawaban sang suami, Abi tidak lagi berbicara. dia beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan dapur. Bukan kecewa dengan jawaban Reno, namun tidak ada gunanya jika berlama-lama di sana. Lebih baik tidur saja.


“Tunggu!” ucap Reno menghentikan langkah Abi.


“Kamu duduklah, aku akan membuatkanmu nasi goreng.” Lanjutnya.


Beruntungnya Reno tadi membawa ponsel yang ia letakkan di saku celana pendeknya. Jadi dia bisa membuka browser tutorial cara membuat nasi goreng tanpa bawang.


Meskipun Reno sama sekali tidak pernah berkenalan dengan bumbu-bumbu dapur, setidaknya ponsel itu bisa memberikan pertolongan. Dan tidak menunggu lama, ia mulai mencari bahan-bahan yang tersedia di dapur. Sesekali ia melirik ponselnya. Nanti kalau bumbunya sudah lengkap, ia baru memutar video tutorialnya.


Reno melirik istrinya yang sedang duduk sambil berpangku tangan. Beruntungnya posisi Abi sedang membelakanginya. Jadi ia bisa leluasa melihat video tutorial memasak yang ia bisukan suaranya. Ck, rasanya Reno sedang menghadapi ujian namun diam-diam nyontek dan bersembunyi dari pengawas.


Tidak lama kemudian bau harum masakan itu tercium oleh hidung Abi. perutnya semakin keroncongan ingin segera melahap nasi goreng itu. Abi berharap perutnya akan cocok dengan makanan itu. Dan ini juga pertama kalinya ia makan nasi selama masa kehamilan.


“Ini, makanlah! Maaf jika rasanya kemana-mana.” Ucap Reno dengan ragu.


Meskipun tampilan nasi goreng buatan Reno sangat tidak menggoda, tapi perut Abi sudah dibuat kelaparan dengan hanya mencium aroma masakan itu. Lalu Abi mulai menyendok nasi itu.


“Tunggu sebentar, Bi! Bisakah kamu menghadap padaku sebentar?” ucap Reno yang membuatb Abi bingung. Namun ia tetap menurut.


Reno berjongkok di depan istrinya dengan menghadap perut buncit sang istri. Perlahan tangannya terulur menyentuh perut Abi. ada rasa hangat, sesal, sedih, dan bercampur bahagia saat menyentuh buah hatinya. Reno mengusapnya dengan lembut. Dan Abi membiarkannya. Jujur saja ia juga sangat tersentuh melihat tindakan pria itu.

__ADS_1


“Sayang, anak Papa, jangan buat Mama kamu menderita lagi ya? Papa sudah membuatkan nasi goreng special. Semoga kamu tidak rewel lagi.” ucapnya dengan suara pelan dan diakhiri dengan kecupan hangat pada perut buncit Abi.


Abi sampai tertegun. Bahkan tanpa sadar air matanta sudah menggenang di pelupuk matanya. namun buru-buru ia mengusapnya sebelum Reno tahu.


“Sudah, makanlah! Aku tadi sudah mencicipinya. Aku yakin kalau nasi itu tidak beracun.” Ucapnya sambil tersenyum menatap Abi.


Abi mengangguk lalu mulai memakan nasi goreng buatan sang suami. satu suapan sudah masuk ke dalam mulut Abi. perempuan itu sudah siap jika nasi itu akan membuatnya mual. Perlahan ia mengunyahnya. Namun tidak ada reaksi apapun. Reno yang duduk di sampingnya juga ikut cemas jika istrinya akan mual dan memuntahkan makanan itu. Tapi setelah itu dia yakin kalau Abi tidak mual, karena saat tadi ia mencobanya juga baik-baik saja.


Tanpa terasa satu porsi nasi goreng buatan Reno itu habis tak bersisa. Abi sendiri juga terkejut. Dia juga tidak lagi merasa mual. Dan kini perutnya sangat kenyang.


“Terima kasih.” Ucap Abi setelah meminum segelas air putih.


“Lain kali kamu bilang saja kalau menginginkan sesuatu. Atau setiap hari aku buatkan nasi goreng seperti ini lagi?” tanya Reno dengan percaya diri seolah masakannya enak.


“Tidak. Kalau aku sedang makan nasi goreng saja aku akan bilang. Ehm, aku tidur dulu.” Pamitnya kemudian, lalu beranjak dari duduknya.


Reno tersenyum senang. Akhirnya ia tidak jadi mencari angin segar di teras rumah. karena baru saja ia sudah mendapatkan angin segar. Lebih tepatnya angin segar untuk hubungannya.


Setelah itu ia masuk ke dalam kamarnya untuk tidur menyusul Abi ke alam mimpi, meskipun beda kamar, ia berharap bertemu sang kekasih hati dalam mimpi.


***


Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. siang ini Reno akan pergi ke bandara untuk menjemput Daddy-nya. Reno sangat bahagia bisa mewujudkan keinginan Daddy-nya. Dia juga tidak sabar melihat reaksi Daddy-nya nanti jika anak dari sahabatnya adalah istrinya.

__ADS_1


Beberapa saat berkendara, Reno sudah tiba di bandara. Dan tak lama kemudian tampak seorang pria tua berjalan dengan menggunakan tongkat. Pria berusia tujuh puluh tahun lebih itu terlihat raut wajahnya sangat berbeda dari sebelumnya. Reno pun menyambut kedatangan sang daddy dengan senyum merekah.


Tuan Hadiata datang seorang diri ke Indonesia hanya demi ingin berjumpa dengan anak sahabatnya. Walau dalam hati ia sangat bersedih karena pada kenyataannya sahabatnya telah lama pergi dari dunia ini.


Meskipun Tuan Hadiata berjalan menggunakan tongkat, tapi pria itu masih terlihat kuat meski usianya sudah senja.


Dari jauh Tuan Hadiata sudah melihat Reno yang berjalan ke arahnya. Namun tatapan mata pria itu tertuju pada seseorang yang berjalan di belakang Reno. Orang itu terlihat aneh dan seperti mempunyai niat buruk terhadap anaknya. dengan langkah cepat Tuan Hadiata mendekati Reno, lalu sedikit berbelok agar Reno mengikuti arahnya. Karena pria yang berjalan di belakang Reno terlihat sedang mengambil sesuatu dari balik saku jaketnya.


“Daddy!” sambut Reno sambil merentangkan tangannya.


Bugh


Brukkk


Tuan Hadiata menyambut pelukan dari Reno lalu segera menarik Reno hingga mereka terjatuh.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Guys mohon bersabar ya jika up'nya lama. Karena memang sistem sedang gangguan, jadi lama banget lolos review'nya. hari ini akan othor usahain up 3 Chapter. jangan lupa like, komen, dan vote'nya ya🤗🤗


Happy Reading‼️


__ADS_2