
Chelsea benar-benar ketakutan saat tubuhnya berada di bawah kungkungan Jo. Pria itu menyeringai sebelum akhirnya menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Chelsea. Chelsea terus meronta dan berusaha lepas. Namun sayangnya tenaganya tidak cukup kuat mengimbangi Jo.
“Berengsek kamu, Jo!!”
Jo semakin marah mendapat umpatan dari Chelsea. Setelah itu ia menyumpal mulut Chelsea dengan ciuman yang sangat kasar. Bahkan Jo sampai menggigit bibir perempuan itu agar Jo bisa mengeksplor setiap inci rongga mulut Chelsea.
Chelsea semakin terisak. tubuhnya sangat lemah. Dia berharap akan ada seseorang yang menolongnya sebelum Jo berhasil merusak dirinya.
“Please, Jo lepaskan aku!” lirih Chelsea sambil terisak setelah Jo melepas ciumannya.
“Tidak semudah itu, Sayang! Bukankah kita sebentar lagi akan menikah? apa salahnya kalau kita bersenang-senang terlebih dulu? Aku tidak masalah jika mendapat bekas dari baj***an itu.” Ucapnya dengan nada tajam.
Chelsea menggelengkan kepalanya. Lalu dengan sekali gerakan, tangan Jo mampu menarik baju Chelsea hingga kancing kemeja itu terlepas berhamburan. Mata Jo semakin berbinar kala disuguhkan dua bongkahan besar yang sangat menggoda dan menantang itu.
Chelsea berteriak histeris saat Jo mulai menerkam salah satu asetnya dengan meremassnya kuat dan salah satunya ia mainkan dengan bibirnya.
“Tolong!!!” Chelsea terus berteriak saat tangan Jo mulai merabaa bagian pangkal paha dan menyingkap roknya ke atas.
“Tidak akan ada yang menolong kamu, Sayang. Bersikaplah yang kooperatif agar kita bisa sama-sama nyaman.” Bisiknya sebelum ia memainkan tangannya pada area inti Chelsea.
Brakkk
Brakkk
Terdengar suara dobrakan pintu berulang kali, hingga akhirnya pintu unit apartemen Jo terbuka.
Jo menghentikan sejenak kegiatannya dan sangat kesal setelah ada orang yang berhasil masuk dengan paksa. Belum sempat ia keluar kamar, ternyata seseorang sudah masuk ke kamar itu.
Mata Chiko memerah saat melihat perbuatan bej*t Jo. Apalagi penampilan wanitanya saat ini jauh dari kata baik-baik saja.
“Berengsek!!!!” umpat Chiko lalu menendang perut Jo sampai pria itu terhempas dan jatuh ke lantai.
__ADS_1
Chiko mendekati Jo dan menariknya lalu memukul wajah Jo dengan membabi buta.
Bugh
Bugh
Bugh
Jo sama sekali tidak bisa membalas serangan Chiko. Karena selain tubuhnya lemah akibat tendangan dari Chiko, rupanya pengaruh alkohol juga yang membuat konsentrasinya terpecah.
Setelah memastikan Jo terkapar tak berdaya, Chiko segera menghampiri Chelsea. Pria itu menatap iba pada wanita yang sedang terisak di atas ranjang dengan kondisi tubuh nyaris telanjjang.
“Maafkan aku terlambat menyelamatkanmu, Chelsea.” Ucap Chiko lalu mengambil selimut untuk menutupi tubuh Chelsea.
Chelsea hanya menganggukkan kepalanya melihat perhatian yang diberikan oleh Chiko. Namun tak lama setelah tubuhnya tertutup selimut, mata Chelsea membulat saat melihat Jo bangun dengan mengangkat sebuah vas bunga.
“Awas!!!!”
Setelah memukul kepala Chiko dengan vas bunga, Jo berjalan tertatih keluar dari unit apartemennya sebelum ada seseorang yang datang menyelamatkan Chiko dan Chelsea.
“Om Chiko!” Chelsea melihat darah mengalir dari kepala Chiko sebelum akhirnya Chiko ambruk tepat di hadapan Chelsea.
****
Saat ini Chiko sedang ditangani dokter. luka di kepalanya akibat pukulan benda keras sedikit membuat tulang tengkoraknya mengalami cedera. Bahkan sampai saat ini pria itu belum sadarkan diri.
Sementara di ruangan yang berbeda, tampak Chelsea menangis sesenggukan dengan didampingi Mamanya. Abi juga berada di sana, karena tadi Chelsea lah yang menghubungi Abi menggunakan ponsel Chiko untuk dimintai tolong.
Kedua orang tua Chelsea juga sangat terkejut dengan kejadian yang telah menimpa putrinya. Bahkan mereka tidak menyangka jika semua itu adalah perbuatan calon menantunya, yaitu Jo. Sedangkan saat ini Papa Chelsea sedang berada di kantor polisi untuk melaporkan perbuatan Jo dengan dibantu oleh Reno.
“Sudah, Nak. semuanya sudah diurus sama Papa kamu. Mama dan Papa minta maaf, karena telah merestui kalian.” Ucap Mama Chelsea menyesal.
__ADS_1
Chelsea sejak tadi masih saja menangis. Namun tangisnya tertuju pada Chiko yang telah menyelamatkan dirinya. Lalu bagaimana keadaan pria itu. Sedangkan untuk masalah Jo, dia tidak mau tahu lagi tentang kabarnya.
“Vi….” Ucap Chelsea di sela-sela isakannya.
“Apa kamu butuh sesuatu?” tanya Abi.
“Bagaimana keadaan Om Chiko?”
“Kamu tenang saja. Om Chiko baik-baik saja. saat ini dokter sedang menanganinya.” Ucap Abi berusaha menenangkan sahabatnya.
Chelsea hanya mengangguk. Dia sebenarnya ingin melihat langsung keadaan pria yang telah menyelamatkannya, namun apa daya keadaannya sendiri juga sangat lemah.
Tak lama kemudian dokter masuk untuk memeriksa keadaan Chelsea. Dan secara keseluruhan keadaan fisik Chelsea baik-baik saja. hanya kondisi psikisnya yang sedikit terguncang setelah mendapatkan pelecehan dari Jo tadi.
“Kamu istirahat dulu, aku nanti akan kembali lagi ke sini. Mari Tante!” pamit Abi, karena ia sedang meninggalkan Raffael di rumah sendiri bersama Bu Mira.
“Terima kasih banyak, Viana.” jawab Mama Chelsea.
Chelsea hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lalu ia mencoba untuk tidur walau sebenarnya sangat ingin melihat keadaan Chiko.
“Apa ada yang kamu inginkan, Sayang?” tanya Mama Chelsea saat melihat anaknya seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Ma, antar Chelsea melihat keadaan Om Chiko.” Jawab Chelsea akhirnya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️