
Reno menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan sang istri. Lalu ia juga menceritakan tentang Jo yang tanpa sengaja ia temui di toko kue tadi. termasuk semua pembicaraannya yang membahas mengenai calon mertuanya.
“Jadi dengan alasan itu orang tua Chelsea menerima lamaran Jo? Benar-benar licik.” Ucap Abi dengan geram.
“Lebih baik kita berusaha membantu menyatukan hati Chelsea dengan Chiko dulu, Sayang. Karena Chelsea sangat membenci Chiko setelah kejadian itu.” Usul Reno cukup masuk akal.
“Baiklah. Ayo kita temui Chelsea sekarang juga. aku juga sangat kasihan melihat keadaannya yang sangat kacau.
Kini Reno dan Abi sudah kembali ke ruang tamu. Abi melihat Chelsea sangat perhatian terhadap Raffael. Bahkan bocah itu tampak tertidur pulas dalam gendongan Chelsea.
“Sepertinya efek obat, jadinya dia mudah sekali tidurnya.” Ucap Abi dan mengambil Raffael untuk ditidurkaan.
Kebetulan ada Bu Mira lewat, jadi sekalian Abi memberikan Raffael paada baby sitternya itu.
“Kuenya, Chel. Anak banget loh, buat nenangin hati yang sedang galau.” Seloroh Abi berusaha menghibur.
Sedangkan Chelsea tampak sungkan dan merasa tidak nyaman karena suami sahabatnya juga ikut bergabung di sana. Dan Abi juga merasakan hal itu.
“Chel, aku dan suamiku akan membantu kamu menyelesaikan masalah kamu tadi.” ucap Abi.
“Tidak perlu, Vi. Aku akan menyelesai-“
“Please, jangan menolak Chel. Bukankah kita sudah lama bersahabat?”
“Tapi aku tidak ingin membawa kalian ke dalam masalahku.”
“Justru aku merasa tidak gunanya menjadi sahabat jika tidak bisa membantu kamu. Dan, maaf Chel, aku ingin bertanya apakah kamu benar-benar tidak mencintai Om Chiko?”
Chelsea tersentak mendapat pertanyaan itu. Lalu tatapannya tertuju pada Reno yang pastinya pria itu juga dimintai tolong oleh Chiko.
“Jangan bawa orang lain dalam masalahku, Vi.” Ucap Chelsea dengan nada kesal.
__ADS_1
“Dia bukan orang lain, Chelsea. Chiko sangat mencintaimu. Terlepas atas perbuatannya padamu memang tidak dibenarkan.” Kali ini Chiko yang bicara.
“Cukup! Lebih baik aku pergi saja.” Chelsea beranjak dari duduknya hendak pulang.
“Chiko mendapat serangan dari mantan kekasih kamu. Keadaannya saat ini babak belur. Boleh kamu membenci dia karena kesalahannya. Tapi apa kamu akan membiarkan dia menjadi korban kebrutalan Jo?” tutur Reno panjang lebar.
Abi mendekati Chelsea yang sangat sedih. Kemudian mengajaknya duduk kembali. Dia juga ikut merasakan kesedihan sahabtanya.
“Dan satu hal yang perlu kamu tahu, Jo telah mengambil hati kedua orang tua kamu dengan cara…” Reno menjelaskan semua pembicaraan Jo tadi pada Chelsea.
“Aku dan suamiku akan mencari bukti kebusukan Jo yang lainnya dan menunjukkannya pada kedua orang tua kamu, Chel. Kalau bisa kedua orang tua Jo juga tahu atas semua kebusukan anaknya selama ini. dan untuk Om Chiko, tidakkah kamu bisa memaafkan kesalahannya? Meskipun aku tahu kalau perbuatan Om Chiko salah. Tapi bukannya dia mengatakan kalau tidak sengaja melakukannya?”
Kali ini Chelsea semakin bingung dengan hatinya. Apakah dia akan menerima kehadiran pria yang telah merenggut mahkotanya itu. Tapi tunggu dulu, saat kejadian malam itu, meskipun dalam keadaan mabuk Chiko melakukannya dengan terus memanggil namanya. Apakah sedalam itu perasaan Chiko terhadapnya.
“Aku…,-“
Ucapan Chelsea terputus saat tiba-tiba mendapat panggilan dari salah satu orang suruhannya yang tempo hari dimintai untuk mencari bukti kebusukan Jo. Dan kini orang itu menghubungi Reno kalau baru saja Jo melakukan penusukan terhadap Chiko di area tidak jauh dari butik milik orang tua Chelsea.
Baik Abi maupun Chelsea sangat terkejut mendengar kabar itu. Terutama Chelsea. Padahal baru saja Reno mengatakan kalau Chiko tadi sudah mendapat serangan dari Jo. Dan kini Chiko justru dilarikan ke rumah sakit. Apakah pelakunya juga sama.
“Vi, aku pergi dulu!” pamit Chelsea dan segera pergi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Chiko.
“Hati-hati, Chel! Semoga hati terbuka untuk memberi maaf pada Om Chiko.” Ucap Abi namun sama sekali tidak didengar oleh Chelsea, karena perempuan itu sudah berlari keluar.
*
Chelsea mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan penuh. Namun keadaan jalanan sangat macet karena terjadi kecelakaan. Akhirnya Chelsea mengambil jalan pintas agar segera sampai rumah sakit.
Bagaimanapun juga Chelsea tidak akan membiarkan Chiko ikut dalam masalahnya. Apalagi ia tahu bagaimana sifat Jo. Biarlah dia menyelesaikan masalahnya sendiri dengan Jo, asal Chiko tidak diikut campurkan.
Bum bum
__ADS_1
Chelsea merasakan dentuman keras pada body mobilnya bagian belakang. Dia melirik ke kaca spion ternyata saat ini ada yang sedang mengikutinya. Bahkan mobil itu berusaha mencelakainya.
Chelsea sangat ketakutan, apalagi saat ini dia hanya seorang diri.
Ckitttttt
Chelsea menginjak remnya sangat dalam setelah mobil yang berada di belakangnya tadi tiba-tiba sudah berhenti di depan dan tidak memberinya akses sama sekali.
Hati Chelsea semakin bergetar ketakutan saat melihat Jo lah si pengemudi mobil itu. Pria itu berjalan menuju ke arahnya dengan tatapan tajam. Dan sekali mengetuk pintu mobil Chelsea, membuat Chelsea seketika membukakan pintu.
“Keluar!!” teriak Jo dengan tatapan tajam.
Chelsea yang masih diam di tempat sambil menggelengkan kepalanya membuat Jo semakin marah. Dengan sekali gerakan pria itu menarik Chelsea lalu menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.
“Lepaskan aku, Jo!” teriak Chelsea sambil memukul-mukul punggung Jo.
Bruk
Jo membanting tubuh Chelsea cukup kasar lalu segera melajukan mobilnya menuju apartemen.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1