
Keano tersenyum licik setelah berhasil mendapatkan ide. Entah apa rencananya. Namun sepertinya ia sangat yakin kalau rencana itu berhasil. Meskipun emmbutuhkan waktu lama dan ia juga tidak melakukannya sendiri.
“Kamu harus menerima semua akibat dari perbuatanmu yang telah merebut wanitaku.” Gumamnya.
***
Saat ini Reno sedang dalam perjalanan ke rumah sakit bersama istrinya. Keduanya tadi sudah makan siang di rumah terlebih dulu sebelum pergi ke rumah sakit. Karena memang jadwa janji Reno dengan dokter kandungan jam satu siang.
“Apa kamu sudah mengetahui jenis kelamin anak kita?” tanya Reno sambil mengusap lembut perut istrinya.
“Aku tidak ingin tahu jenis kelaminnya. Biarkan menjadi kejutan buat kita nanti. Lagi pula setiap diperiksa, dia selalu menutupi alat kelaminnya.” Jawab Abi merasa lucu saat beberapa kali melakukan pemeriksaan USG.
“Tapi kalau aku ingin tahu apa tidak boleh?” tanya Reno.
“Biarkan saja menjadi kejutan. Aku takut jika tidak sesuai dengan keinginan kamu, Ren.” Jawab Abi.
“Sayang, aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Mau laki-laki atau perempuan sama saja, asal sehat. Baiklah, aku tidak ingin tahu jenis kelaminnya biar menjadi kejutan untuk kita.”
Tak lama kemudian mereka berdua sudah tiba di rumah sakit. Reno segera mengajak istrinya menuju ruangan poli kandungan. Karena sebelumnya ia sudah meminta jadwal khusus, jadi tidak perlu menunggu antian lagi untuk masuk.
Dokter wanita itu menyambut hangat pasangan Reno dan Abi. ini adalah dokter baru yang memeriksa kandungan Abi. karena sebelumnya dia memeriksakan kandungannya di rumah sakit di kota B saat tinggal di rumah Xander. Dan semenjak kepulangannya, Abi belum memeriksakan kandungannya.
Dokter menanyakan banyak hal mengenai keluhan yang dirasakan Abi. keluhan yang wajar dialami oleh kebanyakan ibu hamil di usia kehamilan delapan bulanan. Dokter juga menanyakan tentang proses persalinan Abi nanti. Apakah dilakukan secara normal atau operasi Caesar. Abi pun menjawab kalau dia menginginkan persalinan normal. Lalu dokter memberikan kiat-kiat menghadapi persalinan normal, termasuk cara mempermudah lahiran secara normal nantinya.
Reno yang sejak tadi diam dan menyimak penjelasan dokter kandungan itu. Tiba-tiba terbesit sebuah pertanyaan.
“Apakah di usia kehamilan yang sudah tua masih bisa melakukan hubungan suami istri, Dok?” pertanyaan Reno sukses membuat wajah Abi memerah malu. Bisa-bisanya pria itu bertanya hal intim pada dokter.
__ADS_1
“Wah, justru sangat dianjurkan, Tuan. Itu juga salah satu cara mempermudah lahiran secara normal. Dengan membuka jalan lahir, maka nantinya Nyonya akan lebih mudah melakukan persalinan secara normal.” Jawaban dokter membuat mata Reno berbinar. Akhirnya setelah sekian lama dilanda kegersangan, kini ia akan kembali merasakan kenikmatan dalam bercinta.
Dokter itu hanya tersenyum tipis melihat reaksi Abi yang tampak malu dengan pertanyaan suaminya. setelah itu Abi diminta untuk berbaring di atas brankar karena akan dilakukan pemeriksaan USG.
Secera keseluruhan keadaan janin dalam kandungan Abi sehat. Bobot tubuhnya juga sudah stabil. Perkiraan akan melahirkan sekitar tiga sampai empat minggu lagi.
Usai menebus beberapa obat dan juga vitamin, mereka berdua akhirnya pulang. Reno memutuskan tidak kembali ke kantor. dia akan mengajak istrinya bersantai dulu. Dia menghentikan mobilnya di sebuah café yang tidak begitu ramai. Reno ingin memiliki waktu berdua dengan sang istri.
“Apa kamu nggak kembali ke kantor?” tanya Abi.
“Tidak, Sayang. Aku ingin bersantai sejenak denganmu. Aku merindukan waktu seperti ini.” jawabnya sambil memegang lembut tangan istrinya.
Abi tersenyum hangat mendapat perlakuan yang telah lama tidak ia dapatkan dari sang suami. tak lama kemudian pesanan minuman dan makanan ringan mereka datang.
“Sayang, bagaimana dengan pertanyaanku pada dokter tadi?” tanya Reno.
“Pertanyaan yang mana?” Abi tampak bingung. Namun ia tetap mengunyah fren fries yang masih hangat itu.
Uhukkk
“Pelan, Sayang!” ucap Reno sambil menyodorkan minuman pada Abi.
Reno tak mempedulikan ucapan suaminya. bisa-bisanya Reno membahas hal itu di tempat seperti ini. walau tidak ada yang mendengar, namun Abi sangat malu jika membahas hal seperti ini.
“Bukannya sudah lama kita tidak melakukannya? Lalu bukannya dokter tadi juga menyarankan untuk-“
“Cukup, Reno!” potong Abi tidak tahan mendengar perkataan sang suami.
__ADS_1
“Baiklah. Cepat habiskan makanan dan minuman kamu kalau begitu.”
Abi menurut saja. kini Reno sudah tidak lagi membahas hal intim itu. Beberapa menit kemudian mereka keluar dari café. Pikir Abi suaminya akan mengajaknya pulang, karena hari sudah sore. Namun melihat jalan yang dilaluinya bukan jalan menuju rumah. melainkan belok ke sebuah hotel berbintang.
“Ren?” tanya Abi sambil menatap wajah suaminya yang masih fokus dengan kemudinya.
“Aku sangat merindukanmu, Sayang.” Jawab Reno setelah mobilnya berhenti di basement hotel.
Abi hanya pasrah. namun kalau boleh jujur saat ini dirinya sedang dilanda kegugupan. Pasalnya sudah lama tidak melakukan hubungan suami istri.
Setelah mendatangi resepsionis, Reno menggandeng tangan istrinya menuju kamar yang sudah ia pesan. Tangan Abi tampaj dingin dalam genggaman Reno.
“Kamu gugup, Bi?” bisik Reno.
“Kayak perawan saja. bukannya kamu sudah menjadi mantan perawan?” godanya.
Bugh
Abi memukul bahu suaminya dengan pelan karena telah membuatnya gugup dan malu dalam waktu yang bersamaan.
“Dasar mesumm!” ucapnya lalu tanpa sadar mereka berdua sudah memasuki kamar hotel.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️