
Mungkin bagi Reno atau kebanyakan pria di luar sana tidak terlalu mementingkan dengan acara perayaan ulang tahun. Bahkan dirinya saja lupa kapan terkahir merayakan hari ulang tahunnya. Tentunya sewaktu Mommynya masih hidup dulu. Namun sekarang saat melihat binar bahagia Abi karena menyiapkan hidangan istimewa untuk ulang tahunnya sendiri, entah mengapa perasaan Reno ikut bahagia sekaligus merasa bersalah.
“Ayo dimakan, Ren! Jarang-jarang loh aku masak banyk seperti ini.” ucap Abi membuyarkan lamunan Reno.
“Ah iya, kamu masak banyak sekali, Bi. Siapa yang akan menghabiskan semua ini?” tanya Reno bingung.
Abi sejenak berpikir dan membenarkan ucapan Reno. “Ehm, bagaimana kalau kamu meminta Tuan Yoga dan Om Chiko kesini?” usul Abi memberi ide.
“Baiklah. Tapi mulai saat ini kamu jangan lagi memanggil Yoga dengan embel-embel Tuan. Cukup panggil Yoga saja.” tekannya sedikit kesal.
“Baiklah.”
Setelah itu Reno mengambil ponselnya dan menghubungi Yoga dan Chiko untuk datang ke rumahnya. Tak lama kemudian dua pria lajang itu datang.
Yoga dan Chiko datang bersamaan. Mereka berdua segera menuju ruang makan, karena hanya di ruangan itu mereka mendengar suara Reno dan Abi sedang berbicara.
“Wah, ada pesta ternyata Yog!” ucap Chiko lalu mengambil duduk yang nyaman.
Begitu juga dengan Yoga. sedangkan Reno hanya menggelengkan kepalanya melihat dua pria aneh di depannya.
“Ada acara apa nih, Vi tumben-tumbenan Reno mengundangku untuk makan malam.” tanya Yoga sambil sibuk mengambil beberapa makanan.
“Hanya perayaan hari lahirku saja, Om.” Jawab Abi sambil tersenyum.
Uhukkk….
__ADS_1
Chiko seketika tersedak makanannya saat mendengar kalau hari ini adalah hari ulang tahun Abi. Reno juga tadi tidak mengatakan apa-apa saat memintanya datang ke rumahnya.
“Serius, Vi hari ini ulang tahun kamu?” tanya Chiko setelah meminum segelas air putih hingga tandas.
“Iya, Om. Hanya syukuran sederhana kok. Karena sejak dulu kedua orang tuaku selalu melakukan seperti ini untuk anak-anaknya.” jawab Abi.
Reno semakin merasa bersalah. Meskipun selama ini tidak ada yang peduli dengan hidupnya, bahkan hal-hal kecil seperti ini, bukan berarti dia juga tidak mempedulikan orang sekitarnya bukan. Mungkin nanti Reno akan memberikan hadiah istimewa untuk Abi.
“Wah… selamat ulang tahun ya, Vi? Maaf, untuk kadonya menyusul. Tapi pasti nanti aku kasih kado special buat kamu kok.” Ucap Chiko sedikit menyindir Reno.
“Selamat ulang tahun Nona. Semoga panjang umur.” Ucap Yoga yang sedari tadi hanya diam menikmati makanannya.
“Sudah-sudah ayo kita lanjutkan makannya!” ajak Abi kemudian.
Mereka berempat kini tak lagi berbicara. karena mulut masing-masing sibuk menikmati hasil masakan Abi yng sangat enak. Khususnya bagi ketiga pria yang ada di meja makan itu.
Setelah selesai merayakan pesta ulang tahun Abi yang sangat sederhana itu, Chiko dan Yoga berpamitan pulang. sebelumnya kedua pria itu juga sudah bersanati sejenak bersama Reno dan Abi. Karena waktu sudah malam juga lah yang membuat mereka berdua harus pulang.
Kini hanya ada Reno dan Abi saja yang berada di ruang tengah itu. Reno mendekati Abi lalu memegang kedua tangan Abi.
Cup
Reno mengecup punggung tangan Abi, hingga membuat perempuan itu tersipu malu.
“Selamat ulang tahun ya, Bi! Semoga apa yang menjadi keinginanmu terwujud. Maaf, aku tidak pernah peduli dengan hal seperti ini sebelumnya.” Ucap Reno.
__ADS_1
Abi hanya menganggukkan kepala. “Terima kasih, Ren. Terima kasih atas doanya.”
“Maaf aku tidak tahu harus memberimu kado apa, karena aku sama sekali tidak tahu apapun tentang kesukaan kamu. Tapi aku hanya ingin mengatakan kalau tiga hari lagi aku akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. aku minta kamu untuk ikut aku, sekaligus nanti di sana kita bisa jalan-jalan. Ya, anggap saja ini hadiah ulang tahun dariku.” Ucap Reno sungguh-sungguh.
Betapa bahagianya Abi saat mendengar Reno akan mengajaknya bepergian. Apakah pria itu sudah mulai membuka hatinya dnegan sungguh-sungguh. Apalagi niat Reno mengajaknya jalan-jalan sebagai kado ulang tahunnya. Jujur saja bagi Abi itu adalah hal yang paling istimewa yang pernah dia dapat.
“Serius kamu mau mengajakku pergi jalan-jalan, Ren?” tanya Abi memastikan.
“Memangnya aku terlihat berbohong apa?” tanya Reno balik sambil memencet hidung Abi sampai memerah.
“Aduuuhhh…. Sakit tahu, Ren!” gerutu Abi sambil mengusap-usap hidungnya.
Reno yang merasa bersalah, dengan cepat ia menjauhkan tangan Abi yang sedang mengusap hidungnya dan menggantinya dengan kecupan lembut. Kecupan yang awalnya di hidung itu pun kini berubah tempat menjadi di bibir. Abi pun sama sekali tidak menolaknya. Dia juga sudah lama merindukan sapaan lembut dari bibir Reno.
Setelah puas mengecup bibi Abi berulang kali, Reno berhenti sejenak dengan menatap intens mata Abi.
Hhmmpppp…
Tanpa aba-aba Reno segera meraup bibir Abi yang sudah tampak menggoda. Memagutnya dengan lembut hingga semakin menuntut. Keduanya sama-sama hanyut dalam permainan lidah itu. Tanpa sadar posisi Abi kini sudah berada dalam pangkuan Reno dengan posisi saling berhadapan.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️